Setelah itu, pasang klien yang Anda pilih. Hati-hati saat menginstal klien BitTorrent, karena beberapa di antaranya mungkin menyertakan adware atau software berbahaya yang perlu dihapus secara manual saat proses instalasi agar tidak mengganggu sistem Anda.
2. Mengunduh Torrent
Anda perlu menemukan situs pelacak torrent, yang menyediakan daftar file torrent untuk diunduh.
Situs ini tidak menyimpan file secara langsung di server mereka, melainkan hanya menyimpan file torrent itu sendiri.
Ada dua jenis pelacak: terbuka dan tertutup. Tracker terbuka dapat diakses oleh siapa saja tanpa perlu mendaftar dan dapat ditemukan dengan mudah melalui pencarian di Google, namun seringkali dipenuhi iklan.
Sebagian besar konten di sini mungkin melanggar hak cipta, jadi berhati-hatilah jika Anda mengunduhnya karena bisa berisiko dengan penyedia layanan internet.
Sementara itu, pelacak tertutup hanya bisa diakses oleh pengguna yang diundang dan biasanya memerlukan pendaftaran.
Setelah berada di situs pelacak, Anda dapat mencari file yang diinginkan menggunakan fungsi pencarian. Misalnya saat mencari episode tertentu dari acara TV, dapat mengetik " <judul acara> S01E03".
Saat memilih file untuk diunduh, pertimbangkan kualitasnya; file yang lebih besar biasanya memiliki kualitas yang lebih baik. Selain itu, jumlah seeder juga penting semakin banyak seeder, semakin cepat unduh Anda.
Pastikan Anda memiliki pemutar video yang cocok, seperti VLC, untuk membuka file video, karena beberapa mungkin tidak didukung oleh Windows Media Player.
Setelah menemukan file torrent yang diinginkan, klik tautannya untuk mengunduh file torrent, yang berukuran kecil dan hanya berfungsi untuk menghubungkan Anda dengan pengguna lain.
Kebanyakan klien torrent akan secara otomatis mulai bekerja ketika Anda mengklik file torrent tersebut.
Jika tidak, Anda bisa membukanya melalui klien torrent yang Anda miliki. Pastikan Anda memiliki cukup ruang penyimpanan untuk memulai pengunduhan.
Setelah beberapa saat, klien torrent akan terhubung dengan seeder, dan Anda akan melihat kecepatan unduh meningkat hingga mencapai 100%.
Anda juga dapat mengunduh beberapa torrent sekaligus, meskipun kecepatan unduh akan terbagi untuk setiap file aktif.
3. Menge-seed Torrent
Setelah mengunduh file, penting untuk tetap membagikannya dengan melakukan seeding. Torrent bergantung pada komunitas untuk berbagi file, dan jika tidak ada yang melakukan seeding, file tersebut bisa hilang.
Oleh karena itu, semua pengguna torrent sebaiknya melanjutkan penyemaian setelah unduhan selesai.
Biasanya, penyedia layanan internet mengatur kecepatan unggah lebih rendah dibandingkan dengan kecepatan unduh.
Jadi mungkin akan lebih lama untuk mencapai rasio unggahan 1:1. Solusinya, biarkan aplikasi torrent tetap terbuka di latar belakang.
Perlu diingat bahwa jika Anda memindahkan atau menghapus file, Anda tidak akan bisa lagi melakukan seeding.
Anda juga dapat menentukan batas untuk seeding dalam aplikasi torrent Anda; biasanya, opsi ini ada di menu Preferences > Queueing.
Anda dapat menentukan rasio penyemaian minimum, misalnya 100%, yang berarti Anda akan membagikan 300MB jika Anda telah mengunduh 300MB.
Jika Anda ingin menghentikan penyemaian setelah mencapai rasio tersebut, Anda bisa mengatur batas kecepatan unggahan menjadi 0.
Jika Anda menggunakan pelacak tertutup, peraturan penyemaian biasanya lebih ketat. Anda harus melakukan seeding hingga mencapai rasio 1:1 atau lebih.
Jika tidak mematuhi aturan ini, akun Anda bisa diblokir dan Anda tidak akan bisa mengakses pelacak tersebut lagi.
4. Membuat torrent
Buka klien torrent Anda. Selain fungsinya untuk mengunduh file torrent, klien ini juga memungkinkan Anda untuk membuat file torrent sendiri, yang bisa menjadi cara yang baik untuk berbagi file dengan teman-teman.
Namun, hati-hati dengan konten yang dilindungi hak cipta, karena biasanya orang yang berbagi konten lebih sering menghadapi tuntutan hukum dibandingkan yang sekadar mengunduh.
Untuk membuat file torrent, caranya bisa bervariasi tergantung pada klien yang Anda gunakan, tetapi umumnya, Anda dapat menemukan opsi untuk membuat torrent dengan mengklik File > Create new Torrent. Ini akan membuka jendela pembuatan file torrent.
Selanjutnya, tambahkan file yang ingin Anda bagi. Anda dapat mengupload satu atau beberapa file sekaligus dengan menggunakan opsi "Add Files" atau "Add Directory." Anda dapat membagikan berbagai jenis file melalui torrent ini.
Setelah itu, masukkan alamat pelacak. Pada jendela "Torrent Properties," Anda akan melihat kolom untuk memasukkan alamat pelacak.
Ini penting supaya torrent Anda bisa didistribusikan di berbagai platform. Banyak klien sudah memiliki alamat pelacak yang umum, tetapi untuk pelacak yang lebih pribadi, Anda perlu memasukkan alamatnya sendiri.
Terakhir, mulai seeding dengan mengklik tombol "Create." Torrent Anda sekarang sedang dalam proses seeding, yang memungkinkan orang lain mengunduh file Anda.
Pastikan untuk melanjutkan penyemaian sampai cukup banyak orang mengunduh, karena jika Anda berhenti sebelum ada yang berhasil mengunduh, torrent Anda tidak akan berguna.
Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti