SuaraBandung.id - Siapapun yang sedang merasa sakit hati tentu mengalami penderitaan emosional yang mendalam.
Penderitaan emosional itu semakin lama akan semakin parah jika tidak diobati ataupun tidak tercipta satu pengertian bagi orang yang mengalami sakit hati itu.
Buya Yahya mengungkapkan dalam satu ceramahnya bahwa seberat apapun sakit hati yang dialami oleh seseorang, sakit hati itu dapat dihilangkan jika orang yang mengalami sakit hati itu bisa menata hati.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Buya Yahya yang diunggah pada 29 Maret 2022, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengatakan bahwa nabi mengajarkan kepada kita untuk merenungi bahwa orang yang membuat kita sakit hati adalah sesama umat nabi Muhammad.
“Bukankah nabi mengajarkan, seberat apapun orang sakit hati, kalau dia menata hatinya, maka akan hilang itu rasa sakit. Merenungi bahwasanya itu adalah umat nabi Muhammad,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya lalu mengatakan bahwa kita tidak boleh membiarkan diri kita terus menerus merasakan benci kepada orang yang telah menyakiti hati kita.
“Kenapa aku harus membenci dia, dan kita harus tahu bahwasanya itu adalah penyakit, nggak boleh aku biarkan terus menggerogoti hatiku, jangan dibiarkan,” kata Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian menjelaskan bahwa kebencian dan rasa dendam yang kita perkuat justru akan membuat kita semakin sengsara.
Baca Juga: Bintangi Siapa Takut Orang Ketiga, Inilah Sosok Michella Putri Pemeran Giandra
“Orang punya dendam, benci kepada seseorang, malah diperkuat kebenciannya, dicatat kejahatannya, kenakalannya, apa yang terjadi? Nyungseb. Setelah sakit hati, kemudian mentalnya juga kena, gila dia,” jelas Buya Yahya.
Setelah itu, Buya Yahya mengingatkan bahwa apabila kita sadar bahwa kita sedang merasakan sakit hati, maka hendaknya kita mengobati penyakit hati itu.
“Tapi kalau orang sadar, aku sakit hati, mungkin aku punya permasalahan, masalah psikologi, karena itu penyakit, saya harus obati dong, masa orang melihara penyakit,” pungkas Buya Yahya.