OnlyFans Larang Konten Pornografi Mulai Oktober

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 20 Agustus 2021 | 12:26 WIB
OnlyFans Larang Konten Pornografi Mulai Oktober
OnlyFans melarang konten pornografi mulai Oktober 2021. Foto: Akun resmi media sosial OnlyFans di Instagram. [Instagram/Onlyfans]

Suara.com - OnlyFans, media sosial berbasis di Inggris yang terkenal dengan konten-konten dewasa, mengumumkan akan melarang materi-materi pornografi mulai Oktober mendatang.

Dalam pengumuman yang disampaikan Kamis (19/8/2021), OnlyFansi mengatakan akan melarang kreator mengunggah konten-konten seksual di situsnya. Tetapi para kreator masih boleh memposting foto atau video telanjang, asalkan sesuai dengan syarat dan ketentuan media sosial tersebut.

Popularitas OnlyFans meledak dalam sejak 2020 lalu, sejak pandemi Covid-19 mengurung mayoritas orang di dunia. Platform ini digunakan oleh musisi, fotografer, dan seniman lain termasuk para pekerja seks komersial untuk menjual karya-karya mereka.

Sejauh ini, demikian dilansir dari Bloomberg, OnlyFans telah memiliki lebih dari 130 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Tetapi meningkatnya popularitas membuat OnlyFans berada di posisi sulit. Ia tadinya dibangun untuk menjadi forum bagi para musisi, instruktur fitnes, dan chef atau jurutama masak.

Tetapi belakangan media sosial tersebut semakin banyak digunakan oleh para pekerja seks untuk menjual foto telanjang dan bahkan video porno, yang menggambarkan hubungan seksual.

Perubahan kini diperlukan karena OnlyFans mendapat banyak tekanan dari para mitra bisnisnya yang menilai media sosial tersebut kini semakin mirip situs pornografi. Selain itu OnlyFans juga sedang berupaya memperoleh investasi dengan valuasi di atas 1 miliar dolar Amerika Serikat.

"Untuk memastikan keberlangsungan jangka panjang platform dan agar bisa terus menjadi tuan rumah bagi komunitas kreator dan penggemar, kami harus mengubah kebijakan konten," kata OnlyFans yang kini dipimpin oleh pendirinya, Tim Stokely dan Leonid Radvinsky.

OnlyFans tadinya dipuji karena dinilai memberikan tempat yang lebih aman bagi para pekerja seks komersial. Alasannya karena platform tersebut menyerahkan kendali atas konten kepara para kreator.

Baca Juga: Stres Jadi Tersangka, Dinar Candy Tak Boleh Sakit karena Harus Gaji Karyawan

Pada 2020 lalu OnlyFans meraup pendapatan lebih dari 2 miliar dolar AS dan tahun ini diperkirakan meningkat lebih dari dua kali lipat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI