- Mantan eksekutif Disney Kevin Mayer sarankan akuisisi Epic Games dan Fortnite.
- Disney telah investasi 1,5 miliar dolar untuk integrasi konten hiburan.
- CEO Epic Games Tim Sweeney memiliki hak veto atas penjualan perusahaan.
Suara.com - Disney disebut berpeluang tinggi untuk memantapkan diri di industri game apabila mampu mengakuisisi Fortnite dan Epic Games. Saran tersebut datang dari mantan petinggi Disney, Kevin Mayer.
Sebagai informasi, Kevin Mayer merupakan mantan eksekutif sekaligus bos streaming Disney.
Setelah meninggalkan Disney, Mayer sempat menjadi CEO TikTok, dan COO perusahaan induknya, ByteDance.
Kevin Mayer baru-baru ini menyarankan CEO Disney saat ini, Josh D'Amaro, untuk mengambil "langkah berani" demi mendorong pertumbuhan perusahaan.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah membeli perusahaan game raksasa, dengan Epic Games, kreator Fortnite, menjadi target utama yang paling potensial.
Hubungan kedua perusahaan sebenarnya sudah terjalin erat.
![Epic Games Store. [Epic Games Store]](https://media.suara.com/pictures/original/2024/12/16/82705-epic-games-store.jpg)
Disney telah menginvestasikan 1,5 miliar dolar AS di Epic Games untuk mengembangkan pengalaman hiburan berbasis game yang terintegrasi dengan Fortnite.
Kolaborasi ini bertujuan menciptakan dunia virtual yang persisten, tempat para penggemar bisa berinteraksi dengan properti intelektual Disney seperti Marvel dan Star Wars.
Namun, bagi sebagian pihak di Disney, posisi sebagai mitra saja tidak cukup.
Mengutip TechNave, jurnalis teknologi Alex Heath mengungkapkan bahwa ia yakin ada eksekutif senior Disney yang sangat tertarik untuk mengakuisisi penuh Epic Games dan hanya menunggu momen tepat.
“Saya pikir jika Epic suatu saat menjual diri, jika mereka memutuskan untuk berhenti menjadi perusahaan independen, Disney akan menjadi tempat yang paling tepat bagi mereka karena berbagai alasan," pendapat Alex Heath.
Meskipun demikian, jalan menuju akuisisi ini tidaklah mulus. Di internal Disney sendiri, ada penolakan dari eksekutif lain yang menganggap langkah tersebut adalah ide yang buruk.
Itu kemungkinan karena sejarah Disney yang kurang sukses dalam pengembangan game internal.
Rintangan terbesar, bagaimanapun, datang dari Epic Games itu sendiri.
CEO sekaligus pendiri, Tim Sweeney, memegang kendali penuh atas saham voting, memberinya hak veto mutlak atas penjualan perusahaan.