Astronom Deteksi 2 Galaksi Radio 62 Kali Lebih Besar dari Bimasakti

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 26 Januari 2021 | 13:00 WIB
Astronom Deteksi 2 Galaksi Radio 62 Kali Lebih Besar dari Bimasakti
Astronom. [Martin Sattler/Unsplash]

Suara.com - Para astronom melaporkan temuan dua galaksi radio raksasa yang diyakini sebagai salah satu objek tunggal terbesar di alam semesta.

Kedua galaksi tersebut memiliki jet radio yang sangat besar membentang selama lebih dari 6,5 juta tahun cahaya, setara dengan sekitar 62 kali ukuran Bimasakti.

Berkat teleskop MeerKAT di Afrika Selatan, temuan itu telah dipublikasikan di Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Penemuan galaksi-galaksi ini menunjukkan bahwa kosmik raksasa tidak selangka yang diperkirakan sebelumnya.

"Kami menemukan galaksi radio raksasa ini di wilayah langit yang hanya sekitar empat kali luas Bulan Purnama," kata Dr Jacinta Delhaize, penulis utama dari Universitas Cape Town, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (26/1/2021).

Penemuan dua galaksi radio raksasa. [Monthly Notices of the Royal Astronomical Society]
Penemuan dua galaksi radio raksasa. [Monthly Notices of the Royal Astronomical Society]

Menurutnya, berdasarkan pengetahuan saat ini tentang kepadatan galaksi radio raksasa di langit, kemungkinan menemukan dua di antaranya di wilayah kurang dari 0,0003 persen.

Kedua galaksi ini termasuk dalam sepuluh persen teratas dari semua galaksi radio raksasa yang diketahui.

Temuan ini tidak hanya mengisyaratkan populasi galaksi radio raksasa yang belum ditemukan, tetapi juga memberikan wawasan tentang mengapa manusia belum menemukannya.

Dr Delhaize menjelaskan bahwa populasi galaksi ini tidak dapat dilihat dari pengamatan para ahli karena keterbatasan teknis teleskop radio.

baca juga

Namun, sekarang berhasil terungkap berkat kemampuan dari teleskop generasi baru.

MeerKAT dirancang sebagai pendahulu dari Square Kilometer Array, rangkaian teleskop radio antarbenua yang mulai dibangun penuh tahun ini.

Teleskop tersebut akan sepenuhnya selesai pada 2027 dan diharapkan dapat mulai mengamati langit pada awal 2023. Dengan teleskop ini, kemungkinan akan lebih banyak galaksi radio raksasa yang ditemukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astronom Tri L Astraatmadja (Part 1): Perjalanan Antariksa Masih Terbatas

Astronom Tri L Astraatmadja (Part 1): Perjalanan Antariksa Masih Terbatas

Video | Selasa, 13 Oktober 2020 | 21:00 WIB

Astronom Tri L Astraatmadja: Perjalanan Antariksa Baru Sebatas Tepi Pantai

Astronom Tri L Astraatmadja: Perjalanan Antariksa Baru Sebatas Tepi Pantai

wawancara | Senin, 12 Oktober 2020 | 20:17 WIB

Astronom Temukan Lubang Hitam Monster Penjebak 6 Galaksi

Astronom Temukan Lubang Hitam Monster Penjebak 6 Galaksi

Tekno | Sabtu, 03 Oktober 2020 | 10:15 WIB

Wah! Astronom Temukan Planet Bersuhu 3.200 Derajat Celcius

Wah! Astronom Temukan Planet Bersuhu 3.200 Derajat Celcius

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 09:45 WIB

Venus Seperti Neraka, Justru Ada Gas dan Bisa Jadi Tanda Kehidupan

Venus Seperti Neraka, Justru Ada Gas dan Bisa Jadi Tanda Kehidupan

Tekno | Selasa, 15 September 2020 | 07:45 WIB

Lebih Panas dari Seharusnya, Bulan Jupiter Diduga Punya Lautan

Lebih Panas dari Seharusnya, Bulan Jupiter Diduga Punya Lautan

Tekno | Senin, 14 September 2020 | 07:45 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×