Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.525,690
LQ45 644,593
Srikehati 313,693
JII 391,666
USD/IDR 17.685

Menjadi Wisatawan Mandiri ala Suluh Pratitasari

Doddy Rosadi

Senin, 25 Agustus 2014 | 12:00 WIB
Menjadi Wisatawan Mandiri ala Suluh Pratitasari
Suluh Pratitasari, pendiri Matatours. (Facebook)

Suara.com - Suluh Pratitasari atau akrab disapa Tita sama sekali tidak pernah berpikir untuk membuka biro perjalanan. Ketika akhirnya Matatours berdiri pada 14 Februari 2012 lalu, Tita menyebut itu sebagai sebuah “kecelakaan.”

“Jadi Matatours itu bukan sesuatu yang disengaja, kayak semacam kecelakaan lah. Saya kan hobi travelling dan suka menulis. Salah satu buka saya Eurotrip sudah naik cetak tiga kali dan ternyata banyak pembaca yang ingin jalan bareng bersama saya ke Eropa,” kata Tita kepada Suara.com, akhir pekan lalu.

Eurotrip bercerita tentang perjalanan Tita ke sejumlah negara Eropa sebagai backpackers, istilah keren untuk wisatawan yang hanya membawa tas ransel. Eurotrip ternyata membuat banyak pembacanya berminat untuk menjadi backpackers.

Karena semakin banyak yang mendesak, Tita akhirnya mengatur perjalanan backpackers untuk 20 orang. Itulah awal dari perjalanan Matatours. Berbeda dengan biro perjalanan lainnya, Matatours sama sekali tidak membuat jadwal kepada wisatawan yang mendaftar untuk jalan-jalan ke Eropa.

“Jadi, biasanya kami berkumpul setiap pagi dan saya memberikan arahan bagaimana cara menuju lokasi yang mereka inginkan. Misalnya ada yang mau ke menara Eiffel, saya beritahu cara membeli tiket angkutan umum dan juga angkutan yang harus dinaiki. Jadi mereka bebas menentukan agendanya sendiri,” ujar perempuan berusia 42 tahun ini.

Tita mengatur semua kebutuhan para backpackers itu, mulai dari pemesanan hotel hingga pembuatan visa. Karyawan Matatours juga tidak banyak, hanya tiga orang karyawan tetap dan tiga orang karyawan lepas. Karyawan lepas ini biasanya dibayar berdasarkan proyek.

Minat calon wisatawan untuk melakukan backpackers ternyata cukup besar. Sepanjang tahun ini, Tita sudah lima kali berangkat ke Eropa. Bulan depan, dia kembali akan membawa rombongan jalan-jalan lagi ke Benua Biru itu.

“Biasanya saya memberi syarat minimal rombongan itu 8-15 orang. Kalau ada yang di bawah 8 orang tetap bisa tapi kena fee tambahan. Saya selalu mendampingi rombongan itu karena saya yang akan memberitahu secara rinci bagaimana mereka mencapai tujuan wisata yang mereka inginkan,” jelasnya.

Jalan-jalan secara backpackers tentu beda dengan jalan-jalan yang dirancang oleh biro perjalanan pada umumnya. Sebagai backpackers, wistawan harus mengatur semuanya sendiri alias menjadi turis mandiri. Inilah yang terkadang kerap menjadi masalah saat rombongan sudah tiba di negara tujuan.

“Wisatawan Indonesia itu biasanya manja, semuanya ingin dilayani. Koper ingin ada yang bawa. Jadi, masalah yang sering muncul biasanya culture shock. Mereka tidak biasa melakukan semuanya sendiri dan selalu ingin dilayani,” katanya.

Tita mulai serius menggarap bisnis perjalanan backpackers ini karena semakin banyak peminatnya. Tidak jarang, orang yang sudah pernah ikut jalan-jalan ke Eropa bersama Matatours kembali daftar lagi dua tahun kemudian.

Ketika pertama kali memberangkatkan rombongan ke Eropa pada 2012, biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan 10 hari ke lima negara hanya 1.000 dolar Amerika. Responnya juga sangat luar biasa. Karena, yang membedakan Matatours dengan biro perjalanan lain adalah peserta bisa tinggal lebih lama di kota tujuan.

“Biasanya ada yang mengeluh kok cuma satu hari di Paris, nah kalau Matatours biasanya minimal dua hari di kota tujuan wisata sehingga mereka punya banyak waktu untuk mengeksplorasi kota,” jelasnya.

Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk jalan-jalan ke Eropa membuat Tita merambah tujuan wisata baru yaitu Asia. Tahun ini, Matatours mulai membuka jalan-jalan dengan destinasi Asia kepada para backpackers. Hobinya jalan-jalan dan menulis ternyata membuat Tita bisa menghasilkan uang.

“Saya memang sejak kuliah senang menulis dan juga jalan-jalan. Pekerjaan yang saya lakukan ini memang tidak terlalu menghasilkan materi dalam jumlah besar, malah kadang hanya sekadar balik modal, tetapi saya mendapatkan kepuasan. Inilah kelebihan kalau menggeluti pekerjaan yang sesuai dengan hobi,” ungkapnya.

Kantor Matatours berlokasi di Yogyakarta dan dia tidak ada rencana untuk membuka cabang di Jakarta. Alasannya, para backpackes bisa daftar secara online sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor atau buka cabang di kota besar. Tertarik untuk ikut jalan-jalan bersama Tita sebagai backpackers keliling Eropa, silakan kunjungi laman Matatours.net atau matatours.co.id atau di laman Facebook Matatita Traveller.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Rice Cooker Cosmos Ada Berapa Ukuran? Ini Daftar Lengkapnya untuk Keluarga Muda dan Pebisnis

Rice Cooker Cosmos Ada Berapa Ukuran? Ini Daftar Lengkapnya untuk Keluarga Muda dan Pebisnis

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40 WIB

5 Rekomendasi Hybrid Sunscreen Lokal Terbaik Tanpa Whitecast dan Efek Kusam sesuai Review

5 Rekomendasi Hybrid Sunscreen Lokal Terbaik Tanpa Whitecast dan Efek Kusam sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Prabowo Pimpin Rapat Karhutla Kalimantan: Siapa yang Bisa Kasih Saya Presentasi?

Prabowo Pimpin Rapat Karhutla Kalimantan: Siapa yang Bisa Kasih Saya Presentasi?

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:31 WIB

KPK Periksa Stafsus Menhut Raja Juli, Dalami Dugaan Suap Bupati Kuansing

KPK Periksa Stafsus Menhut Raja Juli, Dalami Dugaan Suap Bupati Kuansing

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan

Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya

Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera

Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu

Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:19 WIB

9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul

9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:10 WIB

KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot

KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:09 WIB

×