Ratusan Tahun Perkawinan Sekerabat Lahirkan Dagu Aneh Para Raja Eropa

Liberty Jemadu

Selasa, 03 Desember 2019 | 17:26 WIB
Ratusan Tahun Perkawinan Sekerabat Lahirkan Dagu Aneh Para Raja Eropa
Raja Charles II dari Spanyol, dengan dagu habsburg yang menonjol, adalah keturunan terakhir Dinasti Habsburg - keluarga kerajaan Eropa yang dikenal dengan perkawinan sekerabatnya. [Shutterstock]

Suara.com - Perkawinan sekerabat atau inbreeding selama ratusan tahun telah menambah fitur unik pada wajah para raja dan ratu di Eropa: sebuah dagu panjang dan melengkung yang sering disebut sebagai dagu Habsburg.

Hubungan antara bentuk dagu dan perkawinan sedarah itu ditemukan oleh para ilmuwan di Spanyol setelah meneliti para raja dan ratu dari Dinasti Spanyol Habsburg yang memerintah beberapa wilayah di Eropa dari Abad 16 sampai awal Abad 18.

"Dinasti Habsburg adalah salah satu yang paling berpengaruh di Eropa. Tetapi mereka dikenal gemar melakukan perkawinan sekerabat yang kemudian mengantarkan mereka ke keruntuhannya," kata Roman Vilas, pakar genetika pada Universitas Santiago de Compostela, Spanyol.

Akibat perkawinan sekerabat keturunan Dinasti Habsburg berakhir pada 1700 dengan kematian Raja Charles II, yang tidak bisa memiliki keturunan. Tetapi pengaruh perkawinan sekerabat dengan bentuk wajah belum diketahui sebelumnya.

Vilas sendiri dalam penelitiannya membentuk sebuah tim yang terdiri dari 10 ahli bedah maxillofacial - yang pakar dalam operasi wajah bagian mulut dan rahang. Tim itu menganalisis 66 lukisan dari 15 anggota Dinasti Habsburg.

Para pakar bedah mencari 11 fitur penentu mandibular prognathism atau tonjolan pada tulang dagu. Mereka juga mencari tujuh fitur penentu maxillary deficiency, kondisi yang menyebabkan tulang-tulang rahang atas tidak bertumbuh sempurna - yang menciptakan kesan wajah bagian bawah lebih cekung.

Fitur-fitur itu penting ditemukan untuk membuktikan hipotesis bahwa dua kelainan itu berhubungan, dipicu oleh dasar genetika yang sama, dan memicu munculnya bentuk dagu Habsburg.

Dari riset mereka ditemukan bahwa Mary of Burgundy, yang menikah dengan anggota dinasti itu pada 1477, adalah yang memiliki dagu paling tidak menonjol. Sementara Philip IV, yang memerintah Spanyol dan Portugal dari 1621 sampai 1640, adalah yang memiliki dagu paling menonjol.

Juga ditemukan lima anggota dinasti yang memiliki kondisi maxillary deficiency paling parah. Mereka adalah Maximilian I, kaisar pertama Kekaisaran Romawi Suci; puteri Maximilian, keponakannya, cicit keponakannya, dan Charles II, anggota terakhir garis keturunan Habsburg.

baca juga

Para peneliti kemudian menghitung jumlah perkawinan sekerabat dalam Dinasti Habsburg, memanfaatkan informasi dari sebuah pohon keluarga besar yang melibatkan 6000 orang dari 20 genarasi.

Hasil hitungan perkawinan sekerabat itu kemudian dihubungkan dengan keanehan wajah yang diamati dalam lukisan yang diteliti. Hasilnya ditemukan ada hubungan yang kuat antara tingkat perkawinan sekerabat dengan level mandibular prognathism.

Dengan kata lain mereka yang lahir dari perkawinan sekerabat yang sangat erat, akan memiliki wajah dengan kelainan paling menonjol. Juga ditemukan adanya hubungan kuat antara perkawinan sekerabat dengan maxillary deficiency, tetapi hanya berpengaruh pada dua dari tujuh fitur yang menjadi faktor.

Para peneliti menduga perkawinan sedarah yang memunculkan dagu Habsburg disebabkan oleh apa yang disebut genetic homozygosity - pewarisan format gen yang sama dari kedua orang tua.

Genetic homozygosity akan lebih sering terjadi jika terjadi perkawinan antara kerabat, karena mereka memiliki proporsi gen sama yang lebih besar.

Studi tentang dagu Habsburg dan perkawinan sekerabat para raja Eropa itu diterbitkan dalam jurnal Annals of Human Biology pad 2 Desember 2019 kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:02 WIB

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:39 WIB

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:52 WIB

Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium

Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:09 WIB

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:35 WIB

Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi

Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:25 WIB

4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo

4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:06 WIB

AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial

AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:53 WIB

Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya

Harga Reno16 Naik Rp4,3 Juta, Oppo Ungkap Alasan di Baliknya

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:40 WIB

7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam

7 HP Terbaik untuk Nonton Konser, Baterai Badak dengan Kamera Zoom Jauh Super Tajam

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:27 WIB

×