alexametrics

Google Maps Siapkan Fitur "Ramah Lingkungan", Begini Detailnya

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
Google Maps Siapkan Fitur "Ramah Lingkungan", Begini Detailnya
Ilustrasi Google Maps (Shutterstock).

Google Maps akan memberikan rute yang diperkirakan menghasilkan emisi karbon terendah.

Suara.com - Google semakin menegaskan komitmennya untuk lebih peduli pada kondisi lingkungan. Lewat aplikasi Google Maps, perusahaan sedang bersiap memperkenalkan fitur "eco-friendly" atau ramah lingkungan bagi pengguna.

Melalui blog resmi Google, perusahaan menjelaskan bahwa Google Maps akan merekomendasikan rute yang diperkirakan menghasilkan emisi karbon terendah berdasarkan lalu lintas, lereng, kondisi jalan, dan faktor lainnya.

Fitur aplikasi ini akan debut pertama kali di Amerika Serikat serta beberapa negara. Google juga menjelaskan bahwa fitur ramah lingkungan ini juga akan tersedia untuk pengguna global secara bertahap.

"Apa yang kami lihat adalah sekitar setengah dari rute, kami dapat menemukan opsi yang lebih ramah lingkungan dengan pengorbanan waktu yang minimal atau tanpa biaya waktu," kata Russell Dicker, direktur produk Google dikutip dari NDTV.

Baca Juga: Google Assistant Uji Coba Fitur Baru Bisa Simpan dan Temukan Segalanya

Google mengatakan pihaknya memperoleh perkiraan emisi relatif dengan menguji di berbagai jenis kendaraan dan jenis jalan.

Ilustrasi fitur ramah lingkungan di Google Maps. (Google)
Ilustrasi fitur ramah lingkungan di Google Maps. (Google)

Mereka memanfaatkan data yang didapat dari National Renewable Energy Lab (NREL) pemerintah AS. Data mengenai jalan dan kondisi strukturnya diambil dari mobil Street View, citra udara dan satelit.

"Dari Amsterdam hingga Jakarta, kota-kota di seluruh dunia telah menetapkan zona emisi rendah - area yang membatasi kendaraan yang berpolusi seperti mobil diesel tertentu atau mobil dengan stiker emisi khusus - untuk membantu menjaga kebersihan udara. Untuk mendukung upaya ini, kami sedang mengerjakan peringatan untuk membantu pengemudi lebih memahami saat mereka akan menavigasi melalui salah satu zona ini. Anda dapat dengan cepat mengetahui apakah kendaraan Anda diperbolehkan di area tersebut, memilih moda transportasi alternatif, atau mengambil rute lain," tulis Google dalam blog resmi perusahaan, Selasa (30/03/2021).

Fitur Google Maps yang bisa mendeteksi kualitas udara. (Google).
Fitur Google Maps yang bisa mendeteksi kualitas udara. (Google).

Peringatan zona emisi rendah akan diluncurkan pada Juni mendatang di beberapa negara termasuk Jerman, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Inggris baik untuk pengguna Android dan iOS.

Fitur di aplikasi Google Maps tersebut juga akan tersedia pada lebih banyak negara secara bertahap. Jika opsi tersebut diaktifkan, maka akan muncul pilihan "Low Emission Zone on route".

Baca Juga: Aplikasi Berhenti Mendadak, Google Perbarui Webview

Pengguna bisa memilih rute tercepat atau rute tertentu yang dianggap memiliki emisi CO2 lebih sedikit. Fitur ramah lingkungan dari Google Maps sudah dibekali AI atau kecerdasan buatan di mana pengguna juga bisa mengetahui statistik kualitas udara pada tempat yang dituju.

Komentar