Studi: Masker Bisa Jadi Solusi Sementara Covid-19

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 06 Mei 2020 | 04:15 WIB
Studi: Masker Bisa Jadi Solusi Sementara Covid-19
Pedagang menjajakan masker jualannya di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Minggu (19/4). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Sebuah studi di Inggris menunjukkan bahwa masker, termasuk masker kain, bisa menjadi jalan keluar sementara untuk kembali ke kehidupan normal di tengah wabah Covid-19.

Studi yang digelar oleh Delve - kelompok ilmuwan dari berbagai bidang dan dikoordinasi oleh akademi ilmu pengetahuan Kerajaan Inggris, Royal Society - menunjukkan bahwa masker mampu menangkal penyebaran Covid-19.

"Analisis kami menunjukkan bahwa penggunaan masker bisa mengurangi transmisi oleh orang (dengan Covid-19) yang tidak bergejala dan yang belum menunjukkan gejala," tulis para peneliti seperti dilansir The Guardian.

"Jika dikenakan dengan benar, masker termasuk masker produksi rumahan yang terbuat dari kain bisa mengurangi penyebaran virus," imbuh mereka.

Studi berdasar pada 3 pertimbangan utama, yakni bahwa penyebaran Covid-19 banyak disebabkan oleh mereka yang tidak menunjukkan gejala; bahwa virus corona menyebar lewat droplets; dan masker bisa meredam agar droplets tidak menyebar ke udara.

Dalam studi itu mereka menganalisis beberapa studi tentang pengaruh penggunaan masker terhadap penyebaran penyakit menular.

Mereka juga menunjukkan data bahwa penyebaran Covid-19 di negara yang warga mengenakan masker lebih cepat diredam ketimbang di negara yang warganya tak mengenakan masker.

Studi, sayangnya, itu dikritik oleh sejumlah ilmuwan yang mengatakan studi itu tak berbasis data aktual dan malah menggunakan data dari studi tentang penyakit menular lain, bukan Covid-19.

Simon Clarke, pakar mikrobiologi seluler dari Universitas Reading, misalnya mengatakan bahwa studi itu miskin bukti dan karenanya cuma layak disebut sebagai opini.

Baca Juga: Covid-19 Ada di Prancis Sejak Desember 2019, Pasien Tak Pernah ke China

Semenara Antonio Lazzarino, pakar epidemologi dari University College London menyindir studi itu sebagai "review berbasis kesaksian dan studi non-klinis yang dilakukan secara tidak sistematis."

"Ini bukan penelitian," tegas dia.

Tetapi ada pula yang mendukung. Trisha Greenhalgh dari Universias Oxford mengatakan bahwa mewajibkan seluruh warga mengenakan masker bisa menjadi jalan keluar untuk kembali ke kehidupan normal.

"Studi itu mengumpulkan banyak bukti, termasuk penjelasan ilmiah soal transmisi virus dan keampuhan masker kain dalam studi di laboratorium dan di pengujian acak terkendali," kata Greenhalgh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI