Monash University Jadi Tuan Rumah EduVate 2024, Bahas AI di Pendidikan Tinggi

Cesar Uji Tawakal, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:49 WIB
Monash University Jadi Tuan Rumah EduVate 2024, Bahas AI di Pendidikan Tinggi
Ilustrasi kecerdasan buatan (Artifial Intelligence/AI). [Pixabay]

Suara.com - Monash University, Indonesia, bersama dengan Monash University Malaysia serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) IV Jawa Barat dan Banten, menggelar acara EduVate 2024 pada 19-21 Agustus. Acara bertema ‘Learning and Teaching Innovation Showcase in Higher Education’ ini dihadiri oleh lebih dari 200 partisipan.

EduVate 2024 membahas berbagai isu dan tren, serta solusi inovatif yang akan menjadi penentu masa depan perguruan tinggi, termasuk dampak dari perkembangan AI generatif.

Sebagai informasi, Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan sudah merambah ke berbagai bidang yaitu teknologi, industri, transportasi, pendidikan, dan lain-lain.

Diskusi ini menampilkan wawasan dari sejumlah tokoh terkemuka, termasuk Najelaa Shihab, psikolog, pendidik, serta pendiri Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK); Salman Subakat, CEO NSEI Paragon Corp; Itje Chodidjah, Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO; Melissa Wong, Senior Education Designer, Monash University Malaysia; dan Profesor Alex Lechner, Wakil Presiden Riset, Monash University, Indonesia.

Dalam sambutannya, pendidik terkemuka Najelaa Shihab menyoroti sejumlah elemen penting yang perlu menjadi perhatian akademisi agar bisa unggul dan memberikan dampak signifikan pada mahasiswa mereka.

Acara EduVate 2024. (Monash University)
Acara EduVate 2024. (Monash University)

Terdapat empat elemen kunci yang memerlukan dukungan dari para pemangku kepentingan pendidikan tinggi, yakni Kompetensi, Kemerdekaan, Kolaborasi, dan Karier.

Dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang transformatif, para akademisi harus berkesinambungan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka (Kompetensi), memiliki kebebasan untuk berinovasi dalam metode pengajaran mereka (Kemerdekaan), terlibat aktif dalam kemitraan dengan rekan sejawat dan industri (Kolaborasi), serta memiliki jalur yang jelas untuk pengembangan karier.

Turut berbicara di EduVate, Salman Subakat, CEO NSEI (Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute) Paragon Corp, menekankan peran penting kolaborasi akademik-industri dalam mempersiapkan tenaga kerja menghadapi tantangan masa depan.

“Dengan mengintegrasikan perjalanan 39 tahun Paragon sebagai perusahaan kosmetik terkemuka di Indonesia dan keunggulan riset Monash University—seperti dalam inovasi bioteknologi—kami dapat membangun kemitraan yang kuat. Kolaborasi ini sangat penting untuk membuka peluang terciptanya program bersama yang menggabungkan keunggulan akademis dan pengalaman praktis di dunia nyata, memastikan lulusan dibekali keterampilan yang dibutuhkan di pasar kerja yang dinamis saat ini,” tambah Salman.

baca juga

Melangkah ke depan bersama AI: Menuju pendidikan tinggi yang adil dan inklusif

AI generatif siap merevolusi sejumlah lapangan kerja beberapa tahun mendatang. Survei Global McKinsey terbaru mengenai AI mengungkapkan bahwa tiga perempat responden memperkirakan AI generatif akan membawa perubahan signifikan atau disruptif terhadap industri mereka dalam waktu dekat.

Pergeseran ini menimbulkan perdebatan seputar keterampilan yang dibutuhkan dalam merespon AI, serta bagaimana pendidikan tinggi tetap terdepan dalam revolusi AI.

Berbagai pertanyaan mendesak ini juga menjadi inti dari diskusi yang berlangsung di EduVate 2024. Acara menyoroti bagaimana AI generatif dapat mendobrak hambatan tradisional dalam pendidikan tinggi, membuka jalan bagi masa depan dengan memperluas akses terhadap pembelajaran yang dipersonalisasi.

“AI tidak akan menggantikan kecerdasan manusia. Sebaliknya, teknologi ini akan menggarisbawahi pentingnya keterampilan dasar seperti berpikir kritis, problem-solving, dan kreativitas dalam menghadapi potensi bias dan keterbatasan yang mungkin timbul oleh AI. Kemampuan AI untuk menganalisis data dalam jumlah besar, serta menyesuaikan gaya belajar individu, memungkinkan pengalaman pembelajaran yang dipersonalisasi. Keunggulan ini membantu mahasiswa belajar dengan kecepatan mereka sendiri, seraya memperkaya keseluruhan proses pembelajaran. Daripada menganggap AI sebagai ancaman, kita seyogyanya dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mendukung mahasiswa agar lebih siap dalam meraih sukses di tengah besarnya disrupsi AI di berbagai sektor,” ungkap Profesor Matthew selaku Pro Vice-Chancellor & President (Monash University, Indonesia).

Jangan lupa ikuti akun Instagram @suaratekno untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia teknologi!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menggungkap Sisi Gelap Perusahaan Teknologi AI Nvidia, Borgol Emas dan Budaya Kerja yang Brutal

Menggungkap Sisi Gelap Perusahaan Teknologi AI Nvidia, Borgol Emas dan Budaya Kerja yang Brutal

Tekno | Rabu, 28 Agustus 2024 | 17:16 WIB

Dimensity 9400 Bawa Peningkatan GPU Signifikan, Ray Tracing Selevel PC?

Dimensity 9400 Bawa Peningkatan GPU Signifikan, Ray Tracing Selevel PC?

Tekno | Selasa, 27 Agustus 2024 | 19:22 WIB

Berkat Selembar Kain Bersejarah, Wajah Yesus Berhasil Diciptakan Kembali oleh AI

Berkat Selembar Kain Bersejarah, Wajah Yesus Berhasil Diciptakan Kembali oleh AI

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:44 WIB

Biometrik Wajah Jadi Sistem Pembayaran Digital Terbaru, Apakah Aman?

Biometrik Wajah Jadi Sistem Pembayaran Digital Terbaru, Apakah Aman?

Video | Senin, 26 Agustus 2024 | 07:05 WIB

Terkini

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Seberapa Irit Xpander Cross Hybrid? Belum Hadir di Indonesia, Segini Harganya

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 06:30 WIB

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Dilema Memburu Pemangsa: Eksekusi Jurnalisme Investigasi yang Tergilas Bumbu Supranatural

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 06:15 WIB

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Bulu Tangkis Sumbang Emas Perdana Indonesia di Asian Games 2026

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 06:00 WIB

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang

Sulsel | Jum'at, 25 September 2026 | 05:41 WIB

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

×