- Smartwatch yang digunakan di laut harus segera dirawat karena kandungan garamnya dapat menyebabkan korosi.
- Pengguna wajib membilas perangkat dengan air tawar mengalir secara lembut serta membersihkan seluruh bagian dari sisa garam.
- Perangkat harus dikeringkan menggunakan kain lembut secara alami dan dipastikan benar-benar kering sebelum diisi dayanya.
Suara.com - Smartwatch yang digunakan untuk berenang di laut perlu mendapatkan perawatan lebih setelah selesai digunakan.
Air laut mengandung garam yang dapat menempel pada bodi, tombol, celah, dan bagian lain pada perangkat.
Jika dibiarkan terlalu lama, sisa garam dapat menyebabkan korosi pada komponen tertentu dan membuat perangkat lebih cepat mengalami kerusakan.
Sebaiknya, segera bersihkan smartwatch setelah terkena air laut. Proses pembersihannya tidak harus rumit selama dilakukan dengan cara yang tepat.
Lantas, bagaimana cara merawat smartwatch setelah dipakai berenang di laut agar tetap aman dan tidak mudah korosi?
1. Bilas dengan Air Tawar
Setelah selesai berenang, segera bilas smartwatch menggunakan air tawar untuk membantu menghilangkan sisa garam.
Gunakan aliran air yang lembut dan hindari menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke perangkat.
Pastikan langkah ini sesuai dengan petunjuk produsen, terutama jika smartwatch memiliki tingkat ketahanan air tertentu.
2. Bersihkan Bagian yang Terkena Air Laut
Perhatikan bagian seperti tombol, sela-sela bodi, sensor, dan area sekitar tali. Sisa garam dapat mengering dan meninggalkan residu jika tidak segera dibersihkan.
Kamu bisa menggunakan kain lembut yang sedikit dibasahi untuk mengusap bagian luar smartwatch. Jangan menggunakan benda tajam untuk mengorek kotoran dari celah perangkat.
3. Keringkan dengan Kain Lembut
Setelah dibilas, keringkan smartwatch menggunakan kain microfiber atau kain lembut yang tidak mudah meninggalkan serat. Usap secara perlahan hingga permukaan perangkat tidak lagi basah.
Hindari menggosok terlalu keras karena dapat berisiko menggores layar atau lapisan permukaan smartwatch.
4. Jangan Pakai Hair Dryer
Jangan mempercepat proses pengeringan dengan hair dryer, pemanas, atau sumber panas lainnya. Suhu tinggi dapat berisiko memengaruhi perekat, layar, baterai, atau komponen lain pada perangkat.
Biarkan smartwatch mengering secara alami di tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara baik.
5. Lepaskan dan Bersihkan Tali Jam
Jika menggunakan tali yang dapat dilepas, bersihkan bagian tersebut secara terpisah. Tali berbahan silikon atau karet dapat dicuci dengan air tawar, lalu dikeringkan sebelum dipasang kembali.
Cara ini juga membantu mencegah sisa garam menumpuk di antara tali dan bodi smartwatch.
6. Jangan Langsung Mengisi Daya Saat Basah
Pastikan smartwatch dan area konektor pengisian daya sudah benar-benar kering sebelum diisi ulang.
Menghubungkan charger ketika masih terdapat air dapat meningkatkan risiko gangguan pada bagian kelistrikan.
Perlu diingat, fitur tahan air bukan berarti smartwatch sepenuhnya kebal terhadap air laut.
Air asin dapat memberikan tantangan lebih besar karena kandungan garamnya, sehingga membilas dan mengeringkan perangkat setelah berenang menjadi langkah penting untuk menjaga kondisinya.
Perhatikan Batas Ketahanan Air
Sebelum membawa smartwatch berenang di laut, periksa terlebih dahulu rating ketahanan air yang tercantum pada produk atau panduan resmi.
Label seperti 5 ATM, 10 ATM, atau IP68 memiliki arti dan batas penggunaan yang berbeda sehingga tidak semuanya dirancang untuk aktivitas berenang.
Perlu diingat bahwa water resistant bukan berarti smartwatch sepenuhnya kedap air.
Ketahanan terhadap air juga dapat berkurang akibat usia perangkat, benturan, kerusakan seal, atau perbaikan yang tidak sesuai prosedur.