SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya tentang bagaimana hukumnya apabila ia tidak bisa mengenali makam ayahnya karena jarang diziarahi.
Jamaah itu pun mengatakan bahwa makam ayahnya itu tidak ditulis nama pada batu nisannya. Ia menyesal karena jarang berziarah, sehingga ia tidak bisa mengenali makam orang tuanya.
Kemudian Buya Yahya menjawab pertanyaan itu, Ia mengatakan bahwa menulis nama di batu nisan itu bukan sebuah keharusan.
Lalu Buya Yahya juga mengatakan bahwa sebuah makam cukup ditandai saja agar diketahui oleh orang yang berziarah.
"kalau ternyata setelah ditandai kita tidak menemukan, nggak ada masalah, yang penting kita tidak lupa dalam doa-doa," Kata Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa yang terpenting jangan sampai kita lupa mendoakan.
"Kita mau ziarah kubur nggak ketemu mana kubur ayah dan sebagainya, kubur nenek gak bisa, gaada masalah, yang penting jangan sampe lupa doa," kata Buya Yahya.
"Ziarah kubur secara umum saja di antara kakek dan nenek kan ada yang lainnya, di antara ayah ibu ada yang lainnya, ziarah kubur, yang lain diziarahi, ibunda kita juga diziarahi,"Buya Yahya menambahkan.
Selain itu, Buya Yahya juga mengatakan bahwa tidak ada orang yang menjadi durhaka karena tidak mengetahui letak kuburan bapak ibunya.
Baca Juga: Siapa Pemberi Jabatan Kadiv Propam untuk Ferdy Sambo Terbongkar Juga, Prof. Muradi: Sudah Pensiun
"jadi nggak ada masalah, anda nggak jadi orang yang durhaka gara-gara tidak mengetahui kubur bapak ibu anda, akan tetapi anda menjadi durhaka kalau anda lupa mendoakan mereka. Maka berdoalah untuk mereka, demi kebaikan kita sebagai seorang anak, seperti itu," pungkas Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan tentang ziarah kubur itu dalam satu ceramahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Buya Yahya, yang diunggah pada 19 September 2022.