alexametrics

NASA Putar Otak Cara Mencuci Pakaian di Luar Angkasa

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
NASA Putar Otak Cara Mencuci Pakaian di Luar Angkasa
Ilustrasi stasiun luar angkasa internasional (ISS) [Shutterstock).

Alih-alih menumpuk cucian kotor dan membuat aroma tak sedap di dalam pesawat luar angkasa.

Suara.com - NASA sedang mencari cara bagaimana para astronot bisa mencuci pakaian di luar angkasa.

Langkah ini diambil, alih-alih menumpuk cucian kotor dan membuat aroma tak sedap di dalam pesawat luar angkasa.

Karena itu, NASA bekerja sama dengan Procter & Gamble (P&G), mengirim deterjen Tide ke luar angkasa pada akhir tahun ini.

Mereka mencari cara membersihkan ratusan pon pakaian astronot yang kotor.

Baca Juga: NASA Gagal Perbaiki Teleskop Hubble, Akhir dari Masa Pakainya?

Badan antariksa tersebut mengatakan bahwa astronot yang berolahraga dua jam sehari, membutuhkan sekitar 150 pon pakaian setahun saat berada di luar angkasa.

Mengatasi bagaimana cara membersihkan pakaian kotor tidak hanya akan berdampak di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), tetapi juga pada misi potensial ke Mars.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Dalam percobaan awal, P&G akan mengirim deterjen ramah luar angkasa ke ISS pada Desember, untuk melihat bagaimana deterjen itu bertahan selama enam bulan tanpa gravitasi.

Dilansir dari New York Post, Rabu (23/6/2021), dalam jangka panjang, perusahaan juga sedang membuat perangkat mesin cuci, sekaligus pengering yang dapat digunakan di Bulan atau Mars.

Diharapkan di masa depan, para astronot dapat mencuci menggunakan mesin tersebut dengan sedikit air dan deterjen.

Baca Juga: Hubble Temukan Galaksi Misterius, Punya Lubang Hitam Tersembunyi

Komentar