- Pembocor teknologi Ice Universe melaporkan Samsung menyiapkan pembaruan One UI 10 berbasis Android 18 pada pertengahan 2027.
- Pembaruan tersebut dirumorkan membawa perubahan desain radikal, integrasi kecerdasan buatan mendalam, serta potensi perubahan nama menjadi Galaxy OS.
- Samsung belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal peluncuran, perubahan nama, maupun skema berlangganan untuk fitur kecerdasan buatan tersebut.
Suara.com - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan perombakan besar pada sistem antarmuka ponsel Galaxy melalui One UI 10 yang diperkirakan hadir pada 2027.
Pembaruan ini disebut bakal membawa perubahan desain radikal, integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih mendalam, hingga kemungkinan perubahan nama menjadi Galaxy OS.
Jika rumor tersebut terbukti benar, One UI 10 berpotensi menjadi salah satu pembaruan perangkat lunak paling signifikan dalam sejarah ponsel Galaxy.
Samsung tidak hanya disebut akan menyegarkan tampilan, tetapi juga mengubah cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi dan berbagai perangkat dalam ekosistem Galaxy.
Informasi ini berasal dari pembocor teknologi Ice Universe, dilansir dari laman Gizmochina, Senin (19/10/2026), yang mengisyaratkan bahwa One UI 10 akan membawa perubahan yang belum pernah diterapkan sebelumnya.
Meski demikian, Samsung belum mengonfirmasi rumor mengenai desain baru, nama Galaxy OS, maupun jadwal peluncurannya.
One UI 10 diperkirakan berjalan di atas Android 18 dan berpotensi diperkenalkan pada pertengahan 2027. Pembaruan tersebut juga diprediksi hadir berdekatan dengan peluncuran ponsel layar lipat Samsung Galaxy Z Fold 9 dan Galaxy Z Flip 9.
Samsung One UI 10 Bakal Punya Desain Baru?
Salah satu perubahan yang dirumorkan hadir pada One UI 10 adalah perombakan desain antarmuka secara menyeluruh.
Samsung disebut ingin membuat interaksi antaraplikasi menjadi lebih praktis melalui tampilan yang mampu menyajikan informasi kontekstual dalam satu alur kerja. Dengan pendekatan ini, pengguna berpotensi mengakses informasi yang saling berkaitan tanpa harus berulang kali berpindah aplikasi.
Sebagai gambaran, informasi agenda kalender, lokasi, dan percakapan dapat terhubung dalam satu pengalaman penggunaan yang lebih terpadu.
Pendekatan tersebut berpotensi mengurangi langkah yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas sehari-hari.
Namun, konsep itu masih sebatas gambaran berdasarkan rumor yang beredar. Belum ada penjelasan terperinci mengenai perubahan tampilan, fitur baru, maupun cara kerja antarmuka One UI 10.
Jika diterapkan, perombakan tersebut akan menjadi perubahan yang lebih mendasar dibandingkan pembaruan rutin yang biasanya berfokus pada penyempurnaan fitur dan tampilan.
One UI Bakal Berganti Nama Jadi Galaxy OS?
Selain perubahan desain, rumor lain menyebut Samsung mempertimbangkan penggunaan nama Galaxy OS untuk menggantikan One UI.
![One UI 10. [Gizmochina]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/19/18043-one-ui-10.jpg)
Perubahan nama ini menarik karena One UI selama ini menjadi identitas antarmuka yang digunakan pada berbagai perangkat Galaxy, termasuk ponsel dan tablet.
Jika Samsung benar-benar mengadopsi nama Galaxy OS, langkah tersebut berpotensi memperkuat identitas perangkat lunak dalam ekosistem Galaxy. Namun, belum ada kepastian apakah perusahaan akan mengganti nama One UI sepenuhnya atau hanya memperkenalkan identitas baru untuk platform tertentu.
Penting dicatat bahwa Galaxy OS masih sebatas rumor. Samsung belum mengumumkan rencana resmi untuk mengubah nama One UI.
Karena itu, belum dapat dipastikan apakah perubahan yang disiapkan Samsung akan mencakup identitas perangkat lunak, arsitektur sistem, atau hanya desain antarmukanya.
Integrasi AI di Perangkat Galaxy Makin Mendalam
Kecerdasan buatan diperkirakan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan One UI 10.
Samsung dikabarkan ingin mengintegrasikan AI secara lebih mendalam agar dapat membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih praktis.
Integrasi tersebut juga berpotensi memperkuat hubungan antara ponsel, tablet, dan perangkat wearable dalam ekosistem Galaxy.
Dengan pendekatan yang lebih terintegrasi, pengalaman penggunaan AI berpotensi terasa lebih konsisten ketika pengguna berpindah dari satu perangkat ke perangkat lainnya.
Meski demikian, belum ada informasi resmi mengenai fitur AI yang akan diperkenalkan, perangkat yang akan mendukungnya, maupun apakah seluruh kemampuan tersebut bakal tersedia untuk semua pengguna Galaxy.
Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah kemungkinan penerapan sistem berlangganan untuk sejumlah layanan AI.
Fitur AI Samsung Berpotensi Berbayar
Rumor yang beredar juga mengindikasikan bahwa beberapa perangkat AI canggih dan integrasi dengan layanan pihak ketiga mungkin memerlukan biaya berlangganan.
Sementara itu, fitur-fitur dasar yang dibutuhkan untuk penggunaan sehari-hari disebut berpotensi tetap tersedia secara gratis.
Jika skema tersebut diterapkan, Samsung dapat memiliki peluang untuk memonetisasi layanan AI yang membutuhkan sumber daya komputasi lebih besar atau dukungan layanan eksternal.
Namun, belum ada konfirmasi mengenai fitur yang akan dikenai biaya, besaran tarif, maupun mekanisme langganan yang mungkin diterapkan.
Karena itu, belum tepat untuk menyimpulkan bahwa Samsung akan menjadikan fitur AI pada One UI 10 sebagai layanan berbayar secara menyeluruh.
Kapan Samsung One UI 10 Dirilis?
One UI 10 diperkirakan hadir pada pertengahan 2027 dan kemungkinan diperkenalkan bersamaan dengan generasi terbaru ponsel layar lipat Samsung.
Pembaruan tersebut dirumorkan berbasis Android 18. Namun, jadwal peluncuran, daftar perangkat yang kompatibel, dan tahapan distribusinya belum diumumkan secara resmi.

Samsung juga berpotensi menyediakan versi pratinjau bagi pengembang sebelum merilis pembaruan kepada pengguna umum. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai program pengujian tersebut.
Jika seluruh rumor ini terbukti akurat, One UI 10 dapat menandai perubahan besar dalam strategi perangkat lunak Samsung, terutama dalam hal desain antarmuka, integrasi AI, dan pengalaman lintas perangkat.
Untuk saat ini, perubahan desain radikal, kemungkinan nama Galaxy OS, serta skema berlangganan AI masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari Samsung.