Kostrad Ungkap Kaos Kaki yang Jadi Fitnah Pakai Sepatu di Masjid

Siswanto Suara.Com
Minggu, 11 Juni 2017 | 06:50 WIB
Kostrad Ungkap Kaos Kaki yang Jadi Fitnah Pakai Sepatu di Masjid
Foto dan info hoax fitnah Paspampres

Kegiatan gladi bersih pengamanan yang dilakukan anggota Paspampres  menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo di Masjid Agung Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat (9/9/2017), dijadikan bahan hoax di media sosial.

Foto dan text hoax tersebut ingin membenturkan negara, aparat, dengan umat Islam sekaligus mengadu domba dengan agama lain. Tetapi, TNI AD melalui Twitter @Cakra_Kostrad segera mengklarifikasi sebelum timbul gaduh. 

"Utk berita HOAX ini, kami pastikan, prajurit Tim Matan telah menanggalkan sepatu & menggunakan kaos kaki warna hitam yg terkesan spt sepatu. Saat Gladi Pam RI 1 di Mesjid Raya Tasikmalaya, Tim sebanyak 10 orang melaksanakan tugasnya sesuai prosedur standar pengamanan yg berlaku," demikian klarifikasi Kostrad lewat Twitter.

Meski sudah dijelaskan, tetapi sebagian netizen masih bertanya-tanya dalam rangka apa aparat sampai menodongkan senjata api di dalam masjid.

"Geladi Pam VVIP, sebelum pelaksanaan Pam VVIP pasti akan dilatihkan spt itu, dimanapun lokasinya," demikian Kostrad menjawab.

"Duuh utk latihan ok, tapi knp harus dimasjid???Apa sama jg pernah dilakukan dirmh ibadah agama lain? gak pernahkan," tulis netizen yang belum mengerti.

Kostrad menjelaskan lagi bahwa sejak dulu protapnya memang sudah seperti ini. Bedanya, dulu tidak pernah ada orang yang tendensius mengambil gambar dan menyebarkan tuduhan tanpa klarifikasi," tulis Kostrad.

Tapi, sebagian netizen mengaku gemas dengan hoax seperti itu.

"Boleh langsung ditembak ga sih kepala yg nyebarin berita gini! (hoax)?: tulis netizen.

Kostrad menjawab tentu aparat keamanan tidak boleh berlaku sewenang-wenang dengan rakyat. Kostrad menegaskan aksi menyebarkan hoax sudah ada UU yang mengaturnya.

"Gak boleh, ini saudara kita juga yg mungkin "belum paham." Lgpula UU ITE sdh mengaturnya," tulis Kostrad.

Sesama netizen kemudian saling berdebat untuk mempertahankan argumentasi.

"Ummat muslim sedang sensitif, ada baiknya tidak dilakukan gelar latihan dalam mesjid. Seakan akan teroris beredar dalam mesjid. Ironis," tulis netizen.

"Muslim mana yang sensitif? Gladiresik akan dilakukan ditempat yg akan dituju presiden.. Presiden mau ke mesjid. Masa gladinya di gereja?" netizen lain menjawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI