- CELIOS merilis survei kinerja kabinet Prabowo-Gibran pada Minggu, 11 Oktober 2026, di Indonesia.
- Bahlil Lahadalia, Natalius Pigai, dan Raja Juli Antoni dinilai sebagai menteri berkinerja paling buruk.
- Survei tersebut mencatat para menteri gagal mengatasi berbagai persoalan mendasar di kementerian masing-masing.
Suara.com - Bahlil Lahadalia, Natalius Pigai, Raja Juli Antoni, Sudaryono, dan Zulkifli Hasan menjadi anggota kabinet yang mendapat nilai paling buruk selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
Ranking dan penilaian tersebut berdasarkan survei terbaru Center of Economic and Law Studies (CELIOS), yang dipublikasikan pada Minggu (11/10) akhir pekan lalu.
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan, Bahlil sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mendapat penilaian paling buruk dari masyarakat.
"Jadi menteri paling buruk nomor satu ini masih ditempati oleh Bahlil. Tahun lalu juga sama," kata Bhima, dikutip hari Senin (12/10/2026).

Natalius Pigai sebagai Menteri Hak Asasi Manusia menempati posisi kedua, karena dinilai tak mampu menyelesaikan beragam pelanggaran HAM pada masa lalu maupun mencegah beragam pelanggaran terbaru.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melesat menjadi nomor tiga paling buruk di negeri ini karena dinilai tidak mampu mengatasi persoalan kebakaran hutan.
Yang mengejutkan adalah, masuknya nama Kepala Badan Gizi Naisonal (BGN) Sudaryono dalam jajaran menteri terburuk keempat.

Meski belum genap setahun menjabat sebagai Kepala BGN, Sudaryono dinilai belum mampu mengatasi beragam persoalan yang disebabkan program Makan Bergizi Gratis alias MBG.
Menutup lima besar menteri terburuk adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Lalu, posisi selanjutnya secara berturut-turut ditempati oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, serta Pratikno yang sebelumnya sempat menjadi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
Selanjutnya, ada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga disebut dalam kelompok menteri dengan penilaian terburuk.