- PT XLSMART berhasil mencatat 73 juta pelanggan dan pertumbuhan trafik 38 persen hingga akhir 2025 pasca-merger.
- Proses integrasi pascamerger berjalan lebih cepat dari target, didukung peningkatan kecepatan unduh sebesar 83 persen.
- XLSMART meluncurkan 5G serentak di 33 kota, meraih penghargaan jaringan tercepat dari Ookla Speedtest Awards.
Suara.com - Proses merger dan integrasi yang dijalankan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mulai menunjukkan hasil nyata.
Di tengah dinamika industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, operator ini sukses mencatat lonjakan pelanggan hingga 73 juta pengguna pada akhir 2025, sekaligus membukukan pertumbuhan trafik layanan sebesar 38 persen secara tahunan (YoY).
Tak hanya soal angka pelanggan, peningkatan kualitas jaringan juga berdampak langsung pada pengalaman pengguna.
Kecepatan unduh (download) pelanggan bahkan melonjak hingga 83 persen, sinyal kuat bahwa konsolidasi pascamerger bukan sekadar restrukturisasi, melainkan transformasi nyata.
Integrasi Lebih Cepat dari Target, Margin Siap Tumbuh
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menegaskan bahwa proses integrasi berjalan lebih cepat dari rencana awal yang ditargetkan rampung pada semester pertama 2026.
“Merger yang kami lakukan berjalan dengan sukses dan tahapan-tahapan integrasi bisa diselesaikan lebih cepat dari yang direncanakan. Target sinergi efisiensi yang lebih besar juga berhasil kami capai sehingga bisa memberikan ruang untuk meningkatkan margin pertumbuhan di tahun berikutnya,” tegas Rajeev.
Ia menambahkan, perusahaan tidak hanya mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi juga peningkatan ARPU (average revenue per user) yang menjadi indikator penting kualitas basis pelanggan.
Di akhir 2025, blended ARPU tercatat sekitar Rp39,5 ribu. Secara kuartalan, ARPU kuartal IV 2025 melonjak menjadi Rp44,8 ribu, naik signifikan dari Rp38,9 ribu pada kuartal sebelumnya.
Baca Juga: 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
“Saat ini dan ke depan, XLSMART akan terus fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan,” lanjutnya dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).
Trafik Data Tembus 14.566 Petabyte, BTS Naik 36 Persen
Lonjakan aktivitas digital pelanggan tercermin dari trafik layanan yang menembus 14.566 petabyte, tumbuh 38 persen YoY.
Untuk menopang lonjakan tersebut, XLSMART kini mengoperasikan lebih dari 225 ribu BTS, naik 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan sekitar 34.500 objek jaringan telah berhasil diintegrasikan.
Meski beban operasional meningkat akibat biaya integrasi, ekspansi jaringan, komisi penjualan, promosi 5G, hingga biaya infrastruktur dan regulasi, perusahaan menilai hal tersebut sebagai investasi strategis untuk memperkuat fondasi jangka panjang.
Gelar 5G Serentak di 33 Kota, Klaim “True 5G Experience”
Transformasi digital XLSMART semakin agresif dengan peluncuran jaringan dan layanan 5G secara serentak di 33 kota/kabupaten di Indonesia. Dua kota besar, Jakarta dan Surabaya,menjadi penanda era baru konektivitas super cepat tersebut.
![Ilustrasi XLSMART. [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/11/15156-ilustrasi-xlsmart.jpg)
XLSMART mengusung konsep the first true 5G experience in Indonesia dengan tiga keunggulan utama:
- Blanket city coverage – cakupan 5G yang menyelimuti seluruh area kota layanan.
- Auto 5G experience – pelanggan dengan perangkat 5G otomatis menikmati kecepatan hingga 250 Mbps tanpa pengaturan tambahan.
- Dedicated 5G spectrum – spektrum khusus 5G untuk memastikan konsistensi kecepatan dan kualitas jaringan.
Strategi ini diperkuat melalui berbagai lini produk unggulan seperti XL Prepaid (Ultra 5G), XL Prio (Prio Ultra 5G+), AXIS (5G Absolute Fast), dan Smartfren (Smartfren 5G).
Tak hanya klaim sepihak, performa 5G XLSMART juga meraih pengakuan internasional lewat penghargaan jaringan 5G tercepat dari Ookla dalam ajang Speedtest Awards.
Fondasi Kuat Menuju Dominasi Pasar
Dengan 73 juta pelanggan, lonjakan trafik data dua digit, peningkatan ARPU, serta ekspansi 5G masif, XLSMART menunjukkan bahwa merger bukan sekadar langkah defensif, melainkan strategi ofensif untuk memimpin pasar telekomunikasi Indonesia.