Perjuangkan Hak Hewan, PETA Desak Nintendo Desain Ulang Karakter Sapi

Farah Nabilla, Rezza Dwi Rachmanta

Senin, 18 Agustus 2025 | 11:27 WIB
Perjuangkan Hak Hewan, PETA Desak Nintendo Desain Ulang Karakter Sapi
PETA desak agar Nintendo menghilangkan cincin pada karakter sapi di Mario Kart. (X PETA)

Suara.com - Organisasi yang memperjuangkan hak asasi hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA), baru-baru ini mendesak Nintendo agar mendesain ulang karakter sapi pada game Mario Kart. Mereka nampak mempermasalahkan anting pada hidung hewan tersebut.

Target mereka? Karakter sapi yang menggemaskan dari Moo Moo Meadows, salah satu pembalap baru populer di Mario Kart World.

PETA mendesak Nintendo untuk menghapus anting hidung yang dikenakan oleh karakter tersebut, dengan pernyataan jenaka namun tajam: “Serahkan saja urusan cincin pada Sonic”.

Argumen PETA berpusat pada simbolisme anting hidung tersebut. Bagi mereka, ini bukan sekadar aksesori, melainkan representasi alat kekejaman yang digunakan di industri daging dan susu dunia nyata.

Organisasi ini menjelaskan bahwa cincin tersebut ditusukkan secara paksa melalui septum, salah satu bagian tubuh sapi yang paling sensitif, untuk mengendalikan dan mengeksploitasi mereka.

Karakter sapi di Mario Kart. (Nintendo)
Karakter sapi di Mario Kart. (Nintendo)

PETA menegaskan dalam petisinya, "Cincin kuningan di hidung Sapi adalah pengingat menyakitkan akan industri yang memperlakukan sapi sungguhan seperti mesin."

Mereka juga menyoroti penggunaan cincin berduri pada anak sapi untuk mencegah proses menyusui yang menyakitkan bagi induknya.

Menanggapi argumen klasik "ini hanya sebuah permainan", PETA memberikan jawaban lugas.

"Kita tahu Mario Kart World hanyalah sebuah permainan – dan itulah mengapa anting hidung Cow perlu dihilangkan," ujar organisasi tersebut dikutip dari EuroGamer.

baca juga

Menurut mereka, video game memiliki kekuatan untuk membentuk cara pandang masyarakat terhadap hewan.

Menampilkan alat yang diasosiasikan dengan penderitaan dalam sebuah game yang seharusnya menyenangkan dianggap mengirimkan pesan yang salah, terutama kepada audiens yang lebih muda.

PETA percaya bahwa karakter sapi yang menggemaskan ini pantas untuk balapan dengan bebas, tanpa pengingat akan kekejaman di wajahnya.

Aksi ini bukanlah yang pertama bagi PETA dalam mengkritik Nintendo. Sejarah mencatat kampanye mereka terhadap kostum Tanooki di Super Mario 3D Land yang dianggap mempromosikan kekerasan terhadap hewan, hingga parodi game seperti Pokémon Black and Blue yang mengkritik konsep pertarungan monster.

Dengan basis pemain Mario Kart yang masif, kampanye ini kembali memicu perdebatan tentang batas antara realitas dan fiksi dalam video game.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

51 Kode Redeem FF Terbaru 18 Agustus: Klaim Skin Itachi, SG2, dan Bambu Runcing

51 Kode Redeem FF Terbaru 18 Agustus: Klaim Skin Itachi, SG2, dan Bambu Runcing

Tekno | Senin, 18 Agustus 2025 | 11:13 WIB

Bos Anyar Elden Ring Nightreign 'Libra' Bikin Gamer Heboh

Bos Anyar Elden Ring Nightreign 'Libra' Bikin Gamer Heboh

Tekno | Senin, 18 Agustus 2025 | 08:43 WIB

Penerus Patapon, Game Ratatan Siap Hadir di Steam Sebentar Lagi

Penerus Patapon, Game Ratatan Siap Hadir di Steam Sebentar Lagi

Tekno | Senin, 18 Agustus 2025 | 08:42 WIB

Game Honor of Kings Bagikan 80 HP Gratis di Hari Kemerdekaan Indonesia, Ini Cara Dapatnya

Game Honor of Kings Bagikan 80 HP Gratis di Hari Kemerdekaan Indonesia, Ini Cara Dapatnya

Tekno | Minggu, 17 Agustus 2025 | 15:27 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×