Komika Mongol Singgung Moral di Hadapan Gibran, Warganet: Contoh Nyata lagi Duduk di Depan

Budi Arista Romadhoni, Lintang Siltya Utami

Selasa, 18 Februari 2025 | 10:49 WIB
Komika Mongol Singgung Moral di Hadapan Gibran, Warganet: Contoh Nyata lagi Duduk di Depan
Mongol Stres [dokumentasi pribadi]

Suara.com - Komika Mongol Stres mendapat kesempatan untuk hadir di acara Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2576 Kongzili yang digelar pada Minggu (9/2/2025). Dalam acara tersebut, turut hadir Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Gibran Rakabuming.

Dalam cuplikan video yang diunggah ulang oleh akun X @RomitsuT, Mongol Stres menyinggung perihal hilangnya moral generasi muda di Indonesia. Oleh karena itu, Mongol Stres menyentil pemerintah di hadapan Gibran Rakabuming dengan meminta dihadirkan kembali pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

"Tadi Pak Wapres ngomong tentang kita harus menjaga nilai toleransi, saya setuju 100 persen pak. Bahkan dimana-mana saya juga minta tolong kepada pemerintah, ayo pemerintah kembalikan lagi pelajaran pendidikan moral Pancasila. Karena biar bagaimanapun saat ini generasi kita kehilangan moral dalam hidup," ucap Mongol.

Ia kemudian membandingkan pengalamannya dulu saat masih menjadi anak-anak dengan generasi sekarang.

"Dulu saya kalau ada tamu, oma cuma dengan batuk 'ekhem' kita minggat dari ruang tamu. Sekarang kita batuk, anak nanya, 'sakit ya pih?'. Dulu kita ke sekolah nggak bikin PR, diomelin guru, kita nggak pernah ngeluh. Sekarang murid dicubit dilapor polisi. Akhirnya apa yang terjadi? Generasi muda kehilangan yang namanya etika moral dan hukum," tambah Mongol.

Aksi Mongol Stres menuai atensi publik dan menilai jika contoh nyata dari catatnya moral adalah Gibran Rakabuming. Sebagaimana diketahui, pencalonan Gibran Rakabuming sebagai Wapres Indonesia sejak awal dinilai catat moral karena etika yang dilanggar.

"Saat komika Mongol Stres sentil pemerintah lewat Gibran Rakabuming agar pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila) diterapkan lagi karena saat ini generasi muda kehilangan moral dan etikanya. Ngapain jauh-jauh Mongol, contohnya kan ada tuh yang duduk di depanmu yang nggak punya moral dan etika," cuit pemilik akun.

Postingan tersebut kemudian mendapatkan beragam respons dari pengguna X lainnya.

"Coba kasih contoh komenan fufufafa, Ngol," komentar @saif********

baca juga

"Kalau sekarang, ada anak muda yang ingin maju Cawapres karena umurnya belum nyampe, aturannya diubah. Anak haram konstitusi," tambah @amru***********

"Yang 'duduk di depan' juga kayaknya udah nggak mempan kalau cuma disentil begitu," sahut @man****

"Tumben si Mongil bener bicara moral, tapi cuma direspon ketawa doang," sambung @arie********_

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

#IndonesiaGelap, Mengintip 5 Tuntutan BEM UI untuk Prabowo-Gibran: Ada MBG

#IndonesiaGelap, Mengintip 5 Tuntutan BEM UI untuk Prabowo-Gibran: Ada MBG

Lifestyle | Selasa, 18 Februari 2025 | 08:00 WIB

Prabowo-Gibran Dikritik Tajam, Tagar #IndonesiaGelap Viral di Media Sosial

Prabowo-Gibran Dikritik Tajam, Tagar #IndonesiaGelap Viral di Media Sosial

Video | Senin, 17 Februari 2025 | 22:00 WIB

Komika Roasting Alasan Kalah di Pilpres, Anies Baswedan Beri Balasan Menohok

Komika Roasting Alasan Kalah di Pilpres, Anies Baswedan Beri Balasan Menohok

Tekno | Selasa, 18 Februari 2025 | 06:30 WIB

Terkini

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Mahasiswa Malaysia Pelajari Mitigasi Bencana dan Tata Air Pesisir Jakarta

Jakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Memilih Produk Perawatan Pakaian, Apa yang Jadi Pertimbangan Konsumen?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Kabut Asap Karhutla Tekan Ekonomi Palembang, 7 Hotel Laporkan Penurunan Tingkat Hunian

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Tangis Haru Heri Latif, 1,5 Tahun Cari Nafkah Pakai Pick-up Box Berbuah Hadiah Umrah Gratis

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:49 WIB

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

KPK Bongkar Dugaan Setoran Upah Pungut ke Bupati Klaten Rp280 Juta

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Sinopsis Film Pirunduk, Saat Aulia Sarah Terjerat Ilmu Hitam demi Menaklukkan Suami

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Pertalite Makin Menipis! Bahlil Ungkap Stok BBM Subsidi Tinggal 16-18 Hari

Video | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 22:00 WIB

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

×