Suara.com - Pengguna smartwatch atau wearable device biasanya mengandalkan aplikasi bawaan perangkat untuk melihat jumlah langkah dan aktivitas fisik. Ketika menggunakan perangkat dengan merek berbeda, data aktivitas pun bisa tersimpan di platform yang berbeda.
U by Prodia mencoba menyederhanakan pemantauan aktivitas tersebut melalui U-Buddy. Fitur ini mengintegrasikan data dari berbagai wearable device ke dalam satu platform sehingga pengguna dapat memantau aktivitas fisik dan perkembangannya secara lebih terintegrasi.
PT Prodia Digital Indonesia (PRDI), anak perusahaan PT Prodia Widyahusada Tbk (IDX: PRDA), resmi meluncurkan U-Buddy, di Prodia Tower, Jakarta, Rabu (7/10/2026)
U-Buddy dapat terhubung dengan perangkat wearable melalui Apple Health dan Google Health Connect. Dengan sistem ini, pengguna tidak harus menggunakan satu merek perangkat tertentu untuk memantau aktivitasnya melalui U by Prodia.
Business & Product Director PT Prodia Digital Indonesia, Andri Hidayat menjelaskan, data dari berbagai perangkat dapat dikumpulkan melalui platform penghubung seperti Apple Health dan Google Health Connect.

“U-Buddy ini sudah bisa connect dengan semua jenis merek wearable device yang ada. Yang kita konekkan adalah semua device ini bisa konek ke Google Health atau Apple Health,” ujar Andri.
Pendekatan ini memungkinkan pengguna memantau aktivitas melalui satu platform meski menggunakan perangkat dengan merek berbeda.
“Kalau sekarang ini mengagregasikan Google Health atau Apple Health, maka kita bisa saling bandingin untuk aktivitas yang sama, yaitu langkah dan aktivitas fisik,” lanjutnya.
Tidak Sekadar Menghitung Langkah
Melalui U-Buddy, data yang berasal dari wearable device tidak berhenti pada jumlah langkah. Pengguna dapat melihat jenis olahraga, durasi aktivitas, estimasi kalori yang terbakar, serta perkembangan aktivitas dari waktu ke waktu.
U-Buddy juga menyediakan Personalized Step Recommendation, yang memberikan rekomendasi target langkah berdasarkan profil pengguna. Perkembangannya dapat dipantau melalui Weekly Progress & Insight.
Pengguna dapat melihat kembali Activity History untuk mengetahui perkembangan aktivitas pada minggu atau bulan sebelumnya. Dengan begitu, pemantauan tidak hanya berfokus pada pencapaian aktivitas hari ini, tetapi juga bagaimana kebiasaan tersebut berkembang.
Untuk membantu menjaga konsistensi, U-Buddy menghadirkan elemen gamifikasi berupa streak dan badge.
Pada target langkah, badge Perunggu diberikan ketika satu sampai dua target harian tercapai dalam satu minggu, Perak untuk tiga sampai lima target, dan Emas untuk enam sampai tujuh target.
Sementara untuk aktivitas olahraga, badge Perunggu diberikan untuk satu sesi, Perak untuk dua sampai tiga sesi, dan Emas untuk empat sampai tujuh sesi olahraga.
U-Buddy juga memiliki Weekly Reminder melalui push notification untuk membantu pengguna mengecek perkembangan aktivitas secara berkala.
Terhubung dengan Ekosistem Kesehatan U by Prodia
Pemantauan aktivitas melalui U-Buddy menjadi bagian dari ekosistem U by Prodia yang mencakup berbagai layanan kesehatan digital.
Salah satunya adalah Met-U atau Metabolic U, yang membantu pengguna memahami kondisi metaboliknya melalui tahapan staging. Andri menjelaskan, aktivitas fisik dari U-Buddy juga dapat dikaitkan dengan layanan lain dalam U by Prodia.
“Setiap stage itu kita punya aktivitas yang bisa berbeda-beda, termasuk fisik. Kemudian ini bisa dikaitkan dengan U-Buddy tadi, kemudian makanannya, kemudian konsul dengan dokternya,” jelas Andri.
Integrasi dengan Catatan Makanan pada Met-U juga memungkinkan pengguna mencatat asupan kalori dalam ekosistem yang sama. Dengan begitu, aktivitas fisik dan pencatatan makanan dapat dipantau secara lebih terintegrasi.
President Director PT Prodia Digital Indonesia, Liana Kuswandi, mengatakan pengembangan U-Buddy menjadi bagian dari upaya membawa data aktivitas sehari-hari lebih dekat dengan pengguna.
“Melalui U-Buddy, kami ingin membawa U by Prodia selangkah lebih dekat dengan pengguna dengan mengintegrasikan data aktivitas sehari-hari ke dalam ekosistem kesehatan digital,” ujar Liana.
Liana mengatakan U-Buddy tidak hanya ditujukan untuk membantu pengguna memantau aktivitas, tetapi juga memahami perkembangan aktivitasnya secara lebih personal dan terukur.
“Melalui ekosistem U by Prodia, kami ingin menjadikan teknologi sebagai bagian yang relevan dan bermakna dalam perjalanan kesehatan pengguna,” lanjutnya.
Andri menambahkan, pengembangan U-Buddy ke depan akan terus diarahkan untuk memperkuat konektivitas antar-layanan dalam ekosistem U by Prodia.
“Ke depan, pengembangan U-Buddy akan terus diarahkan untuk memperkuat konektivitas antar-layanan dan health touchpoints di dalam ekosistem U by Prodia,” tandas Andri.
Dengan U-Buddy, data dari wearable device dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas. Pengguna tidak hanya dapat melihat aktivitas yang dilakukan, tetapi juga memantau progres, menjaga konsistensi, serta menghubungkannya dengan pencatatan gaya hidup dalam ekosistem U by Prodia.
Bagi masyarakat yang ingin mulai memantau aktivitas dan membangun kebiasaan hidup lebih aktif, U-Buddy dapat diakses melalui aplikasi U by Prodia. Setelah mengunduh aplikasi U by Prodia, pengguna dapat memilih menu U-Buddy dan menghubungkan wearable device melalui Apple Health atau Google Health Connect. ***
Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan