2. Berada di konstelasi Virgo
Pada saat puncaknya, bulan berada di area langit yang termasuk dalam konstelasi Virgo, salah satu rasi bintang yang cukup dikenal dalam astronomi.
3. Jarak sekitar 393 ribu kilometer dari Bumi
Jarak ini tergolong normal untuk fase bulan purnama, sehingga tidak ada perbedaan signifikan dalam ukuran visual dibandingkan purnama lainnya.
4. Termasuk Paschal Full Moon
Pink Moon 2026 merupakan bulan purnama pertama setelah ekuinoks Maret. Dalam tradisi Kristen Barat, momen ini digunakan sebagai acuan untuk menentukan Hari Paskah.
5. Berkaitan dengan perayaan keagamaan
Selain Paskah, fenomena ini juga bertepatan dengan Chaitra Purnima dalam tradisi Hindu, yang biasanya diisi dengan kegiatan spiritual seperti doa dan refleksi diri.
Cara Melihat Pink Moon dengan Jelas
Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar pengalaman melihat Pink Moon jadi lebih maksimal:
1. Pilih lokasi terbuka
Cari tempat dengan pandangan luas ke langit seperti lapangan atau area terbuka. Ini penting agar bulan bisa terlihat jelas tanpa terhalang bangunan atau pepohonan.
2. Hindari polusi cahaya
Usahakan menjauh dari lampu kota atau sumber cahaya terang. Lingkungan yang gelap akan membuat cahaya bulan terlihat lebih terang dan detailnya lebih jelas.
3. Amati saat bulan terbit
Waktu terbaik adalah saat bulan mulai muncul di cakrawala pada sore atau malam hari. Pada momen ini, bulan sering tampak lebih besar dan berwarna kekuningan atau oranye.
4. Pastikan cuaca cerah
Langit yang bersih tanpa awan tebal sangat menentukan kualitas pengamatan. Awan bisa membuat bulan terlihat buram atau bahkan tidak terlihat sama sekali.
5. Gunakan alat bantu (opsional)
Jika ingin melihat detail seperti kawah dan tekstur permukaan bulan, kamu bisa menggunakan binokular atau teleskop sederhana.
Demikianlah informasi lengkap terkait fenomena Pink Moon pada April 2026 yang bisa kamu saksikan langsung dari Indonesia selama kondisi langit cerah. Semoga bermanfaat.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas