Heboh Hujan Tidak Mau Masuk Jogja Gara-gara Proyek Tol? Ini Penjelasan Ilmiah dan Prakiraan Cuaca

Rifan Aditya

Senin, 06 November 2023 | 09:19 WIB
Heboh Hujan Tidak Mau Masuk Jogja Gara-gara Proyek Tol? Ini Penjelasan Ilmiah dan Prakiraan Cuaca
heboh postingan hujan tidak mau masuk Jogja (twitter.com/jogmfs)

Suara.com - Baru-baru ini, heboh hujan tidak mau masuk Jogja sedang jadi topik hangat di media sosial X/Twitter. Nah berikut ini penjelasannya kenapa sampai saat ini hujan belum juga mengguyur bumi Yogyakarta.

Heboh hujan tidak masuk Jogja ini berawal dari manfess @/jogmfs yang diunggah pada tanggal 4 November 2023. Manfess tersebut pun langsung mendapatkan respon 1K komentar, 3K retweet/qrt, 10K suka, dan 1.5 juta tayangan. Adapun bunyi manfessnya sebagai berikut:

“bahkan awan hujan pun tidak mau masuk tengah2 jogja,”

Lantas, sebenarnya apa penyebab sampai saat ini Jogja belum diguyur hujan? Nah untuk lebih jelasnya, simak berikut ini ulasannya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Mengenai Jogja yang belum di guyur hujan, netizen pun menanggapinya dengan beragam komentar dan unik.  Adapun komentar unik tersebut salah satunya yakni yang  mengatakan Jogja belum diguyur hujan karena pawing hujan untuk proyek tol sangat kuat.

Biasanya jika ada proyek besar atau acara besar akan ada pawing hujan untuk mencegah hujan turun. Hal itu dilakukan guna proyek atau acara yang sedang berlangsung dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan hujan.

Adapun beberapa komentar netizen tentang Jogja belum  diguyur hujan karena adanya pawing hujan untuk proyek tol yakni sebagai berikut:

“wajar diam2 banyak proyek mangkrak, ada sebagian dari beberapa dusun yang terdholomi gara2 proyek tol, JJLS, pasir besi,” tulis akun @/nmei.jkt

“Percaya gak percaya ujannya ditolak, karena pembangunan jalan.” Tulis akun @/misterseleh

baca juga

“Konon katanya karena biar proyek tol lancar,” tulis akun @/arvianpm_

“kui ben proyek tol e cpet dadi, rahayu3x,” tulis akun @vkxyzz

  • Penjelasan ilmiah

Belum turunnya hujan di bumi Yogyakarta ini rupanya ada penjelasan ilmiahnya. Melansir dari penjelasan akun @/mahaglp yang diunggah di X/Twitter pada 4 November 2023, berikut ini penjelasan imliah kenapa Jogja belum diguyur hujan.

Untuk memperkirakan cuaca disuatu wilayah, ada yang namanya radar cuaca. Untuk radar cuaca di Jogja yaitu ada Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport. Adapun cara kerja radar cuaca yaitu memanfaatkan prinsip Doppler.

“Sesuai namanya, (Radar: Radio Detecting And Ranging) radar cuaca bekerja memanfaatkan prinsip Doppler dengan mentransmisikan gelombang Radio melalui antena, dan menangkap kembali gelombang hasil pantulan dari objek2 hidrometeor ataupun objek lain di udara,” tulis akun @/mahaglp

“Dari hasil tangkapan gelombang tersebut, bisa didapatkan beberapa parameter antara lain reflektivitas dan waktu. Dari reflektivitas yang diterima, radar dapat membedakan apakah benda itu adalah air hujan, es, debu, burung, bahkan gunung dan gedung, ataupun objek lain lagi,” tambahnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 22 RT di Jakarta Dilanda Banjir Kiriman Dari Bogor

Diguyur Hujan Sejak Kemarin, 22 RT di Jakarta Dilanda Banjir Kiriman Dari Bogor

News | Minggu, 05 November 2023 | 15:15 WIB

Dampak Kemarau, Kanal di Makassar Ini Dipenuhin Eceng Gondok

Dampak Kemarau, Kanal di Makassar Ini Dipenuhin Eceng Gondok

Foto | Kamis, 02 November 2023 | 19:36 WIB

Malas Berjubel di KRL? Inilah Kereta Api Alternatif Jogja-Solo Ramah di Kantong!

Malas Berjubel di KRL? Inilah Kereta Api Alternatif Jogja-Solo Ramah di Kantong!

Your Say | Kamis, 02 November 2023 | 15:04 WIB

Bukan Cuma Khayalan Lagi! Hujan Duit Nyata Terjadi di Tempat Ini

Bukan Cuma Khayalan Lagi! Hujan Duit Nyata Terjadi di Tempat Ini

Video | Kamis, 02 November 2023 | 16:00 WIB

Terkini

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×