Akibat Teori Konspirasi Covid-19, 800 Orang Meninggal Dunia

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 14 Agustus 2020 | 10:42 WIB
Akibat Teori Konspirasi Covid-19, 800 Orang Meninggal Dunia
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian yang mengamati rumor dan teori konspirasi seputar virus Corona (Covid-19), telah mengidentifikasi lebih dari 2.000 kasus misinformasi berbahaya, tersebar di media sosial dan situs web lain di setidaknya 87 negara, beberapa di antaranya menimbulkan kerugian, termasuk menyebabkan sekitar 800 kematian.

Diterbitkan dalam American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, tim dari berbagai institusi di seluruh dunia melihat tiga jenis informasi yang salah tentang Covid-19. Mulai dari yaitu rumor, stigma dan diskriminasi, dan teori konspirasi, yang ditemukan secara online antara 31 Desember 2019 dan 5 April 2020.

Dari ketiganya, rumor sejauh ini yang paling umum ditemukan dengan 89 persen dari 2.311 laporan yang dianalisis. Dalam penelitian, rumor didefinisikan sebagai klaim yang tidak diverifikasi seputar Covid-19 yang beredar di platform online.

Hal itu termasuk klaim "obat ajaib" yang tidak masuk akal, seperti meminum pemutih dapat membuat seseorang kebal atau mengonsumsi kotoran sapi dan air seni dapat menjadi obat.

Sedangkan teori konspirasi didefinisikan sebagai pernyataan, klaim, dan diskusi tentang berbagai teori yang berkaitan dengan asal-usul Covid-19 dan tujuan jahat dibaliknya. Dalam penelitian, teori konspirasi memiliki porsi 7,8 persen dari laporan yang dianalisis. Laporan teori konspirasi itu mencakup gagasan bahwa Bill Gates merilis virus sebagai senjata biologis untuk meningkatkan penjualan vaksin, hingga Donald Trump yang mengirim virus tersebut ke kota-kota Iran.

Jenis misinformasi ketiga adalah stigma seputar Covid-19 dengan 3,5 persen dari laporan, yang didefinisikan sebagai fenomena yang dibangun secara sosial di mana seseorang secara langsung atau tidak langsung diberi label oleh penyakit, eksposur, riwayat perjalanan, dan keturunan etnisnya. Stigma ini selanjutnya mengarah pada tindakan negatif dan diskriminasi.

Penelitian tersebut menemukan bahwa di beberapa negara, orang-orang yang berasal dari Asia telah diintimidasi atau diserang secara fisik, sebagai akibat dari diskriminasi yang menyebut virus itu sebagai "China" atau virus "Wuhan".  Dilaporkan bahwa satu bus berisi orang yang dievakuasi dari Wuhan dilempari batu oleh orang-orang di Ukraina.

Mantan CEO Microsoft, Bill Gates. [Instagram/@thisisbillgates]
Mantan CEO Microsoft, Bill Gates. [Instagram/@thisisbillgates]

Temuan juga menunjukkan bahwa di sejumlah negara, stigma seputar virus berkontribusi pada penyebaran penyakit, dengan banyak ornag yang tidak mau diskrining, dan beberapa lainnya menyembunyikan gejala dan riwayat paparan saat mengunjungi rumah sakit.

Meskipun beberapa rumor dan konspirasi sebagian besar tidak berbahaya, ada beberapa rumor yang jelas mengancam nyawa, seperti menyemprotkan klorin ke seluruh tubuh yang dipercaya dapat mencegah infeksi virus.

baca juga

Salah satu rumor yang menyebar di Korea Selatan pada awal Maret mengatakan bahwa berkumur dengan air garam dapat mencegah infeksi dan salah satu gereja mempercayainya, menyebabkan pihak gereja menyemprotkan air asin ke mulut para pengunjung gereja.

Hal ini mengakibatkan lebih dari 100 infeksi karena mereka menyemprotkan air yang terkontaminasi langsung ke mulut. Menurut penelitian, kesalahan informasi yang paling berbahaya sejauh ini adalah pengobatan yang salah.

"Mitos populer yang telah beredar di berbagai belahan dunia menyebut bahwa konsumsi alkohol dengan konsentrasi tinggi dapat mendisinfeksi tubuh dan membunuh virus," tulis penelitian tersebut.

"Kesalahan informasi ini menyebabkan sekitar 800 orang meninggal dunia, sedangkan 5.876 orang dirawat di rumah sakit, dan 60 orang mengalami kebutaan total setelah meminum metanol sebagai obat untuk virus Corona," tambahnya lagi.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Dilansir dari IFL Science, Jumat (14/8/2020), para ilmuwan mengatakan bahwa untuk mengatasi misinformasi berbahaya di luar sana, pemerintah tidak cukup hanya dengan menyanggah rumor, tetapi juga harus melibatkan perusahaan media sosial untuk menyebarkan informasi yang benar.

Para ilmuwan menulis bahwa informasi salah yang dipicu oleh rumor, stigma, dan teori konspirasi dapat memiliki implikasi yang berpotensi berbahaya pada kesehatan masyarakat.

Pemerintah dan lembaga lain harus memahami pola rumor, stigma, dan teori konspirasi Covid-19 yang beredar di dunia sehingga dapat mengembangkan pesan komunikasi yang sesuai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bill Gates: Kematian Akibat Covid-19 Akan Menurun di Akhir Tahun

Bill Gates: Kematian Akibat Covid-19 Akan Menurun di Akhir Tahun

Health | Rabu, 29 Juli 2020 | 17:08 WIB

Bill Gates Sebut Korsel Akan Produksi 200 Juta Vaksin Covid-19 Juni 2021

Bill Gates Sebut Korsel Akan Produksi 200 Juta Vaksin Covid-19 Juni 2021

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 14:00 WIB

Lebih dari 1.000 Karyawan Twitter Bisa Akses Akun Peretasan

Lebih dari 1.000 Karyawan Twitter Bisa Akses Akun Peretasan

Tekno | Senin, 27 Juli 2020 | 05:30 WIB

Mengenal QAnon, Kultus Pemuja Donald Trump di Tengah Pandemi

Mengenal QAnon, Kultus Pemuja Donald Trump di Tengah Pandemi

Video | Senin, 27 Juli 2020 | 10:00 WIB

Covid-19 Kerap Dikaitkan Teori Konspirasi, Doni Monardo: Ini Bukan Rekayasa

Covid-19 Kerap Dikaitkan Teori Konspirasi, Doni Monardo: Ini Bukan Rekayasa

News | Senin, 13 Juli 2020 | 16:04 WIB

Bantah Konspirasi, Doni Monardo: Covid-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa!

Bantah Konspirasi, Doni Monardo: Covid-19 Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa!

News | Senin, 13 Juli 2020 | 15:27 WIB

Terkini

Update Harga HP Samsung Juli 2026, dari Seri Termurah hingga Flagship

Update Harga HP Samsung Juli 2026, dari Seri Termurah hingga Flagship

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 08:25 WIB

25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium

25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium

Tekno | Minggu, 05 Juli 2026 | 07:42 WIB

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

14 Layanan Apple Masuk Verifikasi Komdigi, Ini Daftar Fitur yang Dievaluasi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:02 WIB

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Telkomsel Dorong UKM Go Global dengan AI, DCE Academy 2026 Cetak Wirausaha Digital Baru

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:39 WIB

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

JBL Quantum Resmi Hadir di Indonesia, Headset Gaming Terbaru untuk Gamer Kasual hingga Esports

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:52 WIB

Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium

Teknologi Garmin Jadi Senjata Atlet Hybrid Race, Team Garmin Raih 19 Podium

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:09 WIB

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z

Xiaomi Perkuat Ekosistem REDMI di Indonesia, Tablet hingga Smartwatch Baru Bidik Kebutuhan Gen Z

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:35 WIB

Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi

Harga Lagi Naik tapi Mau Beli HP Baru? Ini Tips David GadgetIn agar Tak Rugi

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:25 WIB

4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo

4 HP dengan Kamera 108 MP Harga Rp2 Jutaan, Dilengkapi Layar AMOLED dan RAM Jumbo

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 13:06 WIB

AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial

AI for Life, Menandai Kemajuan Pendidikan dan Inovasi Indonesia di Era Kecerdasan Artifisial

Tekno | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:53 WIB

×