BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Sampai 2 Februari

Liberty Jemadu
BMKG: Waspada Hujan Lebat Disertai Angin Sampai 2 Februari
Awan hitam menyelimuti langit Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/1/2020). [Antara/Nova Wahyudi]

Hujan angin disertai petir diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Indonesia selama 31 Januari - 2 Februari 2020.

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa hujan lebat disertai angin kencang akan melanda beberapa wilayah di Indonesia selama 31 Januari - 2 Februari 2020.

Humas BMKG Taufan Maulana, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (31/1/2020), membeberkan bahwa Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara berpotensi diguyur hujan lebat pada 31 Januari.

Kondisi yang sama masih berlangsung Sabtu, 1 Februari 2020 di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Sementara pada Minggu 2 Februari 2020 hujan lebat diprakirakan teradi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Baca Juga: Hujan Deras, Kota Surabaya Kembali Dikepung Banjir

Sedangkan hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir berpotensi terjadi pada Jumat (31/1/2020) di wilayah Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Papua.

Hujan lebat disertai angin dan petir diprediksi kembali terjadi pada 1 Februari di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Pada 2 Februari hujan angin disertai petir diprakirakan terjadi di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua.

Cuaca ekstrem itu terjadi akibat massa udara basah di lapisan rendah yang terkonsentrasi di sebagaian besar wilayah Indonesia kecuali Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua Barat.

Juga terdapat sirkulasi siklonik di Selatan Banten dan konvergensi memanjang di perairan Barat Bengkulu hingga Selatan Jawa Barat; dari NTB hingga NTT; dan dari Kalimantan Timur hingga Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di Februari - Maret, BMKG: Waspada Banjir

Sedangkan daerah belokan angin terdapat di wilayah Samudera Hindia Barat Daya Sumatera, Kalimantan dan utara Sulawesi. [Antara]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS