- Fenomena gelas minuman dingin basah terjadi akibat proses kondensasi udara.
- Uap air menabrak permukaan gelas minuman dingin basah hingga mengembun.
- Perubahan suhu udara menciptakan bulir air gelas minuman dingin basah.
Suara.com - Pernahkah kamu memperhatikan bagian luar gelas yang ikut basah saat diisi air dingin? Ternyata hal ini ada penjelasan ilmiah dari fenomena ini lho!
Fenomena tersebut dinamakan kondensasi. Dikutip dari National Geographic kondensasi terjadi saat uap air berubah wujud menjadi cairan.
Proses ini berlawanan dengan penguapan, di mana air dalam bentuk cair menguap menjadi gas.
Bagaimana Gelas Dingin Bisa Basah?
Banyak orang mengira bahwa air di dalam gelas menembus dinding kaca atau terjadi kebocoran pada gelas. Padahal, bulir-bulir air yang muncul di permukaan luar gelas berasal dari udara di sekitarnya.
Di sekitar kita, udara selalu mengandung uap air berwujud gas yang tidak kasatmata. Molekul uap air ini melayang bebas dan membawa energi panas.
Saat kamu menuangkan air es ke dalam gelas, permukaan luar gelas akan mengalami penurunan suhu mendadak dan menjadi sangat dingin.
Ketika molekul uap air di udara bergerak dan menabrak dinding luar gelas yang dingin, mereka kehilangan energi panasnya secara drastis.
Penurunan suhu ini membuat pergerakan molekul uap air melambat dan merapat.
Akibat gaya tarik-menarik antarmolekul yang menguat, uap air berwujud gas tersebut berubah wujud menjadi tetesan air cair yang menempel di luar wadah.
Proses Terbentuknya Embun pada Wadah Dingin
Proses terjadinya embun ini sebenarnya berlangsung melalui serangkaian fenomena fisika yang saling berkaitan.
Semuanya dimulai dari udara di sekeliling kita yang tidak pernah benar-benar kering karena selalu membawa molekul uap air melayang secara bebas.
Saat es atau air dingin dimasukkan ke dalam gelas, suhu dingin tersebut dengan cepat merambat hingga membuat dinding luar gelas menjadi sangat dingin.
Ketika molekul uap air yang hangat di udara bertabrakan dengan permukaan gelas yang dingin, uap air tersebut seketika melepaskan energi panasnya.
Pelepasan energi ini menyebabkan pergerakan molekul uap air melambat dan saling merapat satu sama lain.
Akibatnya, wujud uap air yang semula berupa gas berubah kembali menjadi titik-titik air cair.
Tetesan-tetesan air hasil pengembunan ini kemudian saling menyatu di permukaan luar gelas hingga membentuk bulir-bulir air yang membuat wadah terlihat seolah-olah sedang "berkeringat."
Faktor yang Mempengaruhi dan Contoh di Alam
Banyak atau sedikitnya bulir air yang menempel dipengaruhi oleh kelembapan udara dan besarnya perbedaan suhu.
Semakin tinggi kelembapan udara di ruangan, semakin banyak uap air yang siap mengembun. Begitu pula jika suhu air di dalam wadah sangat dingin, proses kondensasi akan terjadi lebih cepat dan intens.
Selain pada gelas es, fenomena kondensasi juga terjadi pada pembentukan awan di langit, embun pagi di atas dedaunan, hingga kaca mobil yang berembun saat hujan turun.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah