SuaraBandung.id - Hingga saat ini Putri Candrawathi bersikeras jika dirinya adalah korban pelecehan Brigadir J saat berada di Magelang.
Diakui Putri, pelecehan seksual idilakukan ajudan Ferdy Sambo yakni Brigadir J di dalam kamar pribadi.
Apa yang diungkap Putri Candrawathi sepertinya dibenarkan oleh Susi ART Ferdy Sambo saat di Magelang.
Saat rekonstruksi kejadian yang digelar di Magelang, Susi mengatakan jika dirinya melihat Brigadir J keluar dari kamar Putri Candrawathi.
Ketika rekonstruksi pembunuhan pada Brigadir J dilakukan, ada momen yang sangat menyita perhatian publik.
Saat itu sorot kamera tepat menyorot Ferdy Sambo memeluk dan mencium Putri Candrawathi.
Namun, dikabarkan jika adegan peluk cium Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi tersebut bukanlah luapan emosional keduanya yang dalam masalah besar.
Disebut-sebut jika aksi peluk dan cium antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ternyata hanya akting belaka.
Satu di antara tersangka dugaan pembunuhan berencana pada Brigadir J, Bripka RR membongkar fakta sebenarnya.
Bripka RR mengungkap yang diketahuinya saat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berpelukan.
Baca Juga: Niat Sholat Tahiyatul Masjid Beserta Artinya
Bripka RR sebelumnya menyatakan siap membongkar semua yang terjadi di Magelang, Saguling, dan Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Ajudan paling senior di rumah Ferdy Sambo ini akhirnya mulai jujur terkait fakta dalam rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.
Secara terang-terangan, Bripka RR mengungkap hal yang berlawanan dari pengakuan sebelumnya tentang Ferdy Sambo dan Brigadir J.
Bripka RR rupanya membongkar dua hal menarik dalam rekonstruksi.
Pertama adalah soal adegan mesra Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo yang terjadi saat memeragakan momen pada hari Brigadir J dibunuh.
Tampak dalam sorot kamera, di TKP Saguling III, Putri Candrawathi tampak memeluk Ferdy Sambo.
Kejadian tersebut terjadi Putri Candrawathi menghampiri Ferdy Sambo di lantai tiga rumah mereka.
Ketika itu terlihat, setelah memeluk Ferdy Sambo, Putri Candrawathi langsung menunduk di depan penyidik kepolisian.
Kemudian Ferdy Sambo langsung memegang HT untuk memeragakan memanggil para ajudannya ke ruangannya.
Pada momen rekonstruksi itu, Ferdy Sambo diduga sedang melakukan perencanaan pembunuhan bersama Putri Candrawathi.
Melalui pengacara Bripka RR, Erman Umar, saat itu Bripka RR bercerita bahwa adegan Putri Candrawathi memeluk Ferdy Sambo hanya akting.
Sebab kata dia saat itu, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo harus menjalani semua adegan rekonstruksi.
Di tanggal 8 Juli 2022 itu memang ada momen Putri Candrawathi memeluk sang suami.
Adapun timing momen saat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berpelukan adalah ketika Brigadir J meregang nyawa.
Kemudian saat adegan Ferdy Sambo memegang HT untuk memanggil ajudannya, Bripka RR mengatakan posisi Brigadir J sudah meninggal.
Di sana juga Ferdy Sambo berbicara ke para ajudannya akan ada pemberian uang Rp 2 miliar kepada mereka.