Tidak Hanya Nusantara Dua, Satelit Milik Indonesia Ini Gagal Mengorbit

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Tidak Hanya Nusantara Dua, Satelit Milik Indonesia Ini Gagal Mengorbit
Satelit Palapa B1. [Wikimedia]

Satelit Nusantara Dua (Palapa N-1) milik PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan Indosat gagal mengorbit.

Suara.com - Satelit Nusantara Dua (Palapa N-1) milik PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN) dan Indosat gagal mengorbit pada Kamis malam (9/4/2020).

Meskipun Satelit Nusantara Dua telah meluncur dari Xichang Satellite Launch Center (XLSC) di Xichang, China, masalah terjadi setelah proses lift off. Tepatnya karena terjadi anomali ketika memasuki tahap pelepasan roket tingkat tiga, sehingga satelit tidak bisa mencapai orbit yang ditetapkan.

Namun, Satelit Nusantara Dua bukan hanya satu-satunya satelit milik Indonesia yang gagal mengorbit. Jauh sebelum itu, satelit berikut ini juga gagal menunaikan tugasnya.

Satelit Palapa B2

Satelit Palapa B2 meluncur pada 3 Februari 1984 dengan menumpangi wahana Challenger 4. Sayangnya, satelit milik Perumtel ini tidak bisa mencapai titik orbit yang ditentukan sehingga harus dan dijemput oleh STS-51A pada November 1984.

Satelit Palapa C1

Di bawah bendera Satelindo, Satelit Palapa C1 meluncur pada 31 Januari 1996 dari Kennedy Space Center LC-36B, Amerika Serikat, untuk menempati slot orbit 113° BT dengan menumpangi wahana luncur Atlas-2AS.

Satelit Palapa C1. [Wikimedia]
Satelit Palapa C1. [Wikimedia]

Sayangnya, satelit ini gagal beroperasi sehingga harus diperbaiki sekaligus berganti status kepemilikan ke Hughes (perusahaan pembuat satelit) dan berganti nama menjadi HGS3.

Desember 2000, satelit ini disewa Kalitel, perusahaan telekomunikasi asal AS, untuk mengisi slot 50º BT dan menjadi Anatolia 1. Selanjutnya pada Agustus 2002, satelit ini disewa Pakistan di 38ºBT dan namanya berganti menjadi Paksat1.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS