5 Fenomena Langit Menarik, Masuk Februari 2022

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 05 Februari 2022 | 09:16 WIB
5 Fenomena Langit Menarik, Masuk Februari 2022
Ilustrasi fenomena langit. [Shutterstock]

Suara.com - Setiap bulan akan selalu ada fenomena langit yang pernah terjadi, entah dapat terlihat dengan jelas atau tidak.

Pada Januari 2022 sebelumnya telah terjadi fenomena Bumi di perihelion, konjungsi Bulan dan Jupiter, Bulan purnama, hingga konjungsi Bulan dan Mars.

Februari 2022 pun tidak kalah dengan peristiwa menarik lainnya. Dilansir dari In The Sky, Sabtu (5 Februari 2022), berikut ini lima peristiwa langit menarik yang akan terjadi:

1. Pendekatan Bulan dan Uranus

Pengamat di Bumi dapat melihat fenomena di mana Bulan dan Uranus akan tampak berdekatan di langit malam pada 8 Februari.

Kedua objek tersebut akan berada pada jarak 1 derajat dan dapat diamati sekitar pukul 18:29 WIB ketika ketinggiannya berada pada 61 derajat di atas ufuk barat laut.

Pendekatan Bulan dan Uranus. [In the Sky]
Pendekatan Bulan dan Uranus. [In the Sky]

Bulan dan Uranus akan tenggelam menuju cakrawala pada pukul 23:08 WIB.

Pada saat itu, Bulan akan berada di mag -11,7 dan Uranus akan berada di mag 5,8. Kedua objek tersebut akan terletak di konstelasi Aries.

2. Hujan meteor Alpha Centaurid

baca juga

Hujan meteor Alpha Centaurid aktif mulai dari 28 Januari hingga 21 Februari, tapi puncak hujan meteor akan terjadi pada 8 Februari.

Selama periode ini, pengamat bisa melihat hujan meteor Alpha Centaurid di konstelasi Centaurus, tepatnya di dekat bintang Hadar.

Pengamatan dapat dimulai pada pukul 21:54 WIB saat titik pancarannya naik di atas ufuk timur.

Akan tetap aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05:32 WIB dengan titik pancaran tertinggi di langit pada pukul 05:00 WIB.

Pada puncaknya, diperkirakan akan ada sekitar tiga hingga enam meteor per jam.

Untuk mendapatkan pengalaman melihat hujan meteor terbaik, pengamat harus berada di lokasi yang bebas dari polusi cahaya dan dalam keadaan cuaca cerah.

3. Waktu terbaik mengamati Venus

Planet Venus. [NASA]
Planet Venus. [NASA]

Pada 9 Februari, Venus akan mencapai puncak kecerahannya sehingga itu merupakan waktu terbaik bagi pengamat untuk melihat Venus.

Pengamat bisa mulai mengamati Venus pada 20:41 WIB ketika kecerahannya mencapai minus (-) 4,8. Planet tersebut akan tampak sangat terang dalam pandangan mata telanjang.

Meski begitu, jika pengamat ingin melihat detail planet, pengamat masih harus menggunakan teleskop dengan pembesaran minimum 255 kali.

Orbit Venus terletak lebih dekat ke Matahari daripada Bumi, yang membuatnya selalu tampak dekat dengan Matahari dan sering hilang dalam sorotan bintang.

Hal ini dapat diamati selama beberapa bulan setiap kali mencapai pemisahan terbesar dari Matahari, momen yang disebut sebagai elongasi terbesar.

Penampakan ini berulang sekitar sekali setiap 1,6 tahun.

Pada kesempatan ini, Venus akan terlihat sangat terang dan mencolok sehingga menjadi objek paling terang di langit setelah Matahari dan Bulan.

4. Bulan Purnama Snow Moon

Bulan akan mencapai fase penuh pada 16 Februari sekitar pukul 23:56 WIB.

Pada Bulan Purnama Februari, Bulan akan disebut sebagai Snow Moon.

Ilustrasi Bulan purnama langka di tahun 2017. (NASA)
Ilustrasi Bulan Purnama. (NASA)

Praktek ini merujuk pada Farmers' Almanac di Amerika Serikat yang telah dipopulerkan dalam beberapa dekade terakhir.

Nama-nama yang digunakan oleh almanak itu diklaim memiliki asal-usul kuno dari suku-suku asli Amerika.

Bulan Purnama Februari disebut sebagai Snow Moon karena lebih banyak salju yang turun selama bulan ini daripada bulan lainnya di musim dingin.

Saat mencapai fase penuh, Bulan akan berada di konstelasi Leo dan terletak pada jarak 391.000 km dari Bumi.

5. Segitiga Bulan, Mars, dan Venus

Bulan akan berbagi kenaikan yang sama dengan Mars dan Venus pada 27 Februari mendatang. Bulan akan berada pada jarak 3 derajat dari Mars dan 8 derajat dari Venus.

Bulan, Venus, dan Mars dapat mulai diamati pada pukul 02:54 WIB dan mencapai ketinggian 39 derajat untuk Venus dan 37 derajat untuk Mars di atas ufuk timur, sebelum menghilang dari pandangan pada pukul 05:43 WIB.

Segitiga Bulan, Mars, dan Venus. [In the Sky]
Segitiga Bulan, Mars, dan Venus. [In the Sky]

Pada saat itu, ketiganya akan berada di konstelasi Sagitarius.

Mars dapat dengan mudah dibedakan dari Venus karena memiliki cahaya yang lebih merah. Tak hanya itu, Mars juga akan terlihat lebih redup daripada Venus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Fenomena Blue Moon yang Diperkirakan akan Terjadi Pada 22 Agustus 2021

Mengenal Fenomena Blue Moon yang Diperkirakan akan Terjadi Pada 22 Agustus 2021

Your Say | Sabtu, 21 Agustus 2021 | 08:06 WIB

Jangan Lewatkan! Saksikan Bulan Purnama Blue Moon Minggu Ini

Jangan Lewatkan! Saksikan Bulan Purnama Blue Moon Minggu Ini

Tekno | Kamis, 19 Agustus 2021 | 11:00 WIB

Jangan Terlewat, Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Orionid

Jangan Terlewat, Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Orionid

Tekno | Senin, 16 Agustus 2021 | 08:20 WIB

Jangan Terlewat! Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Perseid Besok

Jangan Terlewat! Ini Cara Saksikan Hujan Meteor Perseid Besok

Tekno | Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:47 WIB

Hujan Meteor Perseid Bisa Dinikmati 12 - 13 Agustus di Indonesia

Hujan Meteor Perseid Bisa Dinikmati 12 - 13 Agustus di Indonesia

Tekno | Selasa, 10 Agustus 2021 | 20:24 WIB

Masuk Agustus 2021, Ada Dua Kali Hujan Meteor dan Bulan Purnama Sturgeon

Masuk Agustus 2021, Ada Dua Kali Hujan Meteor dan Bulan Purnama Sturgeon

Tekno | Selasa, 03 Agustus 2021 | 09:15 WIB

Terkini

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 19:47 WIB

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 17:25 WIB

5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan

5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam

Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:47 WIB

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:15 WIB

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:58 WIB

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:42 WIB

Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad

Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:35 WIB

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 13:52 WIB

8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan

8 HP Fast Charging Termurah 2026, Isi Daya Ngebut Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 13:16 WIB

×