Array

Lebih Mudah, Google Classroom Akan Bisa Digunakan dalam Mode Offline

Minggu, 21 Februari 2021 | 05:32 WIB
Lebih Mudah, Google Classroom Akan Bisa Digunakan dalam Mode Offline
Google Classroom. [Shutterstock]

Suara.com - Sejak pandemi melanda tahun lalu, Google Classroom kini jadi pilihan dalam melakukan pembelajaran jarak jauh atau belajar online untuk para sekolah.

Alhasil, kebutuhan belajar online membuat Google Classroom mendapat banyak pengguna.

Tahun ini, Google mengatakan bahwa pengguna Google Classroom tercatat lebih dari 150 juta, naik dari 40 juta di tahun sebelumnya.

Melihat hal ini, Google akan menghadirkan beberapa fitur baru pada platform tersebut.

Salah satu yang dihadirkan adalah mode offline agar pengguna bisa mengakses Google Classroom tanpa jaringan internet. Kebijakan ini berlaku untuk para pengguna Android.

Ilustrasi Belajar Online (pixabay)
Ilustrasi Belajar Online (pixabay)

"Kami memperbarui Google Classroom di Android agar berfungsi secara offline. Pelajar kini bisa mengakses tugasnya secara offline, meninjau tugas, membuka lampiran Drive dan menulis tugas di Google Docs tanpa koneksi internet," tulis Google dalam blog resminya, Minggu(21/2/2021).

Selain mode offline, para siswa Google Classroom juga dipermudah dengan adanya fitur untuk tugas tulis tangan.

Para siswa kini bisa mengunggah tugas tersebut dan fitur ini akan menyesuaikan lembaran tugas yang diunggah.Dengan ini, para guru bisa melihat lebih mudah karena ukuran foto sudah disesuaikan oleh Google.

Fitur lain yang juga dihadirkan adalah format teks seperti yang ada di Microsoft Word.

Baca Juga: Prediksi Perangkat Samsung yang Akan Mendapat Pembaruan Android 12

Pelajar maupun guru kini bisa memodifikasi tulisan dengan format bold (tebal), italic (miring), underline (garis bawah), hingga penambahan format angka atau poin.

Lebih lanjut, fitur yang dihadirkan Google Classroom adalah pengecekan tugas dengan berbagai bahasa.

Fitur ini memudahkan para siswa menghasilkan karya terbaik mereka, sekaligus memudahkan guru untuk mendeteksi potensi plagiarisme.

Kabarnya, akan tersedia tahun ini dalam 15 bahasa, yakni Inggris, Spanyol, Portugal, Swedia, Prancis, Italia, Indonesia, Jepang, Finlandia, Jerman, Korea, Denmark, Melayu, dan Hindi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI