Cara Kerja Kapal Selam agar Bisa Terapung, Ini Rahasianya

Rifan Aditya

Sabtu, 24 April 2021 | 11:17 WIB
Cara Kerja Kapal Selam agar Bisa Terapung, Ini Rahasianya
Cara kerja kapal selam - Kapal Selam KRI Nanggala 402 sedang berlayar di Laut Jawa 50 Mil Utara Tuban, Jatim, Selasa (6/5/2014) dalam Latihan Kerjasama Taktis KRI dan Pesawat Udara 2014. [Antara/Eric Ireng]

Suara.com - Kabar mengenai kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak sejak Rabu lalu cukup menghebohkan masyarakat Indonesia. Lalu seperti apa cara kerja kapal selam? Bagaimana kapal selam tenggelam dan mengapung di permukaan air?

Perlu diketahui, Kecelakaan yang menyebabkan hilangnya kendaraan tak cuma sekali ini terjadi. Sebelumnya, selain kapal, pesawat terbang juga sering mengalami kecelakaan kemudian hilang kontak.

KRI Nanggala-402 diperkirakan hilang di bawah permukaan air di perairan Bali. Kapal itu diperkirakan dalam posisi diam. Kapal selam memang memiliki dua fungsi berbeda yaitu berjalan di permukaan dan di bawah permukaan air.

Sistem kapal selam memang dirancang agar bisa berjalan di bawah permukaan air. Bagi yang penasaran berikut cara kerja kapal selam.

Sama seperti jenis kapal lain, kapal selam dapat mengapung karena sistem perpindahan yang dapat membuat air keluar untuk membuat ruang bagi benda yang masuk ke air.

Di dalam hukum fisika, jika ada benda masuk ke air maka akan ada dua tekanan yang mempengaruhinya. Kedua tekanan itu adalah gravitasi dan daya apung. Benda bisa mengapung apabila massa jenisnya kurang dari jumlah air yang berpindah.

Selain massa jenis, kapal selam juga bisa mengendalikan daya apungnya dengan menggunakan peralatan khusus. Kapal selam memiliki tangki khusus yang bisa diubah isinya antara air atau udara.

Saat berada di bawah permukaan tangki akan terisi air, sementara saat mengapung tangki akan terisi udara. Udara berfungsi untuk membuat kapal selam berkurang kepadatannya dibandingkan air di sekeliling kapal. Sebaliknya, saat berada di bawah permukaan, kapal selam memerlukan kepadatan sehingga tangki harus diisi air.

Selain sistem kendaraan, untuk menjaga kru kapal saat berada di bawah permukaan air, kapal selam juga memiliki alat khusus untuk mengatur suhu dan persediaan air bersih. Kapal selam dilengkapi tangki bertekanan yang bisa mengeluarkan oksigen dari dalam kapal.

baca juga

Kapal selam dilengkapi perangkat komputer untuk memantau kebutuhan udara. Perangkat khusus yang disebut scubbers dam dehumidifiers juga disediakan untuk mengeluarkan karbon dioksida serta menyerap uap air.

Adapula kapal selam yang dilengkapi teknologi untuk memisahkan garam dari air laut sehingga airnya dapat dimanfaatkan untuk minum, memasak, dan mandi.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Agar KRI Nanggala Ditemukan Menggema dari Bumi Lahar

Doa Agar KRI Nanggala Ditemukan Menggema dari Bumi Lahar

Bali | Sabtu, 24 April 2021 | 09:37 WIB

Kedalaman Hilangnya Kapal KRI Nanggala-402 Hampir Setinggi Burj Khalifa

Kedalaman Hilangnya Kapal KRI Nanggala-402 Hampir Setinggi Burj Khalifa

Hits | Sabtu, 24 April 2021 | 09:56 WIB

Sudah Lewat 72 Jam, KRI Nanggala-402 Belum Juga Ditemukan

Sudah Lewat 72 Jam, KRI Nanggala-402 Belum Juga Ditemukan

News | Sabtu, 24 April 2021 | 08:54 WIB

Terkini

Gerak-gerik Mencurigakan, 2 Pemuda Langsung Digeledah Warga Rajabasa: Hasilnya Mencengangkan!

Gerak-gerik Mencurigakan, 2 Pemuda Langsung Digeledah Warga Rajabasa: Hasilnya Mencengangkan!

Lampung | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:53 WIB

6 Fakta Tawuran 400 Anggota Gangster di Cibinong, Hingga Rudy Susmanto Turun Tangan Jam 3 Pagi

6 Fakta Tawuran 400 Anggota Gangster di Cibinong, Hingga Rudy Susmanto Turun Tangan Jam 3 Pagi

Bogor | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:52 WIB

Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran

Gaji Tentara AL Dipotong untuk Anggaran Perang AS - Iran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:52 WIB

Nahdliyin Kebumen di Muktamar NU: Jangan Jadi Pemimpin yang Berjarak dengan Umat

Nahdliyin Kebumen di Muktamar NU: Jangan Jadi Pemimpin yang Berjarak dengan Umat

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:51 WIB

Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum

Praperadilan Ditolak, Tim Febrie Adriansyah Ungkap Catatan untuk Penegak Hukum

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:47 WIB

Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini

Jalur Rel Dipadati Pendemo, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Kena Imbas Pagi Ini

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:46 WIB

Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!

Khofifah: Muktamar NU Harus Jadi Momentum Perkuat Soliditas!

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:44 WIB

Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia

Rumor Panas! Persib Boyong Luka Modric? Igor Tolic: Masih Ada Tempat untuk Dia

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:42 WIB

KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional

KRL Lintas Tanah Abang Masih Berpotensi Alami Penyesuaian Operasional

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:40 WIB

Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU

Seribu Halaman LPj Gus Yahya dan Taruhan Besar Abad Kedua NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:40 WIB

×