"One Piece Red" Dapat Review Buruk di Jepang, Kok Bisa?

RR Ukirsari Manggalani
"One Piece Red" Dapat Review Buruk di Jepang, Kok Bisa?
One Piece Red (Tangkapan Layar/onepiece-film.jp)

Di antara kekecewaan penonton adalah adanya unsur musik yang berkepanjangan.

Suara.com - Belakangan ini, penggemar One Piece dikejutkan adanya film "One Piece Red". Film mengisahkan Bajak Laut Topi Jerami dan Luffy yang pergi ke sebuah festival musik.

Festival tersebut terletak di Pulau Musik Elegia yang menjadi lokasi konser diva terbesar di dunia.

Uta, merupakan diva paling menakjubkan di sebuah pulau musik tersebut. Selain itu film ini juga bercerita banyak tentang Shanks.

Ilustrasi tokoh One Piece Red - one piece red kapan tayang di indonesia (Pixabay)
Ilustrasi tokoh One Piece Red (Pixabay)

Pada 6 Agustus 2022, film ini sudah rilis di teater Jepang. Namun anehnya para penggemar justru memberikan rating dan review buruk.

Baca Juga: Daftar Nama Karakter Anime One Piece, Ngaku Penggemar Wajib Tahu!

Tercatat hampir 25 persen penggemar memberikan bintang satu setelah menonton film One Piece Red.

Kecilnya rating yang diberikan para penggemar One Piece tentunya berbanding terbalik dengan kesuksesan film yang baru tayang dua hari ini.

Bagaimana tidak, One Piece Red baru tayang dua hari namun sudah memecahkan rekor.

One Piece Red juga berhasil memecahkan rekor pendapatan kotor tertinggi dalam franchise One Piece pada akhir pekan pembukaannya.

Lalu apa yang melatarbelakangi film "One Piece Red" mendapatkan rating rendah dan review negatif?

Baca Juga: Spoiler One Piece 1057: Mengharukan, Perpisahan Luffy dengan Momonosuke dan Kinemon

Seperti informasi dari Anime Senpai, pengguna Twitter @ightning446 mengatakan bahwa One Piece Film: Red memiliki terlalu banyak musik yang membuat penggemar sedikit kecewa.

Diketahui, film ini memiliki total tujuh lagu yang membuat para penggemar bosan mendengarnya.

Kini One Piece Red mendapat rating 3/5 dengan total 10.000 orang di situs review film populer Jepang.

Seorang penggemar bernama Eida mengatakan bahwa film tersebut memiliki terlalu banyak musik sehingga tidak sesuai dengan cerita.

Penggemar lain juga mengatakan bahwa 40 menit terlalu lama hanya untuk mendengarkan Ado bernyanyi.

Sebagai informasi, Ado adalah penyanyi Jepang berusia 19 tahun yang cukup populer di kalangan anak muda.

Namun, setiap lirik yang diucapkan Ado dianggap kasar, yang membuat orang tua tidak menyukainya.

Alasan lain di balik ulasan negatif film ini adalah terungkapnya kekuatan Shanks dan krunya yang dianggap sebagai alat untuk memikat penggemar untuk menonton.

Bahkan kekuatan baru Luffy ditampilkan lebih awal daripada di Manga.

Ini yang membuat One Piece Red dianggap sangat mengecewakan penggemarnya.

Damai Lestari

Komentar