- BINUS University mengadakan ICOBAR–SMART 2026 pada 5–6 Februari 2026, berkolaborasi dengan KIIT Korea Selatan.
- Konferensi ini membahas teknologi, tata kelola, bisnis, dan mobilitas untuk ekosistem global berkelanjutan melalui dialog lintas disiplin.
- Kolaborasi ini bertujuan memperkuat riset akademik Indonesia serta memastikan inovasi teknologi memberdayakan masyarakat secara adil.
Kolaborasi dengan KIIT memperkuat posisi ICOBAR–SMART 2026 sebagai platform pertukaran ilmu berstandar internasional. Berbasis di Korea Selatan, KIIT secara konsisten mendorong pengembangan riset teknologi informasi dengan melibatkan sekitar 7.500 peneliti dari lebih dari 200 universitas.
Serta menyelenggarakan berbagai konferensi ilmiah dan publikasi akademik terindeks setiap tahunnya. Jejaring ini membuka akses lebih luas bagi akademisi Indonesia untuk terlibat dalam ekosistem riset global.
President Korean Institute of Information Technology, Prof. Insik Choi, menilai kemitraan ini sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan teknologi dan keberlanjutan yang bersifat global.
“Tantangan teknologi dan keberlanjutan menuntut kolaborasi riset lintas negara yang kuat. Kemitraan antara KIIT dan BINUS University memperkuat kontribusi akademik Korea dan Indonesia dalam menghadirkan solusi yang berdampak secara global,” ujarnya.
Melalui ICOBAR–SMART 2026, BINUS University menegaskan perannya dalam mendorong pendidikan Indonesia agar semakin terbuka terhadap kolaborasi internasional.
Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang pertukaran gagasan, tetapi juga fondasi bagi penguatan kualitas riset, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi nyata pendidikan tinggi Indonesia dalam menjawab tantangan global secara berkelanjutan.