- WiFi publik di berbagai tempat umum dapat digunakan gratis tetapi menyimpan risiko pencurian data dan jaringan palsu.
- Pengguna dapat menghadapi ancaman serangan man-in-the-middle, pencurian akun, serta paparan malware saat mengakses jaringan internet terbuka.
- Perlindungan data pribadi dapat dilakukan dengan mengaktifkan HTTPS, menggunakan VPN, dan mematikan fitur berbagi file pada perangkat.
3. WiFi Palsu
WiFi publik palsu menjadi salah satu risiko yang perlu diwaspadai.
Misalnya, sebuah kafe menyediakan jaringan bernama "Cafe_Guest", kemudian seseorang membuat jaringan dengan nama yang sama atau sangat mirip. Pengguna yang salah memilih jaringan dapat tanpa sadar tersambung ke jaringan milik pelaku.
4. Pencurian Akun
Penggunaan jaringan yang tidak aman dapat meningkatkan risiko pencurian kredensial, terutama jika pengguna memasukkan username dan password pada situs yang tidak terlindungi.
Karena itu, pastikan situs menggunakan HTTPS sebelum memasukkan informasi sensitif.
5. Malware
Jaringan publik juga dapat menjadi salah satu jalur yang dimanfaatkan untuk mengarahkan pengguna ke situs berbahaya atau mendorong pengguna mengunduh file dan aplikasi yang mengandung malware.
6. Berbagi File Tanpa Sadar
Laptop atau perangkat tertentu memiliki fitur file sharing dan network discovery. Jika fitur tersebut aktif ketika berada di jaringan publik, perangkat dapat lebih mudah ditemukan oleh pengguna lain dalam jaringan yang sama.
Cara Mengaktifkan Privasi Saat Menggunakan WiFi Publik
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan privasi.
1. Aktifkan DNS Privat
Salah satu perlindungan tambahan yang dapat digunakan adalah DNS Privat.
DNS berfungsi menerjemahkan nama domain, misalnya google.com, menjadi alamat IP yang digunakan perangkat untuk terhubung ke server.
Dengan DNS Privat, khususnya DNS yang menggunakan protokol terenkripsi seperti DNS-over-TLS, permintaan DNS dapat dilindungi dari pengamatan pihak lain di jaringan.
Namun, perlu dipahami bahwa DNS Privat bukan VPN. DNS Privat terutama melindungi proses permintaan DNS, sedangkan VPN dapat memberikan perlindungan terhadap lalu lintas internet yang lebih luas.
Pada perangkat Android yang mendukung fitur tersebut, pengaturan DNS Privat umumnya dapat ditemukan melalui:
Pengaturan > Jaringan & Internet/Koneksi > DNS Privat
Nama menu dapat berbeda tergantung merek dan versi Android.
Pengguna kemudian dapat memilih opsi DNS Privat yang tersedia, seperti penyedia DNS dengan dukungan DNS-over-TLS.
2. Gunakan HTTPS
Pastikan situs yang dikunjungi menggunakan HTTPS, yang biasanya ditandai dengan ikon gembok pada browser.
HTTPS membantu mengenkripsi komunikasi antara browser dan situs sehingga data yang dikirimkan tidak mudah dibaca oleh pihak lain di jaringan.
Namun, HTTPS tidak berarti WiFi yang digunakan otomatis menjadi aman. Pengguna tetap harus berhati-hati terhadap jaringan palsu dan situs phishing.
3. Gunakan VPN Tepercaya
VPN (Virtual Private Network) dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika menggunakan WiFi publik.
VPN mengenkripsi koneksi antara perangkat dan server VPN sehingga aktivitas internet lebih terlindungi dari pengamatan pihak lain di jaringan lokal.
Pilih layanan VPN yang memiliki reputasi baik dan kebijakan privasi yang jelas. Hindari sembarang menggunakan VPN gratis yang tidak diketahui pengelolanya.
4. Matikan File Sharing
Ketika menggunakan WiFi publik melalui laptop, matikan fitur seperti file sharing dan network discovery.
Pada sistem operasi yang menyediakan pilihan profil jaringan, gunakan profil Public ketika berada di jaringan umum.
5. Jangan Sembarangan Menginstal Aplikasi
Jika halaman login WiFi meminta pengguna mengunduh aplikasi, memasang sertifikat, atau mengubah pengaturan keamanan perangkat, jangan langsung menyetujuinya.
Pastikan permintaan tersebut benar-benar berasal dari penyedia layanan yang sah.
6. Gunakan Autentikasi Dua Faktor
Aktifkan two-factor authentication (2FA) pada akun penting.
Dengan 2FA, password saja tidak cukup untuk mengakses akun sehingga terdapat lapisan perlindungan tambahan apabila kredensial diketahui pihak lain.
7. Matikan Koneksi Otomatis
Nonaktifkan fitur yang memungkinkan perangkat otomatis tersambung ke jaringan WiFi yang pernah digunakan.
Langkah ini dapat membantu mencegah perangkat terhubung secara tidak sengaja ke jaringan WiFi yang menggunakan nama serupa.
8. Lupakan Jaringan Setelah Selesai
Setelah selesai menggunakan WiFi publik, pilih opsi Forget Network/Lupakan Jaringan jika tersedia.
Dengan begitu, perangkat tidak akan terus mencoba terhubung secara otomatis ketika kembali berada di sekitar jaringan tersebut.
Dengan langkah tersebut, penggunaan WiFi publik dapat dilakukan dengan risiko yang lebih rendah tanpa mengabaikan keamanan data pribadi.