facebook

Esports Academy ID Bukan untuk Saingi Garudaku dari PBESI

Liberty Jemadu
Esports Academy ID Bukan untuk Saingi Garudaku dari PBESI
Esports Academy ID dan KONI meneken komitmen pengembangan pendidikan esports Indonesia lewat inisiatif Esports Untuk Semua pada Kamis (13/1/2022). [Suara.com/Dicky Prastya]

Hubungan Esports Academy ID dengan PBESI disebut bak SSB dengan PSSI.

Suara.com - PT Edukasi Atlit Internet Digital (EAID) atau Esports Academy ID baru saja menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk pengembangan pendidikan esports di Indonesia.

Meski demikian Esports Academy ID mengaku tidak akan jadi pesaing Garudaku yang dijadikan platform resmi esports oleh Pengurus Besar Esports Indonesia atau PBESI.

"Kami niatnya memang berjalan secara individual ya. Seperti olahraga pada umumnya, kan enggak semua ikut nasional," kata Founder dan CEO EAID, Arza Djatmika dalam konferensi pers virtual, Kamis (13/1/2022).

Arza mencontohkan seperti halnya olahraga sepakbola yang memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB) dari pihak swasta. Apabila lulusan SSB mau ditarik ke ajang nasional oleh PBESI, maka itu bisa saja dipersilakan.

Baca Juga: Esports Academy ID Gandeng KONI untuk Kembangkan Pendidikan Esports

"Karena itu kan juga prestasi untuk anak-anak didik kami. Kalau mereka bisa dikirim ke nasional oleh PBESI, ya kami ikut bangga. Itu adalah suatu kebanggaan dari kami untuk bisa mendidik mereka bisa sampai ke sana," tambah Arza.

Founder EAID lainnya, Edho Zell juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, Esports Academy ID bisa bekerja sama dengan semua instansi yang bergerak di esports, termasuk PBESI.

"Kami sih berharapnya bisa bersinergi dengan semua instansi, teman-teman yang punya visi sama untuk membangun atlet esports, ekonomi industri esports. Siapapun itu, baik PBESI ataupun perusahaan swasta lain," kata Edho yang juga dikenal sebagai kreator konten ini.

Edho menjelaskan, Esports ID sendiri pertama kali dikenalkan pada 2020. Awalnya, platform tersebut didirikan atas dasar kecintaan dengan esports.

Ia mengaku kalau dirinya dan Arza memiliki keresahan yang sama, di mana Indonesia memiliki prestasi esports luar biasa, tetapi seringkali punya stigma negatif.

Baca Juga: PBESI: Potensi Tim Esports Perempuan di Indonesia Tumbuh Pesat

"Jadi dari keresahan itu, kami sama-sama bikin pendidikan yang baik. Sehingga anak-anak muda yang mau terjun ke dunia espsorts, punya panduan tahap demi tahap," papar Edho.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar