-
Gempa Sulawesi Utara M 7.6 terjadi di tenggara Bitung kedalaman 18 km.
-
Netizen kritik BMKG karena notifikasi peringatan tsunami dan gempa dinilai terlambat muncul.
-
Tsunami setinggi 0.3 meter terdeteksi di Halmahera Barat pukul 07.08 WITA.
Suara.com - Gempa M 7.6 yang melanda wilayah sekitar Sulawesi Utara memicu kehebohan di media sosial. Peringatan serta notifikasi Gempa Sulawesi Utara M 7.6 turut memancing keluhan mengingat warganet menganggapnya terlambat atau telat.
Sebagai informasi, gempa berpusat pada 127 km tenggara Bitung - Sulawesi Utara, dengan kedalaman 18 km pukul 05:48 WIB atau 06:48 WITA.
"Info Gempa Mag:7.3, 02-Apr-26 05:48:14 WIB, Lok:1.21 LU,126.25 BT (127 km Tenggara BITUNG-SULUT), Kedlmn:18 Km ::BMKG," bunyi keterangan media sosial BMKG.
Terdapat perbedaan data gempa di dekat Sulawesi Utara (Sulut) melalui aplikasi, situs resmi, hingga media sosial X.
Media sosial BMKG awalnya mencatat magnitudo 7.3 sementara situs resmi BMKG mengungkap gempa M 7.6.
Peringatan tsunami yang diberikan oleh akun X BMKG tak luput dari sorotan publik.

"Pemutakhiran,Peringatan Dini Tsunami di MALUT,SULUT, Gempa Mag:7.6, 02-Apr-26 05:48:16WIB, Lok:1.25LU,126.27BT,Kdlmn:62Km::BMKG," tulis akun X BMKG.
Postingan tersebut nampak diunggah oleh akun X BMKG pada Selasa 2 April 2026 pukul 06:10 WIB.
Sementara sensor sendiri mendeteksi pada 05:48 WIB. Notifikasi gempa juga dianggap terlambat oleh netizen.
Beberapa pengguna aplikasi BMKG juga menyatakan bahwa mereka menerima notifikasi peringatan sekitar pukul 06:10 WIB atau 07.10 WITA.
Padahal pada daftar peringatan, terdapat potensi tsunami di wilayah tertentu pada pukul 05:54:14 WIB atau 06:54:14 WITA.
Berikut daftar peringatan tsunami yang dikeluarkan oleh aplikasi BMKG (urutan yaitu wilayah, status, potensi tsunami tiba):
- KOTA-TERNATE (MALUT) SIAGA 02-04-2026 05:53:14
- HALMAHERA (MALUT) SIAGA 02-04-2026 05:54:14
- KOTA-TIDORE (MALUT) SIAGA 02-04-2026 05:56:14
- KOTA-BITUNG (SULUT) SIAGA 02-04-2026 06:12:14
- MINAHASA BAGIAN SELATAN (SULUT) SIAGA 02-04-2026 06:17:14
- MINAHASA-SELATAN BAGIAN SELATAN (SULUT) SIAGA 02-04-2026 06:18:14
- MINAHASA-UTARA BAGIAN SELATAN (SULUT) SIAGA 02-04-2026 06:18:14
- SANGIHE (SULUT) WASPADA 02-04-2026 06:14:14
- MINAHASA-UTARA BAGIAN UTARA (SULUT) WASPADA 02-04-2026 06:15:14
- BOLAANGMONGONDOW BAGIAN SELATAN (SULUT) WASPADA 02-04-2026 06:21:14
Update terbaru, BMKG mengungkap telah terjadi tsunami pukul 07:08 WITA setinggi 0.3 m di Halmahera Barat.
"Pemutakhiran tsunami akibat Gempabumi Mag:7.6. Telah terdeteksi tsunami di Halmahera Barat pukul 07:08 WITA setinggi 0.3 m, Bitung pukul 07:15 WITA setinggi 0.2m," tulis BMKG.
Postingan peringatan BMKG yang dianggap telat menuai kritik dari netizen.
"Giliran di Jawa ngoni capat, giliran di Indonesia timur ya Allah eee tong tunggu sampe nasi kuning di salero so abis baru ngoni pengumuman," cuit @M**tr*PT.
"Kaget tadi cek aplikasi baru muncul 06:10. Padahal potensi tsunami tiba 05:53 duh," pendapat @jim**o*of.
"Gimana ini modapa siram deng teh panas, talalu lama update," keluh @so**an*_OP.
"Kok lama update-nya, biasa cepet?" tulis @kim**rl**iouz. Ada pula netizen yang menilai keterlambatan tersebut ada hubungan dengan pemotongan anggaran BMKG.
Penjelasan BMKG terkait Alur Diseminasi Informasi Peringatan Dini Tsunami Gempa Bumi M7.6 di Pulau Batang Dua, Maluku Utara
Berdasarkan pemberitaan dan isu yang beredar di masyarakat mengenai adanya keterlambatan informasi Peringatan Dini Tsunami pasca gempabumi Magnitudo 7.6 di wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, BMKG menegaskan bahwa seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam analisis data gempabumi, pemodelan tsunami, serta diseminasi informasi peringatan dini tsunami telah berjalan sesuai prosedur yang telah ditentukan.
Adapun kronologi penyebarluasan informasi kejadian peringatan dini gempa M7.6 (PD1 hingga PD4) : Berdasarkan sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (Ina-TEWS), informasi peringatan dini telah dikeluarkan dalam empat tahapan (PD) secara presisi:
- Peringatan Dini 1 (PD1): Parameter gempa awal dirilis pada pukul 05:50:59 WIB, atau 2 menit 45 detik setelah gempa terjadi (di bawah batas standar 3 menit).
- Peringatan Dini 2 (PD2): Pemutakhiran parameter dengan hasil pemodelan tsunami dirilis pada pukul 05:56:21 WIB (8 menit 7 detik setelah gempa).
- Peringatan Dini 3 (PD3): Pemutakhiran berdasarkan observasi Tide Gauge (ketinggian tsunami riil) dirilis tiga kali pada pukul 06:47:42 WIB (59 menit 28 detik), 07:26:14 WIB ( 1 jam 38 menit), 09:33:27 WIB (3 jam 45 menit).
- Peringatan Dini 4 (PD4): Pernyataan pengakhiran peringatan dini tsunami pada pukul 09:56:26 WIB.
Dalam mata rantai kebencanaan, BMKG berada pada peranan upstream (hulu) peringatan dini yang nantinya disampaikan kepada stakeholder penerima pesana (hilir) yaitu Pemerintah Daerah, BPBD, media, dan masyarakat luas melalui seluruh moda komunikasi.
BMKG menekankan bahwa sistem Ina-TEWS dirancang menggunakan strategi Multi-Moda. Artinya, informasi dikirimkan secara serentak melalui berbagai kanal komunikasi. Untuk itu masyarakat diimbau agar tidak hanya mengandalkan satu platform media sosial saja sebagai rujukan.
Masyarakat dapat mengakses dan memantau kanal resmi lain Info BMKG sebagai referensi utama. BMKG tetap berkomitmen memberikan informasi cepat, tepat, dan akurat demi keselamatan masyarakat perlu mengakses seluruh kanal komunikasi InfoBMKG antara lain:
- Aplikasi InfoBMKG (Android & iOS)
- Sistem WRS-NewGen (Warning Receiver System) yang terpasang di kantor BPBD dan stakeholder terkait.
- Saluran resmi Telegram, Instagram, Facebook, dan Whatsapp Channel.