Indonesia Belum Punya Kurva Epidemi COVID-19, Tekad Jokowi Diragukan

Liberty Jemadu

Selasa, 12 Mei 2020 | 18:35 WIB
Indonesia Belum Punya Kurva Epidemi COVID-19, Tekad Jokowi Diragukan
Presiden Joko Widodo tiba untuk melantik Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Manahan Sitompul di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/4). [ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan]

Suara.com - Empat peneliti dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit (EOCRU), Iqbal Elyazar, Karina Dian Lestari, Lenny Lia Ekawati, dan Rosa Nora Lina mengungkapkan bahwa Indonesia belum memiliki kurva epidemi COVID-19. Lalu kurva apa yang hendak diturunkan Presiden Jokowi?

Pekan lalu dalam rapat kabinet paripurna Presiden Joko Widodo memerintahkan para menteri dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 bekerja keras untuk menurunkan kurva kasus infeksi virus corona pada bulan ini dengan cara apa pun.

Sebelumnya, akhir April lalu, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengklaim laju kenaikan kasus harian COVID-19 di Jakarta, pusat pandemi Indonesia, sudah melambat. Klaim lainnya, kurva kasus virus corona mulai mendatar sebagai efek dari pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah berjalan sejak 10 April 2020.

Berita baik ini membuka perdebatan apakah benar laju kenaikan kasus baru COVID-19 di Jakarta sudah melambat.

Alat visualisasi standar, sekaligus paling populer, untuk menjelaskan situasi perlambatan ini adalah kurva epidemiologis (kurva epidemi). Kurva ini biasanya digunakan untuk menjelaskan perjalanan pandemi, menentukan sumber dan kapan terjadinya penularan, menentukan puncak pandemi, memperkirakan akhir pandemi, serta mengevaluasi efektivitas tindakan pengendalian.

Masalah utamanya, sudah 68 hari setelah kasus pertama COVID-19 diumumkan, Indonesia belum menampilkan kurva epidemi COVID-19 yang sesuai dengan standar ilmu epidemiologi.

Karena itu, adanya klaim terjadinya penurunan kasus baru COVID-19 cukup meragukan.

Cara membuat kurva epidemi COVID-19

Secara umum, kurva epidemi menggambarkan jumlah kasus baru dari waktu ke waktu. Sumbu Y (vertikal) menunjukkan jumlah kasus baru, sedangkan sumbu X (horisontal) mengindikasikan patokan waktu analisis yang terkait dengan jumlah kasus baru. Misalnya, patokan tanggal orang terinfeksi, tanggal orang mulai bergejala, dan tanggal orang diperiksa.

baca juga
Ilustrasi contoh kurva epidemi atau kurva epidemologis. [Dok The Conversation]
Ilustrasi contoh kurva epidemi atau kurva epidemologis. [Dok The Conversation]

Jika 100% orang terinfeksi pada suatu hari, kemudian mereka semua diperiksa dan hasilnya diketahui pada hari yang sama, maka frekuensi kasus baru pada hari itu dibandingkan dengan hari sebelumnya menggambarkan laju infeksi harian (daily infection rate) yang sesungguhnya.

Jika laju infeksi harian senilai 0,5, itu artinya ada pertambahan kasus baru sebanyak 50% setiap hari.

Semakin besar laju infeksi harian (misalnya 0,9), maka semakin banyak pula kasus baru yang ditemukan dalam sehari dibandingkan waktu sebelumnya (90%).

Semakin banyak kasus baru bertambah setiap hari, semakin terjal lereng kurva epidemi menuju puncaknya.

Sampai 8 Mei 2020, pemerintah Indonesia hanya menampilkan kurva harian kasus COVID-19. Dari kurva ini sumbu Y menjelaskan tentang jumlah kasus konfirmasi tambahan, sedangkan sumbu X adalah tanggal pelaporan ke publik.

Kurva perkembangan kasus harian Covid-19 di Indonesia. Ini bukan kurva epidemi. [The Conversation]
Kurva perkembangan kasus harian Covid-19 di Indonesia. Ini bukan kurva epidemi. [The Conversation]

Kurva harian kasus COVID-19 yang ditampilkan di atas bukanlah kurva epidemi COVID-19. Jumlah kasus konfirmasi tambahan tidak sama artinya dengan jumlah kasus baru. Angka jumlah kasus harian yang dilaporkan tidak bisa menjelaskan laju infeksi harian pada hari sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Komentari Penunjukan Komjen Suyudi Gantikan Listyo Sigit: Sudah Saatnya!

Jokowi Komentari Penunjukan Komjen Suyudi Gantikan Listyo Sigit: Sudah Saatnya!

Video | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Apa yang Berubah Menuju Pemilu 2029?

Jokowi Resmi Jadi Kader PSI, Apa yang Berubah Menuju Pemilu 2029?

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Jokowi dan PSI Makin Percaya Diri, Pengamat Singgung Potensi Pecah Kongsi

Video | Rabu, 30 September 2026 | 15:42 WIB

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

Jokowi Dicibir PDIP: KTA Dipamerin, Tunjukin dong Ijazahnya

Jokowi Dicibir PDIP: KTA Dipamerin, Tunjukin dong Ijazahnya

News | Selasa, 29 September 2026 | 10:19 WIB

Jokowi Pamer KTA PSI, Andreas PDIP Berkelakar: Tunjukin Juga Dong Ijazahnya

Jokowi Pamer KTA PSI, Andreas PDIP Berkelakar: Tunjukin Juga Dong Ijazahnya

News | Senin, 28 September 2026 | 15:50 WIB

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

Jokowi Hanya Jadi Role Model Kader PSI, Pakar: Bukan Panutan Masyarakat Luas

News | Senin, 28 September 2026 | 11:56 WIB

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

Jokowi Sesumbar PSI Jadi 'Ancaman', Pengamat: Tanda Pecah Kongsi dengan Prabowo

News | Senin, 28 September 2026 | 11:27 WIB

Terkini

PELOPOR BRI 2026, Langkah BRI Perkuat Integritas di Semua Lini

PELOPOR BRI 2026, Langkah BRI Perkuat Integritas di Semua Lini

Bali | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan

Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Posisi Jarak Ideal Kulkas dari Dinding agar Kompresor Tidak Cepat Panas dan Awet

Posisi Jarak Ideal Kulkas dari Dinding agar Kompresor Tidak Cepat Panas dan Awet

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN

Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

AFC Siapkan Gebrakan Besar: Nations League Bakal Ubah Jalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

AFC Siapkan Gebrakan Besar: Nations League Bakal Ubah Jalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Diskon Spesial BRI: Beli Telur di Indomaret Cuma Rp14 Ribuan Saja

Diskon Spesial BRI: Beli Telur di Indomaret Cuma Rp14 Ribuan Saja

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:27 WIB

SPPG Ketar-ketir Nih, BGN Minta Sidak Random Dapur MBG, Bisa Pukul 2 Pagi

SPPG Ketar-ketir Nih, BGN Minta Sidak Random Dapur MBG, Bisa Pukul 2 Pagi

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:26 WIB

DPRD DKI Usul Kursi Legislator Ditambah Jadi 220, Ini Alasannya

DPRD DKI Usul Kursi Legislator Ditambah Jadi 220, Ini Alasannya

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:26 WIB

BRI Gandeng KPK Cetak Penyuluh Antikorupsi Lewat PELOPOR 2026

BRI Gandeng KPK Cetak Penyuluh Antikorupsi Lewat PELOPOR 2026

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:25 WIB

×