Pengurutan genom virus mengonfirmasi bahwa kucing dan ketiga orang tersebut terinfeksi dengan versi virus yang identik.
"Urutan genom Covid-19 identik yang diperoleh dari pasien A dan urutan yang berasal dari kucing serta kedua pemiliknya menunjukkan bahwa infeksi mereka terkait secara epidemiologis," tulis para ilmuwan dalam penelitian, dikutip dari Independent, Kamis (30/6/2022).
Kucing diketahui rentan terhadap Covid-19. Karena kucing yang terinfeksi, memiliki masa inkubasi dan masa tertular yang relatif singkat.
Kucing ini mungkin tertular infeksi Covid-19 tidak lebih dari seminggu sebelum kemungkinan menularkannya ke dokter hewan.
"Singkatnya, kami telah memberikan bukti bahwa kucing dapat menularkan infeksi Covid-19 ke manusia," tambah para ilmuwan dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases.

Namun, dia menambahkan, kejadian metode penularan ini relatif jarang terjadi.
Dalam laporan terpisah, Dr Scott Weese, dokter hewan penyakit menular di University of Guelph, mengatakan bahwa penelitian tersebut membuat kasus yang kuat untuk penularan Covid-19 dari kucing ke manusia.