Penyebab Cuaca Panas di Indonesia Baru-baru Ini, Berikut Penjelasan BMKG

M Nurhadi

Kamis, 27 April 2023 | 09:22 WIB
Penyebab Cuaca Panas di Indonesia Baru-baru Ini, Berikut Penjelasan BMKG
sampai kapan cuaca panas di Indonesia (wirestock/Freepik)

Suara.com - Indonesia telah mengalami suhu panas selama beberapa hari terakhir, di mana suhu panas atau cuaca panas tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Kira-kira, apa saja penyebab cuaca panas di Indonesia?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, setidaknya ada lima hal yang menjadi penyebab cuaca panas di Indonesia. Melalui akun Instagramnya, BMKG menyampaikan bahwa penyebab pertama suhu panas di Indonesia sebagai berikut:

1. Penyebab cuaca panas di Indonesia yang pertama adalah dinamika atmosfer yang tidak biasa.

2. Selain itu, saat ini juga sedang terjadi gelombang panas di wilayah Asia.

3. Penyebab ketiga adalah adanya tren pemanasan global dan perubahan iklim: gelombang panas 'heatwave' semakin berisiko berpeluang terjadi 30 kali lebih sering.

4. Lalu penyebab yang keempat adalah dominasi monsun Australia: Indonesia memasuki musim kemarau.

5. Dan penyebab kelima adalah intensitas maksimum radiasi matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan. Suhu di Indonesia tercatat paling panas, yaitu mencapai angka 37,2 derajat Celsius, terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel).

Kendati mengalami suhu panas, BMKG menegaskan bahwa suhu panas yang terjadi di Indonesia bukanlah gelombang panas, di mana hal itu diungkapkan melalui akun Instagram resmi @infobmkg.

"Indonesia tidak mengalami gelombang panas, tetapi suhu maksimum udara permukaan juga tergolong panas", tulis BMKG pada Minggu (23/4/2023).

baca juga

Kira-kira, apa alasan BMKG menyebutkan Indonesia tidak mengalami gelombang panas? Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menegaskan bahwa Indonesia tidak mengalami gelombang panas seperti negara-negara Asia lainnya. Suhu panas di Indonesia disebabkan oleh gerak semu Matahari, siklus yang terjadi setiap tahun.

Diketahui, gelombang panas yang dikaitkan dengan suhu panas di Indonesia telah dialami juga oleh sejumlah negara selama beberapa hari ke belakang. Gelombang panas sudah melanda China, Bangladesh, Laos, Myanmar, India, termasuk juga Thailand.

Suatu wilayah dapat dikategorikan mengalami gelombang panas, setidaknya ada 2 kriteria yang digunakan, yaitu karakteristik fenomena dan indikator statistik suhu kejadian. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya:

1. Karakteristik fenomena: gelombang panas biasanya terjadi di wilayah yang berada di lintang tengah dan tinggi, baik di belahan Bumi bagian Utara maupun Selatan. Selain itu, gelombang panas juga terjadi di wilayah geografis yang memiliki atau berdekatan dengan massa daratan dengan luasan yang besar atau wilayah kontinental atau subkontinental. Sementara Indonesia di terletak di wilayah ekuator dengan kondisi geografis kepulauan yang dikelilingi perairan luas.

2. Indikator statistik suhu kejadian, yaitu gelombang panas dalam ilmu cuaca dan iklim didefinisikan sebagai periode cuaca dengan kenaikan suhu panas tidak biasa di mana fenomena tersebut setidaknya berlangsung selama 5 hari atau lebih secara berturut-turut. Tidak hanya itu saja, fenomena cuaca juga digunakan sebagai kriteria untuk menilai apakah gelombang panas sudah terjadi. Dalam hal ini, suatu wilayah harus mencatat suhu maksimum harian hingga melebihi ambang batas statistik, misalnya 5 derajat Celsius lebih panas dari rata-rata klimatologis suhu maksimum.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hawa Panas Melanda, Terapkan 5 Tips Ini agar Tubuh Tak Mengalami Dehidrasi

Hawa Panas Melanda, Terapkan 5 Tips Ini agar Tubuh Tak Mengalami Dehidrasi

Your Say | Kamis, 27 April 2023 | 09:08 WIB

Prakiraan Cuaca 27 April 2023 di Jabar, BMKG Minta Masyarakat Waspada Ini

Prakiraan Cuaca 27 April 2023 di Jabar, BMKG Minta Masyarakat Waspada Ini

Purwasuka | Kamis, 27 April 2023 | 08:16 WIB

Tips Hadapi Cuaca Panas Ekstrem dari Kemenkes, Jangan Minum Kafein!

Tips Hadapi Cuaca Panas Ekstrem dari Kemenkes, Jangan Minum Kafein!

Lifestyle | Kamis, 27 April 2023 | 08:45 WIB

Rentan Terjadi saat Cuaca Panas, Ketahui 3 Cara Mengatasi Heatstroke

Rentan Terjadi saat Cuaca Panas, Ketahui 3 Cara Mengatasi Heatstroke

Your Say | Kamis, 27 April 2023 | 08:07 WIB

Kamis Dini Hari, Gempa M 5,2 Guncang Nias Selatan Sumut

Kamis Dini Hari, Gempa M 5,2 Guncang Nias Selatan Sumut

News | Kamis, 27 April 2023 | 04:49 WIB

5 Posisi Seks Terbaik saat Cuaca Panas Minta Ampun, Lakukan Sambil Berdiri hingga Pakai Es Batu

5 Posisi Seks Terbaik saat Cuaca Panas Minta Ampun, Lakukan Sambil Berdiri hingga Pakai Es Batu

Lifestyle | Rabu, 26 April 2023 | 21:35 WIB

Terkini

Bantah Peras Pengusaha di Kasus Jiwasraya, Febrie Adriansyah Minta Bebas dari Penjara

Bantah Peras Pengusaha di Kasus Jiwasraya, Febrie Adriansyah Minta Bebas dari Penjara

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Pakai Minibus Modifikasi, Aksi Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Terbongkar

Pakai Minibus Modifikasi, Aksi Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Terbongkar

Banten | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Cerita WNI Kapten Kapal MT Honour 25 Disandera Perompak Somalia: Jangan Tembak, Saya Muslim

Cerita WNI Kapten Kapal MT Honour 25 Disandera Perompak Somalia: Jangan Tembak, Saya Muslim

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41 WIB

Febrie Gugat Dakwaan Jaksa, Pertanyakan Kaitan Peran Ferry dengan Dugaan Pemerasan Rp55 Miliar

Febrie Gugat Dakwaan Jaksa, Pertanyakan Kaitan Peran Ferry dengan Dugaan Pemerasan Rp55 Miliar

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC

Jamuan Panas di Bandung, Persib Incar Rekor Start Sempurna Kontra Cong Viettel FC

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:38 WIB

5 Cara Mengetahui Tipe Kulit Wajah Sendiri di Rumah agar Tak Salah Pilih Skincare

5 Cara Mengetahui Tipe Kulit Wajah Sendiri di Rumah agar Tak Salah Pilih Skincare

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Mesin Moto3 Mulai 2028

Yamaha Jadi Pemasok Tunggal Mesin Moto3 Mulai 2028

Otomotif | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna

Wajah Baru Jalan Burung-Burung ke Bili-Bili Gowa, Kini Lebih Cantik dan Penuh Warna

Sulsel | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Usut 3 Laporan Baru Kasus Kekerasan Seksual Santriwati di Bekasi, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:31 WIB

×