SuaraBandung.id - Apa yang terjadi pada Ferdy Sambo dan Bharada E ternyata cukup mengejutkan.
Kabarnya mental atau kejiwaan dua tersangka pembunuh berencana pada Brigadir J, sangat jauh berbeda jika dilihat dari satu momen kejadian pemeriksaan yang dilakukan dua orang berbeda.
Bahkan mental Ferdy Sambo dan Bharada E sangat jauh berbeda di saat mereka diperiksa oleh Komnas HAM dan dikunjungi Kak Seto.
Seperti diketahui, berdasar pemberitaan yang kini ramai dibicarakan adalah pengakuan Bharada E jika sebenarnya tidak ada baku tembak di Duren Tiga Jakarta Selatan.
Bharada E mengaku dirinya diperintah langsung Ferdy Sambo untuk mengeksekusi Brigadir J.
Atas perbuatan itu, Bharada ditetapkan sebagai tersangka lantaran ikut dalam tindak kejahatan bersama empat tersangka lainnya.
Sementara itu, Ferdy Sambo yang awalnya merekayasa kasus dengan menyebut baku tembak dan pelecehan seksual pada Jumat (8/7/2022), ternyata dibantah Mabes Polri.
Bahkan, berkat kerja keras tim bentukkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ferdy Sambo akhirnya mengakui semuanya.
Ferdy Sambo mengaku jika semua yang terjadi adalah tanggung jawabnya.
Baca Juga: IPW: Polri Ogah Menanggung Dosa Ferdy Sambo, Loyalis FS "Bertumbangan" di Sidang Etik
Dari runtutan kasus tersebut, Komnas HAM termasuk lembaga yang aktif untuk ikut membantu mengungkap kematian Brigadir J.
Ada cerita menarik diungkap Komnas HAM tentang dua dari lima tersangka pembunuh Brigadir J.
Dua di antaranya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan Irjen Pol Ferdy Sambo.
Saat ini Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob Depok dengan penjagaan super ketat.
Sedangkan Bharada E menjalani penahan di ruang tahanan Bareskrim Polri.
Akan tetapi siapa sangka, jika keduanya memiliki mental yang berbeda.