Dibanderol Mahal, Tengkorak Bersejarah Ini Dijual di "Pasar Gelap" Facebook

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
Dibanderol Mahal, Tengkorak Bersejarah Ini Dijual di "Pasar Gelap" Facebook
Ilustrasi tengkorak. (Shutterstock)

Berusia 2.000 tahun, tengkorak ini dijadikan buruan bagi kolektor tengkorak.

Suara.com - Tak banyak yang tahu, Facebook ternyata memiliki "pasar gelap" yang dioperasikan oleh oknum tertentu untuk memperjualbelikan tengkorak. Kontroversial, jual beli tengkorak manusia bersejarah ini ditentang oleh pakar hukum di Amerika Serikat.

Pengungkapan kasus ini bermula ketika jurnalis dari Live Science Investigation bergabung dengan sebuah grup Facebook tertutup.

Menyelinap dan menyamar sebagai kolektor tengkorak, Live Science Investigation berhasil mengungkapkan cerita mengenai jual-beli tengkorak dengan harga tinggi.

Pada tahun 2013, seorang kolektor AS yang berkunjung ke Tunisia memasuki katokomba Sousse.

Itu adalah sebuah nekropolis kuno yang menampung beberapa pemakaman Kristen tertua di dunia.

Katakomba Sousse. (YouTube/ Tourism Tunisia)
Katakomba Sousse. (YouTube/ Tourism Tunisia)

Ia mencuri tengkorak selama renovasi katakomba dan memposting di grup Facebook tertutup.

Kolektor dan penjarah makam ini menjual tengkorak dengan harga mulai dari 550 dolar AS atau Rp 7,3 juta dan menceritakan kisah penjarahannya di Facebook.

Kasus tersebut hanya sedikit dan termasuk fenomena gunung es jika dibandingkan penjualan tengkorak di media sosial, klaim Live Science Investigation.

Selama 10 bulan bergabung ke grup Facebook kolektor tengkorak makam, tim dari Live Sciene berhasil melacak sisa-sisa manusia yang dijual.

Sebenarnya, sebagian besar negara di dunia (termasuk Tunisia) telah melarang penjarahan situs-situs arkeologi dan kuburan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS