Jangan Khawatir! Asteroid Apophis Disebut Tidak Berpeluang Menghantam Bumi

Dythia Novianty

Senin, 29 Maret 2021 | 08:05 WIB
Jangan Khawatir! Asteroid Apophis Disebut Tidak Berpeluang Menghantam Bumi
Ilustrasi asteroid menabrak Bumi. (Shutterstock)

Suara.com - Para ahli memiliki temuan baru, mengungkap asteroid Apophis (dewa kekacauan) yang terkenal itu memiliki risiko lebih kecil daripada yang kita duga.

Menurut Badan Antariksa Eropa dan NASA, Apophis tidak memiliki peluang menghantam Bumi pada abad berikutnya.

Asteroid ini kerap menjadi pusat cerita menakutkan karena dianggap memiliki peluang kecil untuk bertabrakan dengan Bumi.

Artinya, ditempatkan di "Daftar Risiko" Badan Antariksa Eropa, dan subjek pengamatan mendetail.

Apophis, dinamai menurut nama dewa Mesir atau "penguasa kekacauan", pertama kali terdeteksi pada 2004.

Setelah itu, para peneliti menyarankan bahwa ia dapat menghantam Bumi pada 2029 dan 2036.

Penelitian lebih lanjut mengesampingkan dampak tersebut, mengurangi kekhawatiran.

Asteroid Apophis. [YouTube/@Destiny]
Asteroid Apophis. [YouTube/@Destiny]

Namun para ahli tetap khawatir tentang kemungkinan tabrakan pada 2068.

Sebagian karena nama besar asteroid, serta potensi bahayanya, menjadi terkenal dan secara teratur ditulis sebagai potensi bahaya yang dapat menyerang planet ini pada akhir abad ini.

baca juga

Asteroid itu melakukan pendekatan yang relatif dekat awal bulan ini, ketika para astronom memiliki kesempatan untuk memindainya dengan peralatan NASA.

Itu memberi mereka pandangan yang lebih baik tentang orbit asteroid, dan membuat mereka yakin dalam mengesampingkan bahwa hal itu dapat berdampak kapan saja di abad berikutnya.

Apophis akan terbang melewati Bumi pada 2029, melintas pada jarak kurang dari 35.000 kilometer dan sangat dekat sehingga dapat terlihat dengan mata telanjang.

Jarak tersebut adalah salah satu alasan para ilmuwan khawatir tentang flyby terbaru tahun ini: datang begitu dekat dengan Bumi berarti ia dapat dipengaruhi oleh gravitasi kita, dan sulit bagi para peneliti untuk mengetahui bagaimana hal itu dapat mengubah lintasannya.

Jika asteroid itu melewati "lubang kunci gravitasi" yang berbahaya pada kunjungan 2029 itu, maka ia mungkin menemukan dirinya dalam perjalanan yang akan membawanya menuju tabrakan pada 2069.

Data baru memungkinkan para ilmuwan memiliki gambaran yang jauh lebih akurat tentangnya. Lintasan untuk 2029, mempersempit jendela kemungkinan dan memungkinkan mereka untuk memastikan itu tidak akan melewati lubang kunci yang sangat penting.

"Tabrakan 2068 sudah tidak mungkin lagi, dan perhitungan kami tidak menunjukkan risiko dampak setidaknya untuk 100 tahun ke depan," kata Davide Farnocchia dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, dalam sebuah pernyataan dilansir laman Independent, Senin (29/3/2021).

Ilustrasi asteroid (Shutterstock).
Ilustrasi asteroid (Shutterstock).

“Dengan dukungan pengamatan optik baru-baru ini dan pengamatan radar tambahan, ketidakpastian di orbit Apophis telah runtuh dari ratusan kilometer menjadi hanya beberapa kilometer ketika diproyeksikan ke 2029," jelasnya.

Pengetahuan yang sangat meningkat tentang posisinya pada 2029, dia menambahkan, memberikan lebih banyak kepastian tentang posisinya.

"Jadi sekarang kami dapat menghapus Apophis dari daftar risiko," ujar Farnocchia.

Memiliki tempat dalam daftar risiko tidak selalu berarti bahwa asteroid merupakan ancaman yang signifikan.

Sebuah objek hanya perlu memiliki peluang bukan nol untuk menabrak Bumi.

Jika sebuah asteroid ditempatkan dalam daftar, para peneliti terus memahami dengan lebih baik orbitnya dan apakah asteroid itu akan bertabrakan dengan planet kita dalam 100 tahun mendatang.

Jika para astronom kemudian dapat yakin bahwa itu tidak menimbulkan ancaman, itu ditarik kembali dari daftar.

Ilustrasi Astronomi. [Shutterstock]
Ilustrasi Astronom. [Shutterstock]

Apophis menolak untuk meninggalkan daftar itu dan menghindari upaya para ilmuwan untuk mendapatkan bukti bahwa itu tidak akan menabrak planet kita.

“Penemuan Apophis dan pekerjaan awal yang dilakukan untuk melacak dan memahami orbitnya, terjadi ketika aktivitas pertahanan planet saat ini masih dalam tahap awal,” kata Juan Luis Cano dari Pusat Koordinasi Objek Dekat-Bumi ESA dalam sebuah pernyataan.

"Dengan penghapusan Apophis dari Daftar Risiko, kami menutup bab yang sangat mencerahkan dalam sejarah pertahanan planet," tutup Luis Cano.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asteroid Seukuran Jembatan Golden Gate Akan Lewati Bumi Bulan Depan

Asteroid Seukuran Jembatan Golden Gate Akan Lewati Bumi Bulan Depan

Tekno | Senin, 15 Februari 2021 | 07:30 WIB

Warga Kaget Atap Rumah Bolong Tertimpa Batu, Diduga Meteor Jatuh

Warga Kaget Atap Rumah Bolong Tertimpa Batu, Diduga Meteor Jatuh

Bali | Jum'at, 29 Januari 2021 | 09:47 WIB

Terungkap! Ledakan Besar di Buleleng Bali karena Asteroid Jatuh

Terungkap! Ledakan Besar di Buleleng Bali karena Asteroid Jatuh

Bali | Senin, 25 Januari 2021 | 08:25 WIB

Lapan Bandingkan Suara Ledakan Buleleng dengan Peristiwa Asteroid Bone 2009

Lapan Bandingkan Suara Ledakan Buleleng dengan Peristiwa Asteroid Bone 2009

Sulsel | Senin, 25 Januari 2021 | 05:00 WIB

Suara Ledakan Buleleng Diduga Dipicu Jatuhnya Asteroid

Suara Ledakan Buleleng Diduga Dipicu Jatuhnya Asteroid

Bogor | Senin, 25 Januari 2021 | 07:05 WIB

Lapan: Diduga Asteroid Picu Suara Ledakan Buleleng

Lapan: Diduga Asteroid Picu Suara Ledakan Buleleng

Tekno | Senin, 25 Januari 2021 | 06:15 WIB

Terkini

3 Rekomendasi HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten, Budget Terbatas Hasil Berkualitas

3 Rekomendasi HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten, Budget Terbatas Hasil Berkualitas

Tekno | Minggu, 28 Juni 2026 | 10:01 WIB

7 Tips Memilih HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten: Budget Terbatas, Hasil Pro!

7 Tips Memilih HP di Bawah 5 Juta untuk Ngonten: Budget Terbatas, Hasil Pro!

Tekno | Minggu, 28 Juni 2026 | 09:05 WIB

3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi

3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:15 WIB

realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming

realme P4 Series Meluncur 2 Juli, HP Gaming Baterai 8000mAh Paling Terjangkau dengan AI Gaming

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:50 WIB

Lenovo x FIFA World Cup 2026 Hadir di Indonesia, Luncurkan Laptop AI Edisi Terbatas

Lenovo x FIFA World Cup 2026 Hadir di Indonesia, Luncurkan Laptop AI Edisi Terbatas

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:00 WIB

Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar

Vivo Y6a Resmi Rilis, Bawa Baterai Jumbo 7.200 mAh dan Spek Gahar

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:30 WIB

Cara Reset HP OPPO: Panduan Lengkap dan Aman untuk Semua Tipe

Cara Reset HP OPPO: Panduan Lengkap dan Aman untuk Semua Tipe

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:40 WIB

Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi

Keamanan Siber Jadi Prioritas Bisnis, ITSEC Asia dan BSSN Perkuat Kesiapan Organisasi

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:38 WIB

4 Trik Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar Tanpa Bantuan Tukang Servis

4 Trik Memperbaiki Kipas Angin Tidak Berputar Tanpa Bantuan Tukang Servis

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:22 WIB

Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Motorola Luncurkan Moto Pad 60 Series untuk Back to School, Harga Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:02 WIB

×