- Smartwatch dapat memantau pola tidur, detak jantung, kadar oksigen darah, dan suhu tubuh saat pengguna tidur.
- Penggunaan perangkat ini umumnya aman karena sinyal Bluetooth memiliki daya rendah dan paparan radiofrekuensi yang kecil.
- Risiko pemakaian meliputi iritasi kulit, ketidaknyamanan tidur, dan tekanan tali yang terlalu ketat pada pergelangan tangan.
Suara.com - Smartwatch kini tidak hanya digunakan untuk melihat waktu atau menghitung langkah, tetapi juga memiliki fitur pemantauan kesehatan dan tidur.
Karena sejumlah fitur tersebut bekerja saat pengguna terlelap, banyak orang memilih tetap mengenakan smartwatch sepanjang malam.
Kebiasaan ini memungkinkan perangkat mencatat sejumlah informasi, seperti durasi dan tahapan tidur, detak jantung, hingga variabilitas detak jantung atau HRV.
Beberapa jam tangan pintar juga dapat memantau kadar oksigen darah, suhu kulit, dan metrik pemulihan sehingga memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh.
Meski demikian, muncul pertanyaan mengenai keamanan memakai smartwatch ketika tidur. Kekhawatiran tersebut dapat berkaitan dengan paparan sinyal nirkabel, tekanan tali pada pergelangan tangan, iritasi kulit, hingga kemungkinan perangkat mengganggu kualitas tidur.
Tidur Pakai Smartwatch Apakah Aman?

Menurut LiveMint, memakai smartwatch saat tidur dapat memberikan manfaat berupa pemantauan pola tidur, detak jantung saat istirahat, HRV, kadar oksigen darah, dan suhu kulit pada perangkat yang mendukung fitur tersebut.
Data tersebut dapat membantu pengguna melihat pola tidur dan pemulihan tubuh dari waktu ke waktu.
Laman OSCAL juga menyebut penggunaan smartwatch saat tidur umumnya aman bagi kebanyakan orang.
Sinyal Bluetooth pada perangkat memiliki daya rendah dan paparan radiofrekuensinya relatif kecil, sementara masalah yang lebih umum justru berkaitan dengan kondisi kulit, kenyamanan, dan gangguan tidur.
Meski begitu, terdapat beberapa risiko yang perlu diperhatikan:
1. Iritasi kulit
Tali smartwatch yang terlalu ketat, lembap, atau kotor dapat membuat keringat, minyak, dan kotoran terperangkap di bawahnya. Gesekan dan kelembapan yang berlangsung lama dapat menyebabkan kemerahan atau iritasi, terutama pada kulit sensitif.
2. Tidur menjadi kurang nyaman
Smartwatch yang berukuran besar atau terasa berat dapat mengganggu sebagian orang ketika tidur. Selain perangkatnya, layar yang menyala atau notifikasi bergetar juga berpotensi membuat tidur terganggu.
3. Tali terlalu ketat
Smartwatch memang perlu menempel cukup erat agar sensor dapat membaca data dengan baik. Namun, pemakaian yang terlalu ketat sepanjang malam dapat menimbulkan tekanan atau meninggalkan bekas pada kulit sehingga tali sebaiknya sedikit dilonggarkan saat tidur.
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Tidur Pakai Smartwatch

Agar tetap nyaman dan aman, berikut beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan, melansir dari laman OSCAL dan LiveMint:
- Bersihkan smartwatch dan pergelangan tangan secara rutin. Setelah berolahraga atau berkeringat, bersihkan bagian belakang perangkat dan pergelangan tangan, kemudian keringkan sebelum digunakan kembali.
- Longgarkan tali satu tingkat saat tidur. Pastikan smartwatch tetap menempel pada kulit, tetapi tidak terlalu ketat sehingga pergelangan tangan tetap nyaman.
- Aktifkan Sleep Mode. Matikan notifikasi yang tidak penting dan fitur layar yang dapat menyala ketika pergelangan tangan bergerak agar tidur tidak mudah terganggu.
- Berikan waktu bagi kulit untuk beristirahat. Jika muncul kemerahan, ruam, lepuh, atau rasa sakit akibat tekanan, lepaskan smartwatch dan biarkan kulit pulih sebelum kembali memakainya.
- Jangan mengisi daya di pergelangan tangan. Pengisian daya sebaiknya dilakukan di permukaan yang keras dan memiliki ventilasi baik, bukan di atas tubuh atau di bawah bantal.
Dengan demikian, tidur memakai smartwatch umumnya aman bagi kebanyakan orang, selama perangkat digunakan dengan nyaman dan higienis.
Jika smartwatch justru membuat kulit iritasi atau mengganggu kualitas tidur, melepasnya saat malam dapat menjadi pilihan yang lebih baik.