- Kemampuan membaca jam analog penting untuk melatih kognisi serta memahami durasi waktu secara visual.
- Panduan dasar mengenali tiga jarum utama meliputi jarum pendek jam, jarum panjang menit, dan jarum detik.
- Metode pembacaan menit dilakukan dengan mengalikan angka yang ditunjuk jarum panjang dengan angka lima.
Suara.com - Jam digital memang memberi kemudahan ketimbang jam analog. Deretan angka akan langsung muncul di layar ponsel atau jam tangan pintar ketika kita bertanya-tanya, "jam berapa sekarang?".
Kendati demikian, kemampuan membaca jam analog tetaplah krusial. Jam dinding di kantor, sekolah, hingga jam tangan mewah umumnya masih menggunakan jarum penunjuk.
Memahami cara membaca jam analog bukan hanya soal mengetahui waktu, tetapi juga melatih kognisi dan persepsi visual kita terhadap durasi.
Bagi sebagian orang, melihat sekumpulan angka dalam lingkaran dengan jarum yang terus berputar mungkin membingungkan, namun sebenarnya ada pola sederhana yang bisa dipelajari.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membaca jam analog dengan mudah dan cepat.
![Ilustrasi jam dinding.[Pexels/Holafabiola]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/07/08/91703-ilustrasi-jam-dindingpexelsholafabiola.jpg)
1. Kenali Tiga Jarum Utama pada Jam
Hal pertama yang harus dipahami adalah fungsi dari jarum-jarum yang ada di atas angka 1 sampai 12. Umumnya, terdapat tiga jarum dengan ukuran berbeda.
- Jarum Pendek: Menunjukkan "Jam". Ini adalah jarum yang bergerak paling lambat.
- Jarum Panjang: Menunjukkan "Menit". Jarum ini bergerak lebih cepat dari jarum pendek.
- Jarum Halus/Tipis: Menunjukkan "Detik". Jarum ini biasanya terus berputar tanpa henti secara konstan.
2. Fokus pada Jarum Pendek untuk Menentukan Jam
Langkah awal dalam cara membaca jam analog adalah dengan melihat ke mana arah jarum pendek menunjuk. Jika jarum pendek tepat berada di angka 3, maka saat itu adalah jam 3.
Namun, jika jarum berada di antara dua angka, misalnya di antara angka 4 dan 5, maka jam tersebut masih menunjukkan jam 4.
Jarum pendek hanya akan dianggap berpindah ke jam berikutnya jika ia telah tepat berada atau melewati angka tersebut.
3. Gunakan Jarum Panjang untuk Menghitung Menit
Inilah bagian yang sering membuat bingung. Berbeda dengan jarum pendek, angka yang ditunjuk oleh jarum panjang harus dikalikan dengan 5.
Mengapa demikian? Karena dalam satu lingkaran penuh jam terdapat 60 menit, dan jarak antar angka. Misalnya dari angka 1 ke angka 2 mewakili 5 menit.
- Jika jarum panjang di angka 1, itu berarti 5 menit.
- Jika di angka 2, berarti 10 menit.
- Jika di angka 6, berarti 30 menit (atau setengah jam).
Langkah-langkah dalam melakukan cara membaca jam analog ini akan terasa lebih mudah jika seseorang sudah hafal perkalian angka lima di luar kepala.
4. Pahami Garis-Garis Kecil di Antara Angka
Jika diperhatikan lebih detail, di antara angka-angka besar terdapat garis-garis kecil. Garis-garis ini mewakili satuan menit secara presisi.
Misalnya, jika jarum panjang berada dua garis setelah angka 12, maka itu menunjukkan lewat 2 menit.
Jika jarum panjang berada di garis ketiga setelah angka 4 (yang berarti 20 menit), maka total menitnya adalah 23 menit.
5. Gunakan Istilah "Kurang" dan "Lebih"
Dalam percakapan sehari-hari di Indonesia, kita sering menggunakan istilah "setengah", "seperempat", atau "kurang".
- Setengah: Jarum panjang berada tepat di angka 6 (30 menit).
- Seperempat: Jarum panjang berada di angka 3 (15 menit) atau angka 9 (45 menit).
- Kurang: Jika jarum panjang sudah melewati angka 6, kita sering menyebutnya dengan jam berikutnya "kurang" sekian menit. Contoh: Jika jam menunjukkan 08.50, kita biasa menyebutnya "Jam 9 kurang 10 menit".
Demikian ulasan mengenai cara membaca jam analog dengan mudah. Membiasakan diri membaca jam analog akan membuat otak tetap bekerja serta membantumu lebih menghargai waktu.