Usai Heboh Peretasan GTA VI, Hacker Gunakan Bagian Bantuan 2K Games Kirim Malware ke Gamers

Dythia Novianty Suara.Com
Jum'at, 23 September 2022 | 06:05 WIB
Usai Heboh Peretasan GTA VI, Hacker Gunakan Bagian Bantuan 2K Games Kirim Malware ke Gamers
Ilustrasi main game. [Pixabay]

Suara.com - Peretas (hacker) menargetkan industri game minggu ini  dan tampaknya berfokus pada perusahaan yang terkait dengan Take-Two Interactive.

Belum lama inu, penerbit game 2K Games memberi tahu publik bahwa "pihak ketiga yang tidak sah" telah meretas platform bantuannya dan menggunakannya untuk mengirim tautan berbahaya ke pelanggan.

Pengungkapan itu terjadi hanya satu hari setelah Rockstar mengonfirmasi bahwa rekaman pengembangan dari GTA VI dicuri dan dibocorkan hacker yang telah membobol jaringannya dan mengunduh data rahasia.

Tidak ada tanda (belum) bahwa peretasan 2K terkait dengan pelanggaran sebelumnya terhadap Rockstar, tetapi Rockstar dan 2K dimiliki oleh Take-Two Interactive, menjadi catatan buruk pada keamanan perusahaan induk.

2K Games adalah penerbit sejumlah waralaba populer di seluruh genre olahraga, penembak, dan aksi, termasuk Borderlands, BioShock, Civilization, seri NBA 2K dan WWE 2K.

Secara kolektif, game-game ini telah terjual ratusan juta unit.

Ilustrasi GTA V. [Rockstar Games]
Ilustrasi GTA V. [Rockstar Games]

Dengan basis pemain yang besar, ini adalah masalah besar ketika salah satu saluran informasi tepercaya perusahaan — dalam hal ini, bagian bantua, dioperasikan melalui Zendesk — diretas.

Menurut laporan dari Bleeping Computer, dilansir laman The Verge, Jumat (23/9/2022), sejumlah pelanggan 2K menerima email yang berasal dari bagian bantuan Zendesk yang belum mereka buat.

Terlampir pada email adalah file zip yang berisi program yang dapat dieksekusi, diberi label sebagai peluncuran baru untuk game 2K.

Baca Juga: Serangan Siber Jarak Jauh Masih Jadi Favorit Hacker, 16.003 Akses Tereksploitasi

Namun, sebenarnya ini berisi malware pencuri informasi yang dikenal sebagai RedLine.

Malware RedLine yang dikirim ke pelanggan biasanya dijual di dark web dan mampu menemukan dan mengirimkan berbagai data sensitif, seperti kata sandi browser yang disimpan, detail login akun email, informasi dompet cryptocurrency, informasi kartu kredit, dan banyak lagi. .

Pada April lalu,  penelitian dari Bitdefender mengidentifikasi lebih dari 10.000 serangan menggunakan RedLine.

Sejauh ini, 2K belum memberikan informasi tambahan tentang jumlah pelanggan yang mungkin terpengaruh.

Akun Twitter perusahaan belum memosting pembaruan lebih lanjut.

Per detail yang dibagikan di tweet awal, bagian bantuan akan tetap offline sementara perusahaan menangani situasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI