Kita masukkan saja konten dengan maksimal per 1000 kata ke dalam form yang tersedia. Setelah itu ikuti langkahnya. DupliChecker akan segera memperlihatkan hasil.
Kalau naskah yang dibua orisinal, maka akan muncul informasi "No Plagiarism Detected!".
3. Dutsball
Ada juga Dutsball, sebuah website yang berperan untuk cek plagiasi konten. Website ini cukup sederhana, sehingga mudah digunakan.
Kita hanya perlu memasukkan teks yang mau diperiksa ke dalam kolom yang tersedia. Dutsball bisa melakukan pengecekan dokuman berformat Microsoft Word.
Caranya sangat mudah, copy paste saja isi dokumenmu ke dalam box yang tersedia di website. Setelah itu, klik tombol "Check the Paper" dalam waktu singkat website akan memperlihatkan hasil pengecekan.
Kalau ada indikasi plagiarism, Dustball akan memperlihatkan peringatan "Plagiarism?" kalau tidak akan muncul keterangan "Ok".
4. PlagTracker
Kita bisa melakukan pengecekan berbagai macam dokumen di sini. File berformat doc, docx, txt, sampai PDF pun bisa dicek di PlagTracker.
Baca Juga: Diduga Plagiat Lagu Korea, Via Vallen : Aku Malu
Syaratnya kita harus langganan layanan premium. Layanan ini memang tidak gratis, tapi konten kita akan diperiksa sampai dengan kesalahan sintaksis, tata bahasa, dan alur.
Kita akan diberitahu aturan yang semestinya oleh PlagTracker. Sebuah layanan yang tidak ditawarkan oleh tiga aplikasi cek plagiarism sebelumnya.
Walaupun begitu, untuk kebutuhan sederhana, kita masih bisa menggunakan layanan gratisnya. Layanan ini dibatasi sampai dengan 1000-5000 kata. Sehingga pengecekan yang bisa lakukan hanya sebatas itu setiap satu sesi.
5. PlagScan
Supaya bisa melakukan pengecekan konten plagiat atau tidak, tersedia layanan PlagScan. Layanan ini menawarkan empat pilihan pengguna yang bisa dipilih, antara lain single user, sekolah (school), pendidikan lebih tinggi (higher education), dan bisnis (business).
Kita bisa menggunakan layanan sesuai dengan status. Pengecekan menggunakan website ini dapat dilakukan pada file PDF maupun Microsoft Words.