Perlombaan Membuat Vaksin Covid-19, Berisiko Memperburuk Pandemi

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 01 September 2020 | 10:30 WIB
Perlombaan Membuat Vaksin Covid-19, Berisiko Memperburuk Pandemi
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]

Suara.com - Para ilmuwan memperingatkan, perlombaan membuat atau mendapatkan vaksin virus Corona (Covid-19), dapat berisiko memperburuk pandemi.

Para ahli yang menasihati Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin yang tidak efektif, lebih buruk daripada tidak ada sama sekali. Pasalnya, akan membuat orang berpuas diri.

Seorang ilmuwan terkemuka di Universitas Oxford juga mengecam perlombaan 'kapitalistik' untuk menemukan obat Covid-19.

Para menteri Inggris mengumumkan pada Jumat (28/8/2020) bahwa negaranya akan mengambil kekuatan darurat untuk mendorong vaksin apapun melalui proses regulasi.

Ilustrasi obat virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi obat virus corona. [Shutterstock]

Sementara Donald Trump juga mengatakan vaksin dapat tersedia di Amerika Serikat sebelum pemilihan presiden pada 3 November. Namun, para ahli menyarankan WHO untuk berhati-hati.

"Penyebaran vaksin yang sangat efektif sebenarnya dapat memperburuk pandemi Covid-19, jika pihak berwenang salah berasumsi bahwa hal itu menyebabkan penurunan risiko yang substansial atau jika individu yang divaksinasi percaya dengan salah bahwa mereka kebal," kata Solidarity Vaccines Trial Expert Group, seperti dikutip Dailymail, Selasa (1/9/2020).

Para pakar merekomendasikan bahwa vaksin setidaknya harus 50 persen efektif untuk disetujui. Sir Richard Peta, Ahli epidemiologi Universitas Oxford, menambahkan bahwa terburu-buru untuk menyetujui suatu vaksin dapat menjadi patokan yang buruk bagi vaksin di masa depan.

"Saya pikir ada dorongan besar, dorongan nasionalistik dan juga aliran kapitalistik, untuk menjadi yang pertama kali mendaftarkan vaksin dan itu sebenarnya akan mempersulit evaluasi vaksin lain. Kami memang membutuhkan vaksin yang berhasil dengan segera," ucap Peto kepada The Guardian.

Ia memperingatkan bahwa para ahli benar-benar membutuhkan bukti kemanjuran yang cukup kuat dari vaksin. Jika vaksin dengan kemanjuran rendah disetujui, itu akan menetapkan standar bahwa semua vaksin masa depan akan diukur.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tolak Pembatasan Covid-19, 38.000 Orang Gelar Protes Anti-Corona di Jerman

Tolak Pembatasan Covid-19, 38.000 Orang Gelar Protes Anti-Corona di Jerman

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:58 WIB

Wuhan Buka Kembali Sekolah untuk Semua Jenjang Mulai 1 September

Wuhan Buka Kembali Sekolah untuk Semua Jenjang Mulai 1 September

News | Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:58 WIB

Vaksin Covid-19 Tidak Akan Mengubah DNA Manusia

Vaksin Covid-19 Tidak Akan Mengubah DNA Manusia

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2020 | 07:30 WIB

Pertama Kalinya, Ilmuwan Ungkap Penampakan Embrio Dinosaurus

Pertama Kalinya, Ilmuwan Ungkap Penampakan Embrio Dinosaurus

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2020 | 14:15 WIB

Wadidaw! Data Digital Bakal Penuhi Bumi pada 2245

Wadidaw! Data Digital Bakal Penuhi Bumi pada 2245

Tekno | Minggu, 30 Agustus 2020 | 12:00 WIB

Dilengkapi Teknologi HEPA System, Pesawat Dipastikan Steril dari Covid-19

Dilengkapi Teknologi HEPA System, Pesawat Dipastikan Steril dari Covid-19

Video | Minggu, 30 Agustus 2020 | 08:00 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×