alexametrics

OnlyFans Larang Konten Pornografi Mulai Oktober

Liberty Jemadu
OnlyFans Larang Konten Pornografi Mulai Oktober
OnlyFans melarang konten pornografi mulai Oktober 2021. Foto: Akun resmi media sosial OnlyFans di Instagram. [Instagram/Onlyfans]

OnlyFans melarang konten pornografi mulai Oktober, tetapi masih akan mengizinkan foto atau video telanjang.

Suara.com - OnlyFans, media sosial berbasis di Inggris yang terkenal dengan konten-konten dewasa, mengumumkan akan melarang materi-materi pornografi mulai Oktober mendatang.

Dalam pengumuman yang disampaikan Kamis (19/8/2021), OnlyFansi mengatakan akan melarang kreator mengunggah konten-konten seksual di situsnya. Tetapi para kreator masih boleh memposting foto atau video telanjang, asalkan sesuai dengan syarat dan ketentuan media sosial tersebut.

Popularitas OnlyFans meledak dalam sejak 2020 lalu, sejak pandemi Covid-19 mengurung mayoritas orang di dunia. Platform ini digunakan oleh musisi, fotografer, dan seniman lain termasuk para pekerja seks komersial untuk menjual karya-karya mereka.

Sejauh ini, demikian dilansir dari Bloomberg, OnlyFans telah memiliki lebih dari 130 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Stres Jadi Tersangka, Dinar Candy Tak Boleh Sakit karena Harus Gaji Karyawan

Tetapi meningkatnya popularitas membuat OnlyFans berada di posisi sulit. Ia tadinya dibangun untuk menjadi forum bagi para musisi, instruktur fitnes, dan chef atau jurutama masak.

Tetapi belakangan media sosial tersebut semakin banyak digunakan oleh para pekerja seks untuk menjual foto telanjang dan bahkan video porno, yang menggambarkan hubungan seksual.

Perubahan kini diperlukan karena OnlyFans mendapat banyak tekanan dari para mitra bisnisnya yang menilai media sosial tersebut kini semakin mirip situs pornografi. Selain itu OnlyFans juga sedang berupaya memperoleh investasi dengan valuasi di atas 1 miliar dolar Amerika Serikat.

"Untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang platform dan agar bisa terus menjadi tuan rumah bagi komunitas kreator dan penggemar, kami harus mengubah kebijakan konten," kata OnlyFans yang kini dipimpin oleh pendirinya, Tim Stokely dan Leonid Radvinsky.

OnlyFans tadinya dipuji karena dinilai memberikan tempat yang lebih aman bagi para pekerja seks komersial. Alasannya karena platform tersebut menyerahkan kendali atas konten kepara para kreator.

Baca Juga: 7 Artis Tersandung Kasus Pornografi, Dinar Candy Jadi Tersangka usai Berbikini di Jalan

Pada 2020 lalu OnlyFans meraup pendapatan lebih dari 2 miliar dolar AS dan tahun ini diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Komentar