Soal 'Full Day School', Ini Komentar Kak Seto

Arsito Hidayatullah

Rabu, 10 Agustus 2016 | 02:37 WIB
Soal 'Full Day School', Ini Komentar Kak Seto
Seto Mulyadi alias Kak Seto. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi alias Kak Seto, meminta masyarakat tidak reaktif terhadap rencana Mendikbud Muhadjir Effendy yang akan menerapkan Full Day School karena kebijakan tersebut baru sebatas wacana.

Ditemui usai menghadiri acara Parent Gathering di Gedung Assakinah, Cianjur, Selasa, Kak Seto menilai, maksud pemerintah mewacanakan penerapan sistem pendidikan tersebut semata untuk mendapat masukan dari semua pihak termasuk masyarakat.

"Hanya cara penyampaiannya terkesan terburu-buru dan kurang tersosialisasikan sehingga menimbulkan polemik di masyarakat. Saya mendukung rencana tersebut selama tidak memasung hak anak, seperti hak bermain, hak beristirahat dan hak berekreasi, karena pada prinsipnya proses belajar harus ramah anak dan demi kepentingan terbaik anak," katanya.

Dia menjelaskan, proses pembelajaran bukan hanya di sekolah namun dapat dilakukan di luar sekolah melalui sanggar dan di lingkungan keluarga. Bahkan beberapa sekolah di Indonesia yang telah menerapkan hal tersebut, mendapat keluhan dari orangtua murid.

"Full day school ini tidak bisa disama ratakan karena beberapa sekolah yang telah menerapkan hal tersebut, banyak anak didiknya yang stres karena cara pengemasannya tidak ramah anak," katanya.

Firman T Rahman orang tua siswa yang duduk di bangku sekolah dasar menilai, kebijakan tersebut dapat berjalan efektif atau hanya berakhir di tataran wacana, tergantung dari perangkat pendukungnya di lapangan. Pasalnya, full day school merupakan kebijakan yang mendasar sehingga harus didukung oleh infrastruktur termasuk oleh regulasi penguat lainnya.

"Kalau diterapkan serta merta dan ke semua, saya menilai tidak akan efektif malah akan mandeg di tengah jalan. Kebijakan ini harus bertahap dan melibatkan semua pihak," katanya.

Dia masih bingung dengan arah kebijakan pemerintah, khususnya di bidang pendidikan karena setiap ganti tampuk kepemimpinan atau menteri selalu ada "produk" baru yang implementasinya terkesan dipaksakan.

"Jangan sampai anak-anak kita ini menjadi 'kelinci percobaan' atas program atau kebijakan-kebijakan dari Jakarta yang terlalu melangit," katanya.

Seperti diberitakan, Mendikbud Muhadjir Effendy "menggelindingkan" wacana penerapan sistem full day school dalam 100 hari kerja kepemimpinannya, belum lama ini. Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menggagas penerapan sistem full day school di sekolah setingkat SD dan SMP agar anak tidak sendiri ketika orangtua mereka masih bekerja. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Langkah Mendikbud Soal Rencana Penerapan Full Day School

Ini Langkah Mendikbud Soal Rencana Penerapan Full Day School

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 16:36 WIB

KPAI Minta Mendikbud Tak Gegabah Soal Full Day School

KPAI Minta Mendikbud Tak Gegabah Soal Full Day School

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 13:01 WIB

Terkini

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al-Sudais Kecam Serangan Houthi Ke Mekkah Dekat Kabah

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al-Sudais Kecam Serangan Houthi Ke Mekkah Dekat Kabah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri

Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Mobil Listrik Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Medan, 3 Orang Terluka

Mobil Listrik Diduga Picu Kecelakaan Beruntun di Medan, 3 Orang Terluka

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:53 WIB

×