Dari Mana Sumber Penularan Baru Virus Corona di Melbourne?

ABC

ABC

Kamis, 02 Juli 2020 | 08:30 WIB
Dari Mana Sumber Penularan Baru Virus Corona di Melbourne?
[ABC News Australia].

Suara.com - Negara bagian Victoria sekarang menjadi satu-satunya kawasan di Australia yang mengalami kenaikan angka kasus baru COVID-19, dan penyebabnya berasal dari program karantina di hotel di Melbourne.

Kini 36 kawasan permukiman yang ada di wilayah 10 kode pos yang diumumkan pemerintah akan mengalami lockdown setidaknya sampai 29 Juli.

Menteri Utama negara bagian Victoria, Premier Daniel Andrews telah meminta Pemerintah Federal untuk tidak lagi menerima kedatangan warga Australia dari luar negeri selama dua minggu.

Jika ini disetujui, maka Melbourne tidak akan lagi menjadi pusat karantina di hotel-hotel di pusat kota sebagai salah satu upaya mengurangi penularan baru COVID-19.

Apa penyebab peningkatan penularan?

Premier Daniel mengatakan hasil tes lab dari mereka yang tertular virus menunjukkan asal penularan terbaru berasal dari staf yang bekerja di hotel "yang telah melanggar protokol kesehatan yang ada".

Dia menambahkan beberapa infeksi yang terjadi di kawasan permukiman di Melbourne sebelah utara pada akhir Mei dan awal Juni berasal dari staf yang bekerja di hotel.

"Jelas sekali ada kegagalan dalam operasi menjalankan karantina hotel tersebut," kata Daniel, kemarin (30/06).

Kepala Bidang Medis Victoria, Brett Sutton mengatakan, belasan kasus yang dianalisis selama masa itu berasal dari karantina hotel dan kasus-kasus terbaru masih juga berasal dari sana.

baca juga

Kasus corona yang bermula dari pusat kota Melbourne sekarang menyebar ke daerah pemukiman.

Apakah ada pelanggaran protokol?

Pihak berwenang tidak memberikan penjelasan rinci mengenai apa yang terjadi di hotel tempat karantina dan staf mana saja yang melakukannya.

Dalam jumpa pers, Premier Daniel Andrews dan Profesor Sutton ditanya apakah ada "kontak dekat yang terjadi dengan tamu hotel", namun Daniel tidak mau memberikan keterangan pasti mengenai hal tersebut.

"Yang ingin saya katakan adalah adanya pelanggaran protokol yang sudah diketahui dan dipahami bersama sebelumnya," katanya.

Sebelumnya memang sudah diberitakan adanya dua klaster kasus corona di Victoria yang terkait langsung dengan program karantina hotel.

Hari Minggu (28/06), Premier Daniel mengatakan penyebaran virus di kalangan staf yang bekerja di hotel yang menangani karantina kemungkinan berasal dari mereka yang berbagi korek api untuk merokok atau naik mobil bersama-sama ketika pergi atau pulang kerja.

Mereka melakukan kontak yang dekat lebih dari yang seharusnya terjadi di tempat kerja," katanya.

Di tanggal 19 Juni, saat ada 7 kasus penularan terkait dengan klaster di Stamford Plaza, Wakil Kepala Bidang Medis Victoria, Annaliese van Diemen mengatakan beberapa petugas keamanan melanggar aturan 'social distancing' dengan berkumpul bersama.

"Ada tindakan di mana para petugas keamanan ini melakukan kontak yang terlalu dekat ketika bekerja," katanya.

Apa yang dilakukan pemerintah Victoria sekarang?

Premier Daniel sudah mengumumkan tiga langkah untuk mengatur kembali kebijakan karantina hotel di Victoria.

Penerbangan internasional ke Melbourne akan dialihkan ke kota lain selama dua pekan ke depan. 'Corrections Victoria' yang sebelumnya menangani keamanan di penjara akan mengawasi penataan kembali program karantina hotel. Seorang mantan hakim akan memimpin penyelidikan mengenai program karantina hotel yang sudah dilakukan sebelumnya.

Premier Daniel mengatakan tidak adanya warga yang menjalani karantina di hotel di Victoria selama dua minggu akan memungkinkan pihak berwenang memfokuskan diri pada penanganan lockdown.

Penyelidikan akan meihat apakah ada pelanggaran protokol kesehatan dan pelanggaran lain yang berhubungan dengan karantina hotel dan hasilnya akan dilaporkan dalam 8-10 pekan mendatang.

Petugas dari 'Corrections Victoria' akan mulai bekerja di hotel yang melakukan karantina minggu ini.

Bagaimana kelanjutan program karantina di hotel?

Para pakar mengatakan bahwa kewajiban menjalani karantina di hotel yang dilakukan oleh Australia merupakan kunci kesuksesan penanganan wabah corona selama ini.

Profesor epidemiologi dari UNSW di Sydney, Mary-Louise McLaws mengatakan kewajiban menjalani karantina di hotel membuat Australia "hanya mengalami sedikit kasus dan sedikit kematian" dibandingkan negara lain.

Namun pemimpin oposisi di Victoria, Michael O'Brien dari Partai Liberal mengatakan penggunaan petugas keamanan dari perusahaan swasta dalam menjaga hotel menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus penularan.

"New South Wales telah menggunakan polisi dan militer guna mengamankan karantina di hotel. Victoria tidak," katanya.

"Victoria menggunakan staf dari perusahaan swasta yang mendapat bayaran rendah dan kurang terlatih."

"Jelas sekali sudah berantakan dan sekarang pemerintah mengakui kegagalan karantina hotel yang menyebabkan gelombang wabah kedua."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

Veda Ega Pratama Bidik Poin Penuh Moto3 Malaysia Usai GP Australia Batal

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Alasan MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Hingga Pupuskan Harapan Pole Position Veda Ega Pratama

Alasan MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Hingga Pupuskan Harapan Pole Position Veda Ega Pratama

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:43 WIB

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

SGER Lunasi Obligasi Senilai Rp273,64 Miliar

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Local Media Summit 2026 Dimulai, Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Era AI

Foto | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:07 WIB

Aktivis Greenpeace Pakai Teknik SRT untuk Panjat Patung Bundaran HI? Polisi Masih Kebingungan

Aktivis Greenpeace Pakai Teknik SRT untuk Panjat Patung Bundaran HI? Polisi Masih Kebingungan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Mengapa Kekayaan Alam Tak Cukup untuk Membawa Indonesia Berlayar Mandiri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Gubernur Jakarta Tak Marah Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik Prabowo-Gibran di Bundaran HI

Gubernur Jakarta Tak Marah Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik Prabowo-Gibran di Bundaran HI

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 11:21 WIB

Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia

Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Mathew Baker Ungkap Alasan Pilih Timnas Indonesia, Singgung Ambisi Kalahkan Australia

Mathew Baker Ungkap Alasan Pilih Timnas Indonesia, Singgung Ambisi Kalahkan Australia

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Edhie Baskoro Bertemu Ketua DPR Australia, Bahas Diplomasi Parlemen hingga Isu AI

Edhie Baskoro Bertemu Ketua DPR Australia, Bahas Diplomasi Parlemen hingga Isu AI

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Terkini

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Strategi Mal Bantu Brand Lokal Jangkau Konsumen Lewat Festival Kreatif

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Pasokan Gas Singapura Berkurang, Begini Dampak Nyatanya Versi Pemerintah Singapura

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Kita Perluas Sekolah Rakyat di Daerah 3 T

Intan Jaya Siapkan Lahan 7 Hektare, Gus Ipul: Kita Perluas Sekolah Rakyat di Daerah 3 T

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos

Tak Hanya Pusat, Pemda Juga Diminta Jalankan Program Bansos

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Hadir Jadi Saksi, Perancang UU Kesehatan Sebut Kasus Richard Lee Cukup Sanksi Administrasi

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Michael Carrick Deg-degan Tunggu Keputusan: Dipecat atau Dipertahankan

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Bobotoh Tewas Dibacok, Pengamat Desak Super League Evaluasi Total: Stop Sementara

Bobotoh Tewas Dibacok, Pengamat Desak Super League Evaluasi Total: Stop Sementara

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M

Gubernur Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih bagi Masyarakat Pacitan Senilai Rp 11,499 M

Jatim | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:35 WIB

5 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang Pekan Ini, Hidup Terasa Jauh Lebih Mudah

5 Zodiak Paling Beruntung Sepanjang Pekan Ini, Hidup Terasa Jauh Lebih Mudah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:35 WIB

×