Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:33 WIB
Kasus Campak Sudah Turun 93 Persen, Namun Risiko Penularan di Sekolah Masih Ada
ilustrasi penyakit campak pada anak (freepik.com/freepik)
baca 10 detik
  • Kemenkes melaporkan kasus campak nasional turun 93 persen pada pertengahan Maret 2026 setelah sempat melonjak tinggi.
  • Sebanyak 21.101 kasus campak masih tercatat di 383 kabupaten dan kota dari 36 provinsi hingga Agustus 2026.
  • Kemenkes menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah pada Agustus dan November 2026 untuk mencegah perluasan penularan.

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan kasus campak di Indonesia telah turun signifikan setelah sempat melonjak pada awal 2026 hingga menyebabkan sejumlah anak meninggal dunia. Namun, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena penularan penyakit tersebut masih ditemukan di berbagai daerah.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr Indri Yogyaswari, mengatakan bahwa meski secara nasional tren kasus campak telah menurun hingga 93 persen pada pertengahan Maret 2026, penyebaran penyakit itu belum sepenuhnya berhenti.

"Sebenarnya walaupun seperti campak kita sudah tidak banyak ya, tapi secara sporadis ini masih ada kasusnya. Jadi walaupun secara nasional angka sudah turun, tapi itu masih ada di beberapa tempat di negara kita," kata Indri dalam media Brieding cakupan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Selasa (4/8/2026).

Berdasarkan laporan rutin surveilans PD31 hingga 1 Agustus 2026, tercatat masih ada 21.101 kasus campak yang tersebar di 383 kabupaten/kota di 36 provinsi. Data tersebut menunjukkan penularan campak masih terjadi di sejumlah wilayah dan berpotensi kembali meluas apabila cakupan imunisasi tidak ditingkatkan.

"Kalau tidak hati-hati ini nanti juga bisa jadi potensi untuk merebak lagi kasusnya untuk campak," imbuh Indri.

Ia menjelaskan bahwa lingkungan sekolah menjadi salah satu lokasi yang rentan terjadi penularan campak karena interaksi antarsiswa berlangsung sangat intens. Anak yang terinfeksi juga berisiko membawa virus ke rumah dan menularkannya kepada anggota keluarga lainnya.

Untuk mencegah penyebaran campak, Kemenkes kembali menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan pada Agustus dan November. Program tersebut ditujukan untuk mengejar kekebalan kelompok (herd immunity) sekaligus menekan risiko kejadian luar biasa (KLB) campak.

Indri mengungkapkan, masih ada anak usia sekolah yang belum memperoleh imunisasi dasar lengkap saat balita sehingga perlu dijangkau melalui program BIAS.

"Ini untuk meningkatkan kekebalan terutama, karena kita tahu pada yang imunisasi rutin sama dengan balita, ini masih ada kadang-kadang anak kita yang lolos, belum dapat imunisasi lengkap," katanya.

baca juga

Selain melengkapi imunisasi yang belum diterima, BIAS juga berfungsi sebagai pemberian dosis penguat atau booster bagi anak yang sebelumnya telah mendapatkan imunisasi lengkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:28 WIB

"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya

"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:42 WIB

Viral Penonton Konser F4 Nekat Datang saat Idap Campak, Kemenkes sampai Turun Tangan

Viral Penonton Konser F4 Nekat Datang saat Idap Campak, Kemenkes sampai Turun Tangan

Entertainment | Rabu, 03 Juni 2026 | 12:17 WIB

Terkini

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Dari Adu Teknik Memasak hingga Meracik Kopi, Chef Dunia Bersaing di Jakarta

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 01:49 WIB

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

LPPOM Tak Ingin Sertifikasi Halal Berhenti Jadi Label, UMKM Didorong Naik Kelas

News | Sabtu, 07 November 2026 | 01:37 WIB

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

×