Mengenal Fenomena Solstis yang Viral di TikTok, Benarkah 21 Desember Tak Boleh Keluar Malam?

Rifan Aditya

Rabu, 14 Desember 2022 | 11:00 WIB
Mengenal Fenomena Solstis yang Viral di TikTok, Benarkah 21 Desember Tak Boleh Keluar Malam?
Mengenal Fenomena Solstis yang Viral di TikTok, Benarkah 21 Desember Tak Boleh Keluar Malam? - Pemandangan matahari terbenam dan Patung Liberty dari sisi Brooklyn di New York, Amerika Serikat pada 16 Juni 2020. [Foto/Anadolu Agency]

Suara.com - Fenomena Solstis Desember tengah ramai diperbincangkan di media sosial TikTok. Banyak warganet yang mengklaim bahwa solstis adalah fenomena antariksa yang berbahaya dan tidak disarankan keluar malam pada 21 Desember 2022 nanti. Benarkah demikian?

Narasi viral di media sosial yang menyebut bahwa fenomena Solstis Desember itu berbahaya adalah klaim yang keliru. Sebab, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) telah menegaskan fenomena Solstis tidak berbahaya.

Fenomena Solstis Desember adalah peristiwa antariksa yang setiap tahun berlangsung dan dikenal sebagai titik balik matahari. Fenomena antariksa ini hanya mempengaruhi perubahan musim saja.

Mari mengenal fenomena Solstis Desember lebih lengkap agar tidak salah paham dengan informasi yang beredar.

Pengertian Solstis

Ilustrasi Matahari Menyinari Bumi. (pixabay.com)
Ilustrasi Matahari Menyinari Bumi. (pixabay.com)

Solstis adalah fenomena yang juga disebut dengan titik balik matahari. Fenomena ini disebabkan oleh kemiringan sumbu Bumi pada sudut 23,5 derajat terhadap bidang orbitnya mengelilingi Matahari.

Alhasil, ketika pada puncak orbitnya, bagian Bumi utara dan selatan bisa mendapat sinar matahari dengan durasi yang berbeda. Dalam setahun Solstis terjadi dua kali, yaitu bulan Juni dan Desember.

Dikutip dari edusainsa.brin.go.id, Solstis Juni atau titik balik Matahari di bulan Juni adalah ketika Matahari berada paling utara dari ekuator saat tengah hari.

Sementara Solstis Desember atau titik balik Matahari di bulan Desember adalah ketika Matahari berada paling selaran dari ekuator saat tengah hari.

baca juga

Kapan Terjadi Fenomena Solstis?

Ilustrasi matahari terbit. (Shutterstock)
Ilustrasi matahari terbit. (Shutterstock)

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Solstis Juni terjadi antara tanggal 20-21 Juni setiap tahun. Sementara Solstis Desember berlangsung pada 20-21 Desember.

Ada kemungkinan jadwal fenomena Solstis ini mengalami pergeseran. Namun periode pergeserannya membutuhkan waktu ratusan hingga ribuan tahun.

Data BRIN menjelaskan bahwa 9250 SM, Solstis Juni terjadi 19 Juni dan Solstis Desember terjadi 18 Desember. Lalu 1250 M, Solstis Juni terjadi 22 Juni dan Solstis Desember pada 22 Desember.

Dampak Fenomena Solstis di Indonesia

Lantas apa dampak fenomena Solstis di Indonesia? Bagi negara yang berada di sepanjang garis khatulistiwa atau ekuator, seperti Indonesia, tidak akan banyak berdampak.

Namun bagi negara-negara di belahan bumi Utara dan Selatan akan merasakan perbedaan durasi malam dan siang yang sangat signifikan.

Misalnya kota Hamburg (Jerman) yang berada di belahan Bumi utara ketika terjadi Solstis Juni akan mengalami siang hari selama 17 jam. Namun saat Solstis Desember siang hari di sana hanya 7,5 jam.

Pada saat yang sama, bisa terjadi hal yang berkebalikan bagi wilayah Bumi selatan, seperti kota Melbourne (Australia). Saat Solstis Juni, siang hari di Melbourne justru hanya 9,5 jam. Tapi ketika Solstis Desember di sana durasi siang hari mencapai 15,25 jam.

Sehingga perubahan empat musim di negara-negara ini bisa berbeda dari sebelumnya.

Indonesia, perbedaan siang hari pada Solstis Juni dan Solstis Desember tidak terlalu signifikan. Berikut ini daftarnya mengutip dari situs BRIN:

Kupang

  • Solstis Juni: siang hari 11,5 jam
  • Solstis Desember: siang hari 12,75 jam

Pulau Jawa

  • Solstis Juni: siang hari 11,65-11,75 jam
  • Solstis Desember: siang hari 12,55-12,45 jam

Pontianak

  • Solstis Juni: siang hari 12,1 jam
  • Solstis Desember: siang hari 12,1 jam

Sabang

  • Solstis Juni: siang hari 12,5 jam
  • Solstis Desember: siang hari 11,8 jam

Nah, fenomena Solstis Desember di Indonesia ini hanya berpengaruh terhadap musim hujan saja. Sehingga tidak berbahaya. Klaim larangan keluar malam itu pun tidak benar karena fenomena Solstis Desember.

Sekian penjelasan lengkap tentang fenomena Solstis Desember yang viral di media sosial dan akan terjadi pada 21 Desember 2022 nanti.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sunburn saat Langit Mendung Apakah Mungkin? Ini Penjelasannya!

Sunburn saat Langit Mendung Apakah Mungkin? Ini Penjelasannya!

Your Say | Selasa, 06 Desember 2022 | 17:55 WIB

Bunga Matahari Jadi Lalapan, Aksi Mukbang Wanita Ini Bikin Kaget

Bunga Matahari Jadi Lalapan, Aksi Mukbang Wanita Ini Bikin Kaget

Lifestyle | Jum'at, 18 November 2022 | 12:04 WIB

Cuaca Sumsel Berawan, Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Ini

Cuaca Sumsel Berawan, Potensi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Ini

Sumsel | Rabu, 16 November 2022 | 09:24 WIB

Terjadi Hari Ini, Kenali Fenomena Solstis Juni 2022

Terjadi Hari Ini, Kenali Fenomena Solstis Juni 2022

Tekno | Selasa, 21 Juni 2022 | 12:40 WIB

Sambut Solstis Bulan Juni, Ribuan Orang Penuhi Stonehenge

Sambut Solstis Bulan Juni, Ribuan Orang Penuhi Stonehenge

Lifestyle | Jum'at, 21 Juni 2019 | 17:00 WIB

Google Rayakan Solstis Desember 2018 Lewat Doodle

Google Rayakan Solstis Desember 2018 Lewat Doodle

Tekno | Jum'at, 21 Desember 2018 | 16:41 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×